Skip to content

March 15, 2010

1

Arsip Analisa IHSG

Pada minggu ketiga Maret, kami melakukan pindah website.  Halaman ini merangkum semua tulisan analisa IHSG mingguan kami dari tanggal 4 Januari 2010 hingga 15 Maret 2010.  Jika Anda ingin analisa yang paling baru, ikuti halaman Analisa IHSG, update setiap hari Senin pagi.

15 Maret 2010 – 19 Maret 2010

quick update (17/3 sore): melihat level 2700 tembus, ternyata investor hari ini banyak mengoleksi saham-saham unggulan. asing masuk banyak sekali, mereka melihat all-time high tahun ini yang tertembus dan langsung beli. resistance di all-time high IHSG, 2830!

quick update (17/3): maaf tidak sempat update yang di atas… saat ini IHSG sudah tembus 2700 dengan golden cross MA20-MA50. sehingga konfirmasi kecenderungan bullish mid-term cukup kuat (kami 80% yakin akan terus ke atas). saham-saham yang kami mainkan masih sama (lebih ke buyback), diantaranya ADRO, BBTN, SGRO, dan MEDC. support IHSG kami ambil di 2700.

quick update (15/3): awasi fenomena double top di hari Senin (15/3) dan kelanjutan profit taking (pengaruh libur besok). masa speculative buy sudah habis, resistance: 2700. kami minggu ini masih cenderung bullish.

8 Maret 2010 – 12 Maret 2010

Kecenderungan yang kami tulis minggu lalu ternyata salah. Analisa ini kami tulis terlambat setelah penutupan hari Senin sore.

Pada awal minggu ini (hari Senin), ternyata IHSG mampu menembus resistancenya di 2580 dan 2600. Hal tersebut membalik kecenderungan ke bullish.

Bagus, resiko menjadi lebih kecil, saatnya kita kembali ke pasar modal.

Rencana tradingnya adalah kita dapat melakukan speculative buy dengan level cut loss di angka 2580.

1 Maret 2010 – 5 Maret 2010

Halo pembaca setia! Jumpa lagi dengan kami di pojoksaham.com.

Minggu lalu (arsip) kami bilang market sideways cenderung turun. Lagi-lagi, analisa teknikal membuktikan dirinya cukup valid untuk dijadikan pegangan dalam menentukan sikap kita di bursa saham. Apakah Anda melakukan transaksi minggu lalu? Kami harap Anda tidak terkena whipsaw ya… karena sudah kami peringatkan sebelumnya. Market seperti ini bukan untuk trend trader. Tidak ada satu pun sinyal trend yang muncul di chart kami. Semuanya masih sideways cenderung turun. Hal ini sangat berbahaya. Semua posisi beli menjadi speculative buy dalam kondisi begini, dimana jika mau beli, harus disiplin dalam cutloss agar tidak rugi besar-besaran.

Hal ini dikonfirmasi juga dengan adanya double top di 2580 yang menjadi perhatian kita sekarang. Resistance kami turunkan ke level 2580, dimana jika tembus baru kita bisa speculative buy. Tapi hati-hati, mungkin tidak ada jalan keluar lagi minggu depan jika support 2480 ditembus juga.

Pada akhir perdagangan minggu lalu, harga turun cukup dalam dengan volume meningkat, menambah lagi pertanda tidak baik di IHSG kita.

Komentar kami ini tidak akan populer, apalagi untuk trader hardcore, tapi yah, ini komentar jujur. Rasio keuntungan dengan resiko SANGAT TIDAK MENARIK untuk pasar saat ini (di bawah 2580). Lebih baik kami tidur saja dengan posisi cash 100% dan melihat hasilnya minggu depan, seperti yang sudah kami lakukan minggu ini.

Jaga modal Anda baik-baik sambil sabar menunggu kesempatan. Sampai jumpa minggu depan!

22 Februari 2010 – 26 Februari 2010

Minggu lalu IHSG ditutup di level 2554, setelah sempat dua hari sebelumnya ditutup di level tertinggi 2581. Hari Kamis IHSG mencatat penurunan lebih besar dari kenaikan hari Rabu. Pada hari perdagangan terakhir, sesi ke-2, IHSG tiba-tiba menguat kembali dan ditutup dengan candlestick hammer, meninggalkan kami dalam kebingungan. Kenapa? Akan kami jelaskan.

Di rencana minggu lalu (lihat arsip), kami sudah bilang bahwa pada level 2550, kita bisa siap-siap masuk, dan di level 2600 kita bisa masuk full. Apa yang terjadi bila hal tersebut tidak kami patuhi? Kami akan keluar-masuk, dan rugi di komisi dan slippage.

Volume chart menunjukkan minggu ini IHSG juga akan diwarnai ketidakpastian. Artinya, kita tidak tahu apakah akan naik atau turun dengan pas. Tidak ada trend yang jelas, atau sideways, namun kelihatannya masih cenderung turun. Bisa-bisa karena ragu-ragu, kita keluar masuk dan memakan kerugian yang tidak sedikit, atau istilahnya terkena whipsaw (gergaji). Potensi keuntungan di level-level ini juga sangat kecil jika dibandingkan dengan resikonya jika support ternyata tembus. Awas juga swing trap seperti pada hari Selasa minggu yang lalu, dimana volumenya kecil tapi harga naik banyak. Bisa kena profit taking para pro. Dan juga volume besar palsu dengan value kecil. Mungkin ini untuk mengacaukan analisa volume para newbie jika tidak jeli (seperti hari Senin lalu).

Pasar semakin tidak menentu, bahkan untuk seorang market analyst handal.

Support 2470 (Bollinger Band) dan resistance di 2600. Kita tunggu saja konfirmasi di 2600, dimana jika kita melihat ada penembusan level tersebut dengan volume setidaknya lumayan, maka kita bisa masuk. Jika tidak, kami sarankan untuk stay away dari market terlebih dahulu.

Sampai jumpa minggu depan.

15 Februari 2010 – 19 Februari 2010

Mana yang lebih penting menurut Anda: jangan sampai rugi atau ketinggalan keuntungan? Pikir dulu. Kami tunggu…

Pikirkan ini: jika Anda rugi 50%, apakah untuk balik modal Anda cukup untung 50%? Ternyata tidak! Jika Anda rugi 50%, perlu 100% keuntungan untuk balik modal. Jadi, yang lebih penting menurut kami adalah jangan sampai rugi.

Minggu lalu kami bilang trend berbalik turun (lihat panah biru kecil). Namun ternyata Bollinger Band dan garis support berhasil menahan kejatuhan IHSG di level 2431. (grafik candlestick di bawah)

Wah, ternyata tepat juga prediksi kami kemarin, bukan? (silakan buka arsip) Jika Anda berminat main swing, tentu saja Anda bisa mendapatkan keuntungan bukan? Syaratnya? Anda harus memantau pasar dengan ketat. Karena kesempatan tersebut bukan ada di akhir hari, tapi di tengah-tengah perdagangan. Namanya juga main swing.

Namun fokus kami di sini bukan di situ, karena bermain swing trading perlu reaksi cepat dan refleks. Jika sudah jatuh melewati support, harus langsung cutloss

Hari Kamis kemarin pun saham BIPI membuat heboh karena IPO-nya yang langsung naik 60%, namun ditutup cuma naik setengahnya. Kebayang kan yang beli di atas sedang nyangkut sekarang. Apalagi BIPI-W-nya… Apalagi pake margin… Wah, berabe!

Tapi yang begini masih banyak di Indonesia. Istilah kami “newbie”. Nafsu besar kurang pengalaman. Dimakanlah sama bandar.

OK, kembali ke laptop. Minggu depan bagaimana? Kita melihat resistance minggu depan. 2550. Jika IHSG bisa bertahan di atas 2550, Anda pikirkan untuk entry. Jika melewati 2600, Anda beli dengan stop loss di 2600. (namun tentu saja, sesuaikan dengan sahamnya)

Itu secara umum. Jadi ngapain kita minggu depan? Ya masih wait and see.

Akhir kata kami mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek bagi yang merayakan, semoga di tahun yang baru Anda tambah makmur dan tambah kaya.

Sampai jumpa minggu depan!

8 Februari 2010 – 12 Februari 2010

IHSG hancur di hari Jumat lalu (konfirmasi).

Jika dua minggu lalu IHSG masih bertahan di atas 2600, minggu lalu walaupun sempat ke atas 2600 lagi, indeks tidak kuat menahan tekanan jual dan ditutup pada level 2519 (habis gain IHSG pada awal tahun, lihat arsip). Terpaksa kami melikuidasi semua posisi open kami dan menunggu kesempatan yang lain (jika ada).

Ada empat benteng pertahanan para bull yang ditembus IHSG minggu lalu, yaitu:

  1. Support di 2600 dan 2569;
  2. Tepi bawah Bollinger Band;
  3. MA50; dan
  4. Trendline.

Lihat corat-coret kami di chart IHSG.

Tidak ada apapun lagi yang mampu menahan kejatuhan indeks (secara teknikal tentunya). Support selanjutnya ada di level 2430, masih jauh… sehingga kalaupun ada rebound, kami tidak akan percaya sebelum harga kembali ke atas trendline, dan membentuk trend baru. Hal ini untuk menghindari dead cat rebound.

Kami menganggap ini sebagai asuransi. Jika indeks benar bisa rebound dan membuat uptrend yang baru, maka kami masuk kembali. Mengamankan gain yang sudah ada menjadi fokus kami saat ini. Jika saja bisa rebound, maka anggap saja gain yang sudah ada terpakai sedikit untuk bayar uang asuransi.

Minggu ini, IHSG kemungkinan besar akan jatuh lebih dalam lagi

Kami bukan investor buy and hold. Jika trend naik tidak ada di bursa, kami tidak akan masuk, dan mengalokasikan uang kami ke aset lain (contoh: emas/dolar). Kami kembali ke bursa ketika trend sudah terbentuk kembali.

Keadaan minggu lalu bagi kami menjadi sebuah pertanda buruk. Pertanyaannya: apakah ini awal dari downtrend?

Seperti biasa, kami tidak mengharapkan apapun. Biarkan saja pasar melakukan apa yang dapat dia lakukan, yang kami lakukan hanya mengikutinya. Sekarang trend sudah menurun. Sebelum berbalik, kami tidak masuk, dan hanya menonton. Sederhana.

Jika harga terus menurun, maka kita berkesempatan mendapatkan saham-saham bagus di harga yang lebih murah. Saat itulah kita kembali masuk. Namun mengharapkan hal tersebut berarti mendahului pasar, karena saja jika harga langsung rebound, malah kami yang bayar lebih mahal untuk saham yang sama (selisihnya = uang asuransi).

Pasar selalu benar, yang dapat dilakukan seorang chartist cuma membaca moodnya saja. Itu pun kadang berhasil kadang tidak. Tapi demikianlah sistem kami.

Minggu ini kami jadi penonton. Dan jika Anda sudah melihat beruang, mohon beri tahu kami. Lindungi modal Anda baik-baik.

Jakarta, 1 Februari 2010

Pada awal tahun, bagaikan mengejar bintang, IHSG terbang hingga ke level 2666. Kami cukup yakin banyak trader yang masuk bahkan di atas level 2600 (support). Namun minggu lalu kita melihat bahwa IHSG seolah-olah beristirahat, dan bahkan sampai menembus level 2600. Kami sudah bersiap-siap untuk melikuidasi posisi jika saja ada konfirmasi pada minggu lalu. Namun, di hari Kamis, hal tersebut tidak terjadi dengan naiknya kembali IHSG di atas 2600 dan akhirnya menutup pekan kemarin di angka 2610, seolah-olah memberikan titik start yang baru untuk lomba lari pekan ini.

“Crouching Tiger Hidden Dragon” adalah istilah bagi apa yang terjadi di IHSG kemarin. Pura-pura merunduk akan tetapi sedang mengumpulkan tenaga untuk loncat/terbang. Namun, Anda jangan artikan ini adalah sebuah kepastian, dan jangan terlalu semangat jika pasar hari Senin dibuka gap up (langsung melonjak dengan ada ruang di harga). Jika terjadi gap-up maka selalu akan ada retracement (harga kembali turun sejenak). Anda bid saja dan masuk ketika retracement terjadi.

Sebagai seorang trader, kami tidak menganalisa fundamental. Kami juga tidak menebak-nebak arah pasar. Kami membuat sebuah sistem trading dan berpegangan erat pada kemudi sistem tersebut. Saat ini penunjuk arah kami masih bullish, sehingga masih baik untuk buy atau hold, tapi bukan buy and hold.

Strategi yang baik adalah tidak pernah membiarkan sebuah profit berubah menjadi menjadi loss. Jika IHSG masih di atas level 2600, maka kita bisa tinggalkan saja pasar bekerja sendiri dan kita minum kopi di mal, kecuali Anda mau average in (bukan average down, average in!), yang tentu saja selalu kami sarankan ketika trend naik. Trend naik IHSG kami lihat masih ada, namun jaring pengamannya adalah jika level 2600 tertembus kembali atau terjadi double top, maka kita siap melikuidasi. Ketika hal tersebut terjadi (kemungkinan besar tidak), Anda harus pantau ketat portofolio Anda dan siap jual hanya ketika ada konfirmasi

Ikuti terus analisa IHSG dari kami setiap minggunya setiap hari Senin pagi.

Jakarta, 25 Januari 2010

Anda sudah pasti tahu kalau minggu lalu IHSG bergerak mixed di atas level support psikologis yang sudah kita tentukan dua minggu yang lalu yaitu 2600. Sempat dua hari IHSG ditutup di angka 2666 (angka setan memang), yang merupakan juga menjadi top IHSG yang baru dan sekaligus resistance yang kuat. Namun pada hari Jumat, walaupun sempat break di bawah level 2600, namun ditutup di 2610. Hal ini berarti bahwa support kita masih kuat untuk menahan jatuhnya indeks.

Bagaimana dengan minggu ini?

Kami belum melihat adanya tanda-tanda pembalikan arah. Di sini kita sedang menghadapi volatile bullish karena adanya kabar di Amerika Serikat yang dipicu oleh Obama dengan kebijakan yang lebih populis.

Kita tidak perlu mempersoalkan hal tersebut karena merupakan sebuah kepastian di bursa saham bahwa harga pasti bergejolak.

Kembali ke pasar, karena pasar secara mid-term masih bullish, maka kami berpendapat bahwa selama level support 2600 belum terpecahkan, maka tidak ada yang perlu dilakukan jika Anda membeli saham-saham blue chip. Hold/tahan menjadi pilihan yang terbaik.

Ikuti terus analisa IHSG dari kami setiap minggunya setiap hari Senin pagi.

Jakarta, 18 Januari 2010

Minggu lalu, IHSG ditutup di level 2647 dengan candlestick berbentuk doji (lilin tanpa badannya, cuma garis, lihat di atas). Sesuai analisa IHSG minggu lalu, support 2600 cukup kuat. Candlestick terakhir di minggu lalu bisa diartikan bahwa bull (istilah untuk para pembeli) yang mendorong kenaikan harga minggu lalu sudah mulai kelelahan. Pada hari Jumat, para buyer tersebut tidak sanggup untuk mengangkat IHSG ke level yang lebih tinggi lagi.

Bagaimana dengan minggu ini? Jika Anda telah membeli pada akhir tahun 2009 atau awal 2010, tentunya unrealized profit Anda sudah sekitar 10%-20%. Kami sangat menyarankan minggu ini Anda memasang trailing stop (level jaga) pada transaksi Anda. IHSG sudah berada di area overbought. Lebih baik jangan mengharapkan bahwa IHSG akan menembus 2700 minggu ini. Menurut kami itu tidak mungkin. Yang akan terjadi adalah IHSG akan menguji supportnya di 2600. Anda pasang di support masing-masing saham (gunakan trendline/MA 20) dan jika ternyata tembus, Anda realisasikan saja profit Anda.

Dalam jangka menengah, kami masih berpandangan bullish (kemungkinan akan naik lagi), jadi hanya kemungkinan kecil hal di atas akan terjadi, dan trailing stop Anda tembus, tapi kita harus selalu hope for the best, but prepare for the worst.

Ikuti terus analisa IHSG dari kami setiap minggunya setiap hari Senin pagi.

Jakarta, 11 Januari 2010

Dalam analisa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) minggu lalu kami menulis bahwa kemungkinan besar resistance di 2600 akan tertembus dalam waktu satu minggu. Pada hari Jumat, hal tersebut terjadi dengan didorong oleh aksi beli saham BUMI yang dilakukan oleh banyak sekuritas asing.

Bagaimana dengan minggu ini? Karena resistance 2600 sudah tertembus, maka 2600 menjadi titik support kita sekarang. Pada minggu ini, dilihat dari euforia IHSG minggu lalu, minggu ini akan naik lebih tinggi lagi, dan bisa saja menembus 2700 . Akan tetapi belum waktunya untuk mencapai all-time high IHSG di level 2800. Belum waktunya.

Bagi yang sudah punya barang, hal yang perlu dilakukan adalah average up atau hold saja. Jangan pikirkan dulu untuk jual karena belum tentu Anda bisa beli lagi nanti. Minggu ini IHSG kemungkinan besar akan dilanda aksi beli yang lebih besar lagi.

Ikuti terus analisa IHSG dari kami setiap minggunya setiap hari Senin pagi.

Jakarta, 4 Januari 2010

Melihat kecenderungan pada akhir tahun 2009 yang lalu, pada awal tahun 2010 ini IHSG akan mulai dengan mencetak kenaikan yang cukup tinggi, setidaknya untuk minggu pertama perdagangan bulan Januari ini, dikarenakan pelaku pasar bersemangat untuk membeli saham-saham unggulan.

Ada resistance yang sudah dekat antara lain di level 2600, yang kemungkinan besar akan tertembus dalam minggu ini.

Setelah itu kita dapat mengharapkan koreksi terlebih dahulu sebelum menguji all-time high di level 2800.

Akhir kata, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru 2010 dan semoga kita semua sama-sama untung.

Update:

Hari pertama perdagangan, IHSG naik 1.62% ke level 2575.

(Butuh update paling baru? Coba cek di Analisa IHSG atau Analisa Saham)

Artikel terkait:

  1. Analisa IHSG April 2010 (4)
  2. Analisa IHSG Minggu Ini
  3. Analisa IHSG Minggu Ini
  4. Analisa Bursa Juni 2010 (2)
  5. Analisa Bursa Juni 2010 (1)
Read more from Analisa, Analisa IHSG

Share your thoughts, post a comment.

(required)
(required)

Note: HTML is allowed. Your email address will never be published.

Subscribe to comments