Ooookay… karena melihat animo masyarakat yang haus berita, maka kami turunkan analisa saham DOID, mungkin juga untuk “menyelamatkan” beberapa orang, lumayan. Mohon dicatat bahwa saham ini tidak pernah masuk dalam watchlist kami, tapi layak dibahas sebagai bahan pelajaran bagi kita semua akan tiga hal. Apa saja itu?
- Jangan serakah;
- Jangan serakah;
- Jangan serakah.
Ada dua jenis trader yang untuk dari saham DOID, yaitu pemancing yang main swing, dan shorter. Sebelumnya kami kutip tulisan dari seorang yang sudah malang-melintang di dunia saham cukup lama. Kata dia begini di blognya:
Anda masih ingat saat diawal – awal DOID saya rekomendasikan untuk dibeli diharga 400 karena mau menuju 1500, banyak orang menganggap ini lelucon dan beberapa yang sadis menganggap saya GILA dan menyebut saham ini sampah ! Akhirnya saham ini terbang sampai 2300 dan ramai2 muncul analis dadakan, pengamat dadakan dan ramai2 melamar menjadi pegawainya karena ini akan jadi perusahaan BLUE CHIP…………….wah pokoknya lucu sekali, tapi biarlah VIER saja yang jeleknya asalkan memberikan manfaat bagi banyak orang dan kali ini saya mau memberikan clue lagi untuk saham ini, BELI setiap penurunannya secara partial sampai dengan bulan JUNI karena yang pasti setelah JUNI subholding perusahaan DOID ini akan mengakuisisi BERAU COAL dan akan membuat valuasi DOID naik dan yang pasti ini akan ditarik kembali diatas 2500 percaya atau tidak anda sendiri yang memutuskannya tapi jangan suka menghina yah karena saya takut nanti anda jadi penjilat ludah anda sendiri dengan bekerja sendiri di perusahaan ini nantinya, apakah akan disuspend pak kalau naik tinggi saham ini ? mudah2an nggak karena ini bukan saham tidur seperti SDRA, loh koq nggak pak ? Khan blue chip
NB : Collect dibawah 1000
Sumber: http://vierjamal.blogspot.com/2010/03/buy-point-doid.html
OK saya rasa cukup jelas ya. Dia menyarankan Anda bermain long term (enam bulan) di sebuah saham yang sedang downtrend. Dasarnya adalah rumor dan berita. OK, saya coba ambil rumor apa yang dia mau tangkap itu (sekarang sudah jadi berita):
Untuk Dipublikasikan Segera
Pada hari ini PT Delta Dunia Makmur Tbk (“Delta”) telah menandatangani term sheet yang tidak mengikat dengan Recapital Investment Group untuk Delta memperoleh saham mayoritas atas PT Berau Coal Energy (sebelumnya dikenal sebagai PT Risco) (“Berau Energy”) dan bagi Recapital, pemegang 100% saham atas Berau Energy, untuk menukar sebagian besar sahamnya di Berau Energy dengan kepemilikan saham dalam jumlah substansial pada Delta.
Transaksi ini akan menciptakan suatu bisnis berbasis batubara yang terintegrasi dan terkemuka di Indonesia dengan berbagai keuntungan operasional dan strategis untuk Delta dalam usaha jasa pertambangan. Transaksi tersebut akan mengintegrasikan secara vertikal PT Berau Coal (“Berau”) – saat ini merupakan perusahaan pertambangan batu-bara terbesar kelima di Indonesia – dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (“BUMA”) – saat ini kontraktor terbesar Berau dan dimiliki oleh Delta. BUMA diharapkan dapat memperoleh pangsa pasar yang lebih besar dan kontrak dengan jangka yang lebih panjang dari Berau, sementara Berau diharapkan dapat emiliki operasi yang lebih terkonsolidasi dan karenanya menjadi lebih efisien.
Transaksi ini akan dilaksanakan dengan pembelian oleh Delta atas Mandatory Exchangeable Bond (“MEB”) yang diterbitkan oleh pihak terafiliasi dari Recapital. MEB akan dapat ditukarkan menjadi saham di Berau Energy pada waktu yang ditentukan (diperkirakan sekitar April 2011) pada nilai yang didasarkan atas valuasi IPO yang akan dicapai oleh Berau Energy dimana proses IPO tersebut memenuhi kualifikasi IPO internasional. Delta berniat untuk membiayai pembelian MEB dengan menerbitkan saham baru setara kurang lebih Rp 10 triliun (atau kurang lebih US$1,1 milyar) saham melalui rights issue pada harga Rp 1.400 per saham (“Rights Issue”).
Berdasarkan term sheet, Recapital akan memperoleh saham dalam jumlah substansial di Delta melalui Rights Issue dan akan bertindak sebagai pembeli siaga pada Rights Issue. Para pihak akan bekerja bersama secara mendalam selama beberapa minggu ke depan untuk melakukan due diligence dan bernegosiasi dan menandatangani dokumentasi yang definitif sehubungan dengan penerbitan MEB. Ketentuan definitif atas transaksi, apabila telah difinalisasi, akan dikomunikasikan kepada publik dan dimintakan persetujuannya kepada para pemegang saham kami.
Delta adalah perusahaan induk BUMA, yang merupakan kontraktor pertambangan terbesar di Berau dan merupakan kedua terbesar berdasarkan volume di Indonesia, yang menyediakan jasa pertambangan berdasarkan kontrak jangka panjang kepada sejumlah produsen batu-bara terkemuka di Indonesia. Berau Energy adalah pemilik tidak langsung atas 90% saham Berau, perusahaan pertambangan batu-bara terbesar kelima di Indonesia dengan produksi batu-bara sebesar 14,3 juta ton pada tahun 2009. Berau melakukan usaha di pertambangan open-cut pada wilayah pertambangannya di Kalimantan Timur. Berau adalah klien terbesar BUMA dari segi pendapatan dan volume.
Jakarta, 30 Maret 2010
PT. DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Direksi
Sebelumnya sudah ada rumor ini (sekarang sudah jadi berita juga):
Right issue nya setiap 100 lembar pemegang saham lama berhak membeli 105 saham baru di harga Rp 1400
Nah, yang jadi masalah adalah tidak lama kemudian, ada berita ini (yang tidak pernah diperhatikan karena tidak disebarkan sebagai rumor):
Jakarta – PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) mengalami lonjakan rugi bersih sepanjang 2009 sekitar 1.527% menjadi Rp160,105 miliar dari perolehan tahun sebelumnya hanya Rp9,838 milair.
Demikian penjelasan manajemen Delta Dunia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/3).
Delta Dunia menguraikan, kerugian bersih ini lantaran pendapatan bersih perseroan tergerus 33,73% menjadi 6,350 miliar dari pencapaian sebelumnya Rp9,583 miliar. Sayang, beban pokok penjualan semakin memperkeruh penurunan pendapatan dengan beban sekitar Rp4,860 miliar. Beban usaha pun kembali melonjak 5.024% dari Rp4,975 milair kini melonjak menjadi Rp254,957 miliar.
“Walaupun masih merugi bersih, namun kami berhasil mencetak untung kurs 9.310% dari Rp3,500 juta melonjak sebesar Rp329,666 miliar,” demikian penjelasan manajemen.
Selain mengalami untung kurs, perseroan pun masih mencatat pertambahan nilai perseroan dengan meraih untung dari penjualan dan pelepasan aset bersih dari rugi Rp114,851 juta menjadi untung Rp20,848 miliar. Laba pra akuisisi pun mendatangkan untung sekitar Rp512,288 miliar.
Sayang perusahaan yang bergerak dalam bidang properti ini masih menyisihkan pinjaman bank yang membengkak dari Rp50 miliar kini berubah menjadi Rp321,480 miliar, utang jangka panjangnya pun menjadi Rp6,744 miliar, utang pajaknya pun naik dari Rp1,168 miliar menjadi Rp95,475 miliar. [san/cms]
Sumber:
http://www.inilah.com/news/read/ekonomi/2010/03/31/430561/doid-alami-rugi-bersih-bengkak-1527/
Nah… jadi sekarang lengkap sudah. Anda cerna dan coba pikirkan. Kalau kesimpulan kami sih: tetap, nggak layak trading karena di bawah MA50, apalagi untuk jangka panjang (enam bulan). Kami percaya Vier di atas bisa untung karena tentu saja dia bisa main swing 1000 sampai di atas 1200 kemarin, tapi yang mengikuti rekomendasinya? Selamat gigit jari! Mari kita lihat chartnya (dari Yahoo):
Chartnya Yahoo terlambat, tapi sekilas terlihat masih downtrend. Kemarin memang mantul, makanya pada ribut, dan pantulan kemarin benar-benar pantulan atau technical rebound saja. Trend jangka menengah dan panjang: masih turun!
Kalau kami sih mendingan ini aja deh.
Berdasarkan rumors dari sumber yang tidak layak dipercaya, beredar kabar BUMI dan DOID berencana untuk merger. Hasil dari merger ini akan membuahkan perusahaan baru nantinya dengan kode KOIT. Hehehehe…. . hari gini masih banyak mainan bagus koq nyarinya yg susah2 saja sih?
![]()
Sumber: obrolan-bandar@yahoogroups.com
Disclosure: Kami tidak main DOID.
Disclaimer: Kalau ternyata DOID tidak jadi koit, jangan salahkan kami juga karena sekali lagi, ini cuma analisa. Sekali lagi, DOID masuk watchlist pun tidak!!! Watchlist kami cuma Saham Unggulan 2010 ini.
Untuk Dipublikasikan SegeraPada hari ini PT Delta Dunia Makmur Tbk (“Delta”) telah menandatangani term sheet yang tidak mengikat
dengan Recapital Investment Group untuk Delta memperoleh saham mayoritas atas PT Berau Coal Energy
(sebelumnya dikenal sebagai PT Risco) (“Berau Energy”) dan bagi Recapital, pemegang 100% saham atas Berau
Energy, untuk menukar sebagian besar sahamnya di Berau Energy dengan kepemilikan saham dalam jumlah
substansial pada Delta.
Transaksi ini akan menciptakan suatu bisnis berbasis batubara yang terintegrasi dan terkemuka di Indonesia
dengan berbagai keuntungan operasional dan strategis untuk Delta dalam usaha jasa pertambangan. Transaksi
tersebut akan mengintegrasikan secara vertikal PT Berau Coal (“Berau”) – saat ini merupakan perusahaan
pertambangan batu-bara terbesar kelima di Indonesia – dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (“BUMA”) –
saat ini kontraktor terbesar Berau dan dimiliki oleh Delta. BUMA diharapkan dapat memperoleh pangsa pasar
yang lebih besar dan kontrak dengan jangka yang lebih panjang dari Berau, sementara Berau diharapkan dapat
memiliki operasi yang lebih terkonsolidasi dan karenanya menjadi lebih efisien.
Transaksi ini akan dilaksanakan dengan pembelian oleh Delta atas Mandatory Exchangeable Bond (“MEB”) yang
diterbitkan oleh pihak terafiliasi dari Recapital. MEB akan dapat ditukarkan menjadi saham di Berau Energy
pada waktu yang ditentukan (diperkirakan sekitar April 2011) pada nilai yang didasarkan atas valuasi IPO yang
akan dicapai oleh Berau Energy dimana proses IPO tersebut memenuhi kualifikasi IPO internasional. Delta
berniat untuk membiayai pembelian MEB dengan menerbitkan saham baru setara kurang lebih Rp 10 triliun
(atau kurang lebih US$1,1 milyar) saham melalui rights issue pada harga Rp 1.400 per saham (“Rights Issue”).
Berdasarkan term sheet, Recapital akan memperoleh saham dalam jumlah substansial di Delta melalui Rights
Issue dan akan bertindak sebagai pembeli siaga pada Rights Issue.
Para pihak akan bekerja bersama secara mendalam selama beberapa minggu ke depan untuk melakukan due
diligence dan bernegosiasi dan menandatangani dokumentasi yang definitif sehubungan dengan penerbitan
MEB. Ketentuan definitif atas transaksi, apabila telah difinalisasi, akan dikomunikasikan kepada publik dan
dimintakan persetujuannya kepada para pemegang saham kami.
Delta adalah perusahaan induk BUMA, yang merupakan kontraktor pertambangan terbesar di Berau dan
merupakan kedua terbesar berdasarkan volume di Indonesia, yang menyediakan jasa pertambangan
berdasarkan kontrak jangka panjang kepada sejumlah produsen batu-bara terkemuka di Indonesia.
Berau Energy adalah pemilik tidak langsung atas 90% saham Berau, perusahaan pertambangan batu-bara
terbesar kelima di Indonesia dengan produksi batu-bara sebesar 14,3 juta ton pada tahun 2009. Berau
melakukan usaha di pertambangan open-cut pada wilayah pertambangannya di Kalimantan Timur. Berau adalah
klien terbesar BUMA dari segi pendapatan dan volume.
Jakarta, 30 Maret 2010
PT. DELTA DUNIA MAKMUR Tbk
Direksi




mohon analisa saham bkdp dan masa trimakasih
tebakan Vier kali ini tepat lagi hehehe
dia bilang akumulasi sampai bulan juni jika dibawah 1000
dan walau rumor ttg akuisisi tdk benar tetap gw ambil dari 700 setidaknya sekarang sdh di 1050
sayangnya main saham bukan main tebak-tebakan…
suhu, saham bukan mainan kan, namun investasi,
membantu mengingatkan..he2,
salam