Skip to content

April 9, 2010

29

Membaca Trend Harga Saham Menggunakan Moving Average

adro-chart-crossing

Apa indikator yang paling akurat dari analis teknikal?  Yang merupakan dasar sekaligus senjata utama dari trend trader, dan juga dilihat baik oleh swing trader, scalper, contrarian, dan lain-lain.

Kalau Anda menjawab Moving Average (MA), Anda benar.  Moving Average, atau rata-rata bergerak adalah indikator yang paling sederhana, paling tua, dan paling mudah diartikan.

Moving Average memberikan petunjuk mengenai trend dan support resistance yang baik.

Kami harap Anda sudah mengerti cara menggunakan Yahoo Finance, yuk kita buka sekarang.

Ini chart ADRO sampai penulisan artikel ini:

Anda bisa mendapatkan chart yang sama tapi updated dengan mengklik link ini.

Chart tersebut menggunakan candlestick dengan Moving Average 50 hari yaitu yang garis hijau.  Pertanyaan pertama, kemana arah ADRO dengan hanya melihat MA50-nya?

Benar, ke atas.  Berarti trendnya sedang ke atas.  Begitu juga ketika MA tersebut berbelok ke bawah, atau mendatar, semuanya menunjukkan trend pada saat itu, apa bullish (uptrend), sideways (mendatar), ataukah bearish (downtrend).

MA50 juga menjadi patokan dalam jangka menengah Anda bisa berkata dengan pasti apakah saham tersebut sedang Bullish (harga di atas MA50), ataukah sedang Bearish (harga di bawah MA50), atau sedang di trading range (harga zigzag di MA50).

Ada dua peraturan yang baku mengenai cara menggunakan MA, yaitu:

  1. Beli ketika harga telah menembus MA50 ke atas;
  2. Jangan beli ketika harga masih di bawah MA50.  Apapun yang berada di bawah MA50-nya adalah judi.

Cara Menghitung Moving Average

Moving Average dihitung dengan menjumlahkan harga penutupan pada beberapa hari ke belakang dibagi dengan jumlah harinya.  Jadi MA50 adalah rata-rata bergerak 50 hari, didapat dengan menjumlahkan harga 50 hari ke belakang kemudian dibagi 50.  Sekarang ini sudah ada komputer yang mengerjakan perhitungannya secara otomatis, jadi Anda tidak perlu susah payah.

Beberapa Jangka Waktu Moving Average yang Umum Digunakan

Ada konvensi atau kesepakatan mengenai jangka waktu MA yang sering digunakan di dunia analisa teknikal, yaitu 5, 20, 50, dan 200.

  1. MA5 adalah rerata bergerak satu minggu bursa (lima hari), disebut juga MA jangka pendek, digunakan oleh swing trader.
  2. MA20 adalah rerata bergerak satu bulan bursa, disebut juga MA jangka menengah, digunakan oleh trend trader.  MA ini juga yang biasanya diambil menjadi garis tengah Bollinger Band.  Digunakan oleh trend trader.
  3. MA50 adalah rerata bergerak tiga bulan bursa, disebut juga MA jangka menengah, digunakan oleh trend trader.
  4. MA200 adalah rerata bergerak satu tahun bursa, disebut juga MA jangka panjang, digunakan oleh investor.

Kami trend trader, sehingga kami sangat nyaman dengan MA50 dan MA20.

Crossing Moving Average

Ada juga yang dikenal dengan crossing, yaitu perpotongan antara garis MA yang pendek dengan MA yang lebih panjang, contohnya perpotongan garis MA20 dengan MA50 pada chart berikut ini:

Jika MA20 (warna merah) memotong ke bawah MA50 (warna hijau), maka disebut dead cross.  Crossing ini berbahaya karena merupakan tanda entah dia mau sideways, atau malah downtrend.  Jika dead cross ini diikuti harga yang berada di bawah MA50, lebih baik ambil posisi flat (keluar dari saham itu dulu), bahkan sebenarnya jika harga sudah di bawah MA50, apalagi kalau MA50-nya uda nunjuk ke bawah (nggak perlu ada dead cross), ambil “asuransi”, keluar dulu duluan.

Tapi tunggu dulu.

Jika MA20 memotong ke atas MA50, maka kita sebut dengan golden cross.  Jika dead cross bukan merupakan sinyal jual yang baik (lebih kepada jaga agar jangan rugi), golden cross adalah selalu merupakan sinyal beli yang baik.  Jika Anda ingin membeli suatu saham hanya menggunakan satu indikator, pakailah golden cross MA20 dengan MA50, Anda jaga harga jangan sampai menembus MA50, dan harus pada akhirnya MA50 mengarah ke atas, Anda pasti untung! Syaratnya gampang, saham tersebut liquid.

Kami akan membahas sinyal jual dengan indikator lain.  Moving Average adalah sebuah indikator beli.

Beli ketika trend sedang naik.

Jangan beli ketika trend sedang turun.

Sederhana, dan menguntungkan.  Jika ada pertanyaan atau ada yang perlu ditambahkan, silakan isikan komentar.

Apa Bedanya Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA)?

Semua contoh di atas adalah Simple Moving Average yang sederhana, dengan pengerjaan seperti yang kami tuliskan di atas. Ada pertanyaan dari Luke tentang EMA, apa bedanya?

Para chartist tampaknya tidak pernah puas memperbarui dan membuat indikator-indikator baru, apalagi dengan bantuan komputer. Kadang indikator ini lambat, kadang cepat, dan sebagainya. Ini yang dikenal dengan nama “optimization” atau optimasi indikator (pembahasan tingkat lanjut).

Moving Average pada intinya adalah indikator yang sederhana dan “lambat”. Perubahan pada MA tidak akan terjadi tiba-tiba, tapi melalui proses sideways terlebih dahulu. Nah, ada saja yang punya ide untuk “mempercepat” sinyal dari indikator ini sehingga terciptalah indikator kedua yaitu Exponential Moving Average (EMA).

Cara menghitung EMA jauh lebih rumit daripada MA. Lihat rumus MA di atas bisa kami ceritakan tanpa rumus. Tidak begitu dengan EMA. Ini rumusnya:

EMA(current) = ( (Price(current) – EMA(prev) ) x Multiplier) + EMA(prev)

dimana Multiplier = (2 / (Time periods + 1) )

Tujuannya sudah dibilang tadi adalah membuat MA menjadi lebih “responsif”, caranya adalah dengan memberikan bobot yang lebih besar kepada data yang lebih baru, dan makin ke belakang datanya, efeknya makin kecil. Kalau SMA, bobotnya dianggap sama.

Secara teori baik, tapi hasilnya? Kalau menurut kami, kacau. Sinyal-sinyal banyak yang terlalu cepat dan menyalahi aturan MA. Banyak sinyal yang false, dan confidence (kepercayaan) kepada bacaan analisa teknikal malah menurun.  Ini contoh EMA untuk ADRO:

Adakah sinyal? Kami malah bingung…

MA adalah indikator “lambat”. Biarkan saja sesuai kodratnya. Untuk tujuan kita (trend trading), gunakan saja SMA, jangan EMA.

Ujian

Sekarang ujian, tolong Anda jawab, saham ini, berdasarkan MA-nya, apa tindakan Anda, dan mengapa?

(Artikel ini adalah bagian dari seri Belajar Saham)

Artikel terkait:

  1. Bermain Ping Pong Menggunakan Bollinger Band
  2. Analisa Teknikal Menggunakan Yahoo Finance
  3. Harga Saham
  4. The Average Man
  5. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
29 Comments Post a comment
  1. Sunnyday
    Apr 9 2010

    Jawab ah ….hihihi
    TA saham Doid diatas menunjukkan MA 20 sudah jauh dibawah MA 50. Keputusan yg ada skr sih jangan coba2 beli saham ini kecuali kalo mau gambling (ngelawan arus). Kita boleh beli kalo garis merah (MA 20) tembus garis ijo (MA50) n jika garis ijo nya udah ngarah ke atas juga.
    Kita gak usah cape2 nganalisa fundamental perusahaan kaya gini. Sekarang aja udah keliatan koq dari grafiknya bahwa perusahaan ini gak sehat.

    Reply
    • Apr 9 2010

      betul! 100 untuk Sunnyday. Calon jutawan nih! :)

    • May 14 2010

      Luar biasa mas…di mana ya mas kalo mau belajar mengenai kode atau simbol naik atau turun. terima kasih..

      sincerely
      syamchico

  2. Luke
    Apr 9 2010

    Pak Dosen mau nanya nih, di software saya adanya EMA (Exponen Moving Averange) lalu apa bedanya dengan MA? dan bagaimana cara menggunakannya? Trims

    Reply
  3. Apr 9 2010

    ok, ditambah di atas ya…

    Reply
  4. Sam
    Apr 9 2010

    Pak Dosen, Mau tanya, kemarin ini MACD(12,26) Golden Cross… apakah harus beli atau tetep flat?

    korelasinya apa dengan MA?

    Reply
  5. Apr 9 2010

    Saham apa ya? :)

    Korelasinya dengan MA? MACD adalah indikator yang menggunakan EMA (lihat di atas apa itu EMA). EMA 12,26 kebetulan adalah setting standar MACD.

    Tapi, MACD adalah indikator lebih canggih dari MA yang menunjukkan trend dan momentum sekaligus… makin canggih, tingkat kesalahan makin tinggi… (nanti dilanjutkan di bagiannya sendiri ya…)

    Reply
  6. juwita dewi
    Apr 9 2010

    Hi ! Salam kenal !
    Tindakannya : jual
    karena sudah terjadi dead cross dan MA mengarah ke bawah.
    Beli bila terjadi golden cross dan MA mengarah ke atas.

    Mau nanya dong sekalian :
    Untuk menganalisa suatu saham, ada begitu banyak indicator, bahkan kadang bertolak belakang.
    Indicator mana saja yang bisa kita jadikan pegangan untuk menganalisa suatu saham ?
    Terimakasih atas perhatiannya.

    Reply
    • Apr 9 2010

      100 juga untuk Juwita!

      Kalau Anda baca seri belajar saham ini nanti sampai habis (nanti!), arahnya adalah ke trend trading. Indikator yang utama adalah MA. Semua indikator yang lain digunakan untuk memaksimalkan keuntungan, tapi tetap tradingnya mengikuti trend. Pegangan saja pada trend, pasti selamat. Kami berani jamin! :)

  7. sam
    Apr 9 2010

    MACD dr saham DOID pak dosen…

    Indikatornya menunjukkan goldencross… Kebalikan dr MA… Hummmm bingung hehe

    Reply
  8. sam
    Apr 10 2010

    Wahhhhh….., top banget penjelasannya pak dosennnnn…..!

    bahkan untuk org o’on spt saya ini (he he he….) bisa ngerti…..!

    kenapa gak buat buku sekalian, pak…..biar anda tambah top dan banyak org tambah ngerti….setidaknya mengurangi angka kemiskinan gara-2 gak ngerti ba bi bu investasi saham…..

    tapi, thx atas kemurahan hatinya berbagi info hebat gini……(coba kalo para pejabat dan anggota dpr punya mental kayak anda gini….negeri ini pasti gak ngalor-ngidul lagi….!)

    Reply
    • teh oneng
      May 4 2010

      bener banget, penjelasannya mudah dimengerti. bahasanya gaul, kayaknya pak dosen masih muda deh! tapi ilmunya udah canggih bo! and hebatnya lagi, mau nge-share ama kita2. wah! pokonya top deh!
      nuhun pisan nya kang dosen :D

  9. halim
    Apr 23 2010

    juallll karna sudah menunjukkan dead cross

    Reply
  10. Djoko Sulomo
    May 2 2010

    Saya sering menggunakan MACD.
    Masalahnya sering diuji tingkat kesabaran saya.
    Terlalu buru2 melakukan cut loss, karena biasanya saya kombinasikan dengan Stohastic Oscillator. Saat SO memberi sinyal turun buru2 dijual. Memang perlu pengalaman dan kematangan.

    Reply
  11. Djoko Sulomo
    May 10 2010

    Mau nanya Pak Dosen.
    Apakah kiat2 MA yang dijelaskan bisa digunakan untuk trading jangka pendek sampai data tingkat seberapa ? Maksud saya sampai level data tiap 5 atau 10 menit.

    Reply
    • May 11 2010

      tidak bisa. ini untuk jangka menengah.

  12. phoenix
    May 15 2010

    Kami akan membahas sinyal jual dengan indikator lain. Moving Average adalah sebuah indikator beli.

    indikator jual nya menggunakan apa ya?
    thanks..

    Reply
    • May 16 2010

      pakai RSI bisa. :)

  13. herry
    May 24 2010

    pak dosen, sy cuma mau nany sebenarny dewa mau dibawa kemana tuh>………………
    pertambangan itu aj yg menurun tak ad pertunjukan rebound stlh right issue.
    apa fundamentalny ga sehat?
    terima kasih

    Reply
    • May 24 2010

      Terlalu banyak campur tangan dari pemegang saham pengendali bisa membuat sentimen negatif. Sementara ini kami lihat arahnya masih jelas akan ke bawah terus…dengan support terdekat 50…

  14. eltivia
    Jun 3 2010

    mau tanya pak dosen…
    kalau bolinger band upper nabrak ma 50 itu hal biasa atau tidak?(dengan arah menurun, ma 20 menurun, dan ma 5 keatas)
    trus cara baca swing index gmn ya?
    terimakasih….

    Reply
  15. anwi
    Jun 5 2010

    Wah Pak Dosen penjelasan tentang MA 20 dan MA 50, sungguh mantap,baiknya pak Dosen terbitin bukunya, aku akan pesan duluan he he. thanks Pak Dosen.

    Reply
  16. rizal
    Jun 9 2010

    ikut jawab ya…
    keputusannya sudah jelas JUALLL / JAUHI karena :
    1. MA 20 udah dibawah MA 50 dan jaraknya semakin jauh (MA 20 nya makin nyungsep)–> tidak ada tanda2 mau GC
    2. harga sudah dibawah MA 50

    tq

    Reply
  17. bpk
    Jun 10 2010

    Ikutan jawab juga ahhhhh…..:

    JUAL…….jauh dari Golden Cross………^_^

    sy pengen tau lebih detail mengenai MACD ? gm cara baca MACD ? (maklum masih newbie nih)

    Thanks pak dosen buat penjelasan & pembagian ilmunya

    Reply
  18. Nyoman
    Jul 7 2010

    Pak Dosen,
    Kalau golden cross selalu menjadi sinyal beli yang bagus, mohon tulisannya untuk membahas sinyal jual.
    Pakem pasar saham yakni cut loss pada saat turun dan let profit run ketika naik terlalu sulit untuk dilakukan yang terjadi adalah sering kebalikan. Menahan ketika turun (karena berharap akan naik lagi very very long time and ngabisin energi) dan segera menjual pada saat naik (karena takut akan turun lagi).

    Mohon tulisan / link mengenai sinyal jual yang mudah dipahami bagi nubie seperti saya ini.

    Salam
    Nyoman

    Reply
  19. Tarto
    Jul 28 2010

    Terimakasih ilmunya Pak.

    Reply
  20. Juanda
    Sep 3 2010

    Pak dosen, untuk daily trading efektif ga kalo pk MA?

    Reply
    • Sep 3 2010

      tidak.

Trackbacks & Pingbacks

  1. Fibonacci Retracement | Pojok Saham

Share your thoughts, post a comment.

(required)
(required)

Note: HTML is allowed. Your email address will never be published.

Subscribe to comments