Skip to content

3 Langkah Mudah Memilih Saham Sendiri

March 26th, 2010

Dosen

happy_people2

Anda baru saja masuk ke bursa saham dan Anda bingung saham mana yang mau Anda beli? Anda mendengarkan para analis, teman Anda, saudara Anda, posting blog, facebook, dan lainnya?  Jangan.

Setelah Anda selesai membaca artikel ini, Anda akan dapat memilih saham Anda sendiri dan yakin dengan pilihan Anda. Bahkan, akan ada orang-orang yang menganggap Anda seorang ahli.

Anda akan membutuhkan Microsoft Excel sebagai pengolah data.

Baiklah mari kita mulai.

Langkah Pertama, Anda harus memegang para “pemain besar”. Bagaimana cara mengetahui siapa pemain besar dan siapa pemain kecil? Cara yang paling pasti adalah dengan melihat kapitalisasi pasarnya.

Anda bisa mendapatkan filenya di sini: kapitalisasi-pasar-bei-16-desember-2009. (klik kanan, save as)

Setelah Anda mendapatkan data tersebut, Anda harus mengimpornya dulu ke Excel. Atau kalau tidak sempat, download saja file excelnya di sini.

Ada sekitar 400 saham di Bursa Efek Indonesia. Urutkan kapitalisasi pasarnya dari yang terbesar hingga yang terkecil. Kemudian Anda ambil 40 saham teratas dan buang sisanya.

Sekarang Anda mempunyai 40 kandidat, atau 10% saham yang berkapitalisasi besar. Dan kita masuk ke langkah kedua.

Langkah Kedua, Anda buka Yahoo Finance dan cari saham yang sedang trend naik. Bagaimana cara mengenali trend naik? Silakan Anda baca di tulisan mengenai analisa teknikal.

Singkatnya, Anda ingin mencari saham dengan gambar kira-kira seperti ini:

Contoh Uptrend Paling Jelas di Saham ADRO

Cara paling mudah adalah Anda print terlebih dahulu daftar ke-40 saham Anda dengan kapitalisasi pasar terbesar. Kemudian Anda ke Yahoo Finance dan Anda masukkan satu-per-satu kode sahamnya di dalamnya. (ingat ada akhiran .JK) Gunakan panduan kami. Lakukan sekarang.

Langkah Ketiga. Anda harus lakukan terlebih dahulu langkah kedua. Jika belum Anda tidak bisa melakukan langkah ketiga. Jika Anda sudah mendapatkan setidaknya enam saham, maka yang perlu Anda lakukan adalah mengikutinya setiap hari dan melihat tiga candlestick terakhir dari saham incaran Anda dengan tiga prinsip berikut:

Jangan beli ketika harga sedang jatuh (lilin gelap dua atau tiga hari berturut-turut).

Jangan beli ketika harga sudah naik terlalu tinggi (jauh di atas pita warna abu-abu/Bollinger Band) tanpa volume. (garis-garis di bawah pendek)

Beli ketika harga berbalik di dekat garis merah (MA 20).

Nah, sekarang Anda tahu cara mudah memilih saham sendiri… dengan mudah. Jadi, pecat saja broker dan manajer investasi Anda. :)

“A man cannot be comfortable without his own approval.”

~Mark Twain

Anda baru saja masuk ke bursa saham dan Anda bingung saham mana yang mau Anda beli? Anda mendengarkan para analis, teman Anda, saudara Anda, posting blog, facebook, dan lainnya?

Jangan.

Setelah Anda selesai membaca artikel ini, Anda akan dapat memilih saham Anda sendiri dan yakin dengan pilihan Anda. Bahkan, akan ada orang-orang yang menganggap Anda seorang ahli.

Anda akan membutuhkan Microsoft Excel sebagai pengolah data.

Baiklah mari kita mulai.

Langkah Pertama, Anda harus memegang para “pemain besar”. Bagaimana cara mengetahui siapa pemain besar dan siapa pemain kecil? Cara yang paling pasti adalah dengan melihat kapitalisasi pasarnya.

Anda bisa mendapatkan filenya di sini: kapitalisasi pasar bei. (klik kanan, save as)

Setelah Anda mendapatkan data tersebut, Anda harus mengimpornya dulu ke Excel. Atau kalau tidak sempat, download saja file excelnya di sini.

Ada sekitar 400 saham di Bursa Efek Indonesia. Urutkan kapitalisasi pasarnya dari yang terbesar hingga yang terkecil. Kemudian Anda ambil 40 saham teratas dan buang sisanya.

Sekarang Anda mempunyai 40 kandidat, atau 10% saham yang berkapitalisasi besar. Dan kita masuk ke langkah kedua.

Langkah Kedua, Anda buka Yahoo Finance dan cari saham yang sedang trend naik. Bagaimana cara mengenali trend naik? Silakan Anda baca di tulisan mengenai analisa teknikal.

Singkatnya, Anda ingin mencari saham dengan gambar kira-kira seperti ini:

Cara paling mudah adalah Anda print terlebih dahulu daftar ke-40 saham Anda dengan kapitalisasi pasar terbesar. Kemudian Anda ke Yahoo Finance dan Anda masukkan satu-per-satu kode sahamnya di dalamnya. (ingat ada akhiran .JK) Gunakan panduan kami. Lakukan sekarang.

Langkah Ketiga. Anda harus lakukan terlebih dahulu langkah kedua. Jika belum Anda tidak bisa melakukan langkah ketiga. Jika Anda sudah mendapatkan setidaknya enam saham, maka yang perlu Anda lakukan adalah mengikutinya setiap hari dan melihat tiga candlestick terakhir dari saham incaran Anda dengan tiga prinsip berikut:

Jangan beli ketika harga sedang jatuh (lilin gelap dua atau tiga hari berturut-turut).

Jangan beli ketika harga sudah naik terlalu tinggi (jauh di atas pita warna abu-abu/Bollinger Band) tanpa volume. (garis-garis di bawah pendek)

Beli ketika harga berbalik di dekat garis merah (MA 20).

Nah, sekarang Anda tahu cara mudah memilih saham sendiri… dengan mudah. Jadi, pecat saja broker dan manajer investasi Anda. ^^

4 Comments

Post a comment
  1. sam #
    April 3, 2010

    Saluuuuuttttttttt……atas pelajarannya….! Two Thumbs Up, Bro…!

  2. daz #
    May 4, 2010

    thanksssss :) berguna banget buat newbie seperti saya :)

  3. prima #
    May 21, 2010

    thanks pak dosen, ilmunya benar2 bermanfaat, kebetulan saya sedang mencari artikel seperti ini untuk nambah ilmu biar gak newbie terus.

  4. sky #
    November 21, 2010

    bener2 to the point deh ngajarinnya…
    makasih pak dosen..

Leave a Reply

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS