Skip to content

Ulasan IHSG Mei 2010 (3)

May 16th, 2010

Dosen

logo-ihsg

IHSG memasuki trading range.  Maksudnya apa?  Kami jelaskan di bawah.

Ada  tiga jenis trend, yaitu uptrend, downtrend, dan sideways.  Dimana IHSG sekarang?  Sideways, atau tidak ada trend.  Kenapa kami bilang begitu, mari kita pelajari chart di bawah (klik untuk lebih jelasnya):

Minggu lalu IHSG cuma satu hari tutup di bawah MA50-nya, dan langsung kembali ke atas MA50 dengan volume lumayan.  Istilah teknisnya “technical rebound”.  Karena MA yang kami gunakan adalah simple moving average yang terlambat, maka di grafik di atas masih uptrend untuk jangka panjang, artinya harapan masih ada.  Tapi… beberapa trader yang menggunakan EMA, MA trader tersebut sudah mendatar… artinya, sudah sideways.

Sudah kami jelaskan bahwa kita biarkan indikator terlambat, tetapi pikiran kita harus tetap maju dan jeli membaca pasar.  MA20 sudah menurun.  Artinya trend jangka menengah sudah turun.  Ketidaksesuaian trend ini menyebabkan harga akan bergerak liar karena ketidakpastian, tapi tidak kemana-mana.  Inilah yang kami namakan trading range.

Trading range:  jarak dimana harga bergerak liar tetapi tanpa pergerakan yang berarti.  Trend trader harus siap minggir.  Swinger akan sangat senang dengan keadaan ini dimana mereka bisa masuk keluar dengan cepat dan mendapatkan keuntungan tanpa takut “ketinggalan kereta”, wong kapalnya cuma diayun-ayun tapi nggak jalan-jalan koq…

Trading range IHSG minggu depan berada di antara 2800 sampai 2900.

Terus, rencana trading kita sebagai trend trader gimana nih Pak Dosen?  Yah, kita ikuti saja garis MA50-nya.  Selama itu tidak tembus, maka posisi boleh tetap dipertahankan sampai harga bisa menembus MA20, atau golden cross baru boleh tambah posisi.  Kalau tembus gimana?  Segera jual baik cuan maupun loss!  Semoga Anda masih cuan jika MA50-nya ternyata tembus.

Haruskah Anda banting setir jadi swinger?  Oh, jangan! Ilmunya beda, dan komitmen waktunya juga jauh lebih besar, sehingga faktor judgement error akan menghalangi Anda mendapat untung, malah bisa buntung.  Stick to your game.

Hepi cuan.

12 Comments

Post a comment
  1. May 16, 2010

    wah ini yang ditunggu, berita baru dari pak dosen, trims pak, artikelnya sangat membantu untuk pemula seperti saya :)

  2. dimas #
    May 16, 2010

    terima kasih pak dosen atas bantuan analisanya…tapi pak sementara ini posisi beberapa saham saya masih minus antara lain KLBF, PGAS, ADRO, Sementara BUMI sudah Plus kalau menurut pak dosen sementara ini take Profit dulu untuk BUMI atau tetap HOLD, sementara yang lainnya perlu keluar, perampingan jumlah atau tahan tunggu Breakeven atau profit, karena saya kuatir kondisi yang kelihatannya masih labil.
    Sementara rencana saya untuk besok saya akan take profit BUMI separoh di 2500 dan order Sell 2525 semua, sedangkan KLBF akan Breakeven separoh jumlah saham di 1960 dan take profit semua di 2000. sedang ADARO akan Breakeven separoh jumlah saham di 2150 dan PGAS kelihatannya masih jauh dari Breakeven sehingga saya masih bingung belum punya rencana. Bagaimana tanggapan bapak tentang rencana saya itu?
    Terima kasih pak atas bantuannya

    • May 17, 2010

      halo Dimas,

      waktu masuk, rencana cut lossnya dimana? ikuti saja pedoman Bapak itu kalau sudah ada. rencana trading harus mutlak sudah ada sebelum masuk posisi sehingga jika harga bergerak tidak bingung.

      tapi kalau belum ada boleh ikuti pedoman ini… secara sederhana, sebaiknya cutloss (“asuransi”) jika MA50 di masing-masing saham tertembus. lihatnya setelah pasar tutup tapi yah, jangan buat keputusan intraday kalau pakai “cara Pojok Saham”. kalau belum yah, biarin aja deh. :) masuk kembali kalau harga nembus ke atas MA50 lagi.

      yang lucu, kenapa Anda bisa masuk posisi di PGAS padahal harga sudah di bawah MA50??? plus dead cross MA20-MA50 lagi… Anda bisa buktikan sendiri dari pengalaman Anda di PGAS, kalau harga sudah di bawah MA50…

  3. sam #
    May 16, 2010

    No More Comment BUT Extraordinary….!…ulasan-ulasan pak dosen selalu singkat, ringan, sederhana namun mudah dipahami…..benar-benar gak keliru anda dipanggil pak dosen….atau memang anda dosen beneran….???

    siapapun anda….dua jempol untuk ulasannya…dan juga kemurahan hatinya berbagi info dan pengetahuan….!

    salam sukses….!

  4. dimas #
    May 18, 2010

    terima kasih pak dosen….atas pencerahannya, maklum pak saya baru nemukan website pojok saham ini belum lama, sebelumya saya sudah terlanjur masuk PGAS dan saya menemukan kesalahan ini, saat itu masuk di nilai 4150 dan salahnya lagi saya everage sampai di 3950 berharap akan naik dan sekarang saya diamkan saja. tapi untung saya masuk nggak terlalu banyak…sehingga masih tenang-2 saja maklum treder pemula masih perlu banyak belajar dari pak profesor. semoga ini bisa menjadi pengalaman yang berharga

  5. aurel #
    May 19, 2010

    Pak dosen ASII arahnya bagaimana y….kira2 bisa masuk di harga berapa ? Thx

    • May 20, 2010

      sabar saja Pak, sudah di bawah MA50. kalau dia berbalik beli di atas MA50, yaitu di 43000, cuma pastikan MA50-nya tidak sedang nunjuk ke bawah. kalau tidak tunggu sampai 33000 aja.

  6. May 20, 2010

    Met pagi pak, saya Gunawan.
    Mohon sekiranya diperkenan untuk berkenalan dan ikut belajar bersama pada web ini
    Pada intinya, web ini adalah ‘Luar Biasa’ dengan ikhlas mau ‘Berbagi’ ilmu dengan lainnya terutama untuk kita yang masih dalam tahap belajar
    Semoga sukses selalu, ya pak.
    Makasih

  7. arif hadianto #
    May 20, 2010

    suhu,
    adro di posisi 1910? bisa kah speculative buy?
    karena saya kemarin cut cuan loss di 2075.

    thanks,

    regards,

    Arif

    • May 20, 2010

      belum waktunya.

Trackbacks & Pingbacks

  1. Benteng Terakhir IHSG | Pojok Saham
  2. Analisa Bursa Juni 2010 (1) | Pojok Saham

Leave a Reply

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS