Skip to content

Membaca Trend Harga Saham Menggunakan Moving Average

April 9th, 2010

Dosen

Apa indikator yang paling akurat dari analis teknikal?  Yang merupakan dasar sekaligus senjata utama dari trend trader, dan juga dilihat baik oleh swing trader, scalper, contrarian, dan lain-lain.

Kalau Anda menjawab Moving Average (MA), Anda benar.  Moving Average, atau rata-rata bergerak adalah indikator yang paling sederhana, paling tua, dan paling mudah diartikan.

Moving Average memberikan petunjuk mengenai trend dan support resistance yang baik.

Kami harap Anda sudah mengerti cara menggunakan Yahoo Finance, yuk kita buka sekarang.

Ini chart ADRO sampai penulisan artikel ini:

Anda bisa mendapatkan chart yang sama tapi updated dengan mengklik link ini.

Chart tersebut menggunakan candlestick dengan Moving Average 50 hari yaitu yang garis hijau.  Pertanyaan pertama, kemana arah ADRO dengan hanya melihat MA50-nya?

Benar, ke atas.  Berarti trendnya sedang ke atas.  Begitu juga ketika MA tersebut berbelok ke bawah, atau mendatar, semuanya menunjukkan trend pada saat itu, apa bullish (uptrend), sideways (mendatar), ataukah bearish (downtrend).

MA50 juga menjadi patokan dalam jangka menengah Anda bisa berkata dengan pasti apakah saham tersebut sedang Bullish (harga di atas MA50), ataukah sedang Bearish (harga di bawah MA50), atau sedang di trading range (harga zigzag di MA50).

Ada dua peraturan yang baku mengenai cara menggunakan MA, yaitu:

  1. Beli ketika harga telah menembus MA50 ke atas;
  2. Jangan beli ketika harga masih di bawah MA50.  Apapun yang berada di bawah MA50-nya adalah judi.

Cara Menghitung Moving Average

Moving Average dihitung dengan menjumlahkan harga penutupan pada beberapa hari ke belakang dibagi dengan jumlah harinya.  Jadi MA50 adalah rata-rata bergerak 50 hari, didapat dengan menjumlahkan harga 50 hari ke belakang kemudian dibagi 50.  Sekarang ini sudah ada komputer yang mengerjakan perhitungannya secara otomatis, jadi Anda tidak perlu susah payah.

Beberapa Jangka Waktu Moving Average yang Umum Digunakan

Ada konvensi atau kesepakatan mengenai jangka waktu MA yang sering digunakan di dunia analisa teknikal, yaitu 5, 20, 50, dan 200.

  1. MA5 adalah rerata bergerak satu minggu bursa (lima hari), disebut juga MA jangka pendek, digunakan oleh swing trader.
  2. MA20 adalah rerata bergerak satu bulan bursa, disebut juga MA jangka menengah, digunakan oleh trend trader.  MA ini juga yang biasanya diambil menjadi garis tengah Bollinger Band.  Digunakan oleh trend trader.
  3. MA50 adalah rerata bergerak tiga bulan bursa, disebut juga MA jangka menengah, digunakan oleh trend trader.
  4. MA200 adalah rerata bergerak satu tahun bursa, disebut juga MA jangka panjang, digunakan oleh investor.

Kami trend trader, sehingga kami sangat nyaman dengan MA50 dan MA20.

Crossing Moving Average

Ada juga yang dikenal dengan crossing, yaitu perpotongan antara garis MA yang pendek dengan MA yang lebih panjang, contohnya perpotongan garis MA20 dengan MA50 pada chart berikut ini:

Jika MA20 (warna merah) memotong ke bawah MA50 (warna hijau), maka disebut dead cross.  Crossing ini berbahaya karena merupakan tanda entah dia mau sideways, atau malah downtrend.  Jika dead cross ini diikuti harga yang berada di bawah MA50, lebih baik ambil posisi flat (keluar dari saham itu dulu), bahkan sebenarnya jika harga sudah di bawah MA50, apalagi kalau MA50-nya uda nunjuk ke bawah (nggak perlu ada dead cross), ambil “asuransi”, keluar dulu duluan.

Tapi tunggu dulu.

Jika MA20 memotong ke atas MA50, maka kita sebut dengan golden cross.  Jika dead cross bukan merupakan sinyal jual yang baik (lebih kepada jaga agar jangan rugi), golden cross adalah selalu merupakan sinyal beli yang baik.  Jika Anda ingin membeli suatu saham hanya menggunakan satu indikator, pakailah golden cross MA20 dengan MA50, Anda jaga harga jangan sampai menembus MA50, dan harus pada akhirnya MA50 mengarah ke atas, Anda pasti untung! Syaratnya gampang, saham tersebut liquid.

Kami akan membahas sinyal jual dengan indikator lain.  Moving Average adalah sebuah indikator beli.

Beli ketika trend sedang naik.

Jangan beli ketika trend sedang turun.

Sederhana, dan menguntungkan.  Jika ada pertanyaan atau ada yang perlu ditambahkan, silakan isikan komentar.

Apa Bedanya Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA)?

Semua contoh di atas adalah Simple Moving Average yang sederhana, dengan pengerjaan seperti yang kami tuliskan di atas. Ada pertanyaan dari Luke tentang EMA, apa bedanya?

Para chartist tampaknya tidak pernah puas memperbarui dan membuat indikator-indikator baru, apalagi dengan bantuan komputer. Kadang indikator ini lambat, kadang cepat, dan sebagainya. Ini yang dikenal dengan nama “optimization” atau optimasi indikator (pembahasan tingkat lanjut).

Moving Average pada intinya adalah indikator yang sederhana dan “lambat”. Perubahan pada MA tidak akan terjadi tiba-tiba, tapi melalui proses sideways terlebih dahulu. Nah, ada saja yang punya ide untuk “mempercepat” sinyal dari indikator ini sehingga terciptalah indikator kedua yaitu Exponential Moving Average (EMA).

Cara menghitung EMA jauh lebih rumit daripada MA. Lihat rumus MA di atas bisa kami ceritakan tanpa rumus. Tidak begitu dengan EMA. Ini rumusnya:

EMA(current) = ( (Price(current) – EMA(prev) ) x Multiplier) + EMA(prev)

dimana Multiplier = (2 / (Time periods + 1) )

Tujuannya sudah dibilang tadi adalah membuat MA menjadi lebih “responsif”, caranya adalah dengan memberikan bobot yang lebih besar kepada data yang lebih baru, dan makin ke belakang datanya, efeknya makin kecil. Kalau SMA, bobotnya dianggap sama.

Secara teori baik, tapi hasilnya? Kalau menurut kami, kacau. Sinyal-sinyal banyak yang terlalu cepat dan menyalahi aturan MA. Banyak sinyal yang false, dan confidence (kepercayaan) kepada bacaan analisa teknikal malah menurun.  Ini contoh EMA untuk ADRO:

Adakah sinyal? Kami malah bingung…

MA adalah indikator “lambat”. Biarkan saja sesuai kodratnya. Untuk tujuan kita (trend trading), gunakan saja SMA, jangan EMA.

Ujian

Sekarang ujian, tolong Anda jawab, saham ini, berdasarkan MA-nya, apa tindakan Anda, dan mengapa?

(Artikel ini adalah bagian dari seri Belajar Saham)