Skip to content

Spekulasi

May 24th, 2010

Dosen

coins

Lho, koq katanya full cash di analisa mingguan, tapi kenapa ada rekomendasi BUY?  Dua saham lagi.  He he he…kami sedang setengah mengkontradiksi diri sendiri dengan menjadi swinger. Bukankah  kalau mau maju, kita harus terus mencoba menembus comfort zone? Kalau kemarin-kemarin kita cari “uang besar” sekarang kita coba cari “receh”, yang kalau dikumpulkan banyak juga.

Ada waktunya trend trading, ada waktunya juga spekulasi. Sekarang ini BEI adalah negaranya spekulan (“swinger“).

Sebelum posting ini dapat Anda temukan grafik ADRO dan ELSA yang kami lihat ketika pasar sedang berjalan (bukan posisi penutupan).  Keduanya menjadi target spekulasi jangka pendek saat ini, bukan karena dicari, tapi karena “kebetulan” kesempatan itu terlihat.  Target Price (“TP”) yang kami tuju tidak muluk-muluk, keduanya masih di bawah MA20.  Begitu juga dengan level Stop Loss (“CL”) yang dekat.  Jangka waktu spekulasi lebih cepat (di bawah satu minggu).  Ini bukan berarti lebih mudah untuk mendapatkan keuntungan, karena juga lebih beresiko.

Kalau biasanya untuk trend trading kita boleh menaruh hingga 80% modal atau lebih di posisi-posisi saham, maka untuk spekulasi harus dibatasi total posisi sebesar 10-15% dari modal saja.  Dan kalau bisa, di akun terpisah.  Market mau main-main?  Yuk, mari…  Secara mental kita juga akan tetap siaga akan kesempatan yang ada di bursa jika kita memiliki sedikit posisi.

Pilihan spekulasi kami, ADRO dan ELSA anatominya sama.  Bidangnya energi.  Pada saat naik, didukung oleh volume yang besar.  Mau turun pun, harus menyentuh MA20-nya dulu.  Keduanya baru-baru ini ramai naik, dan saat ini sudah turun sangat mendekati support.

Tapi, bagaimana kalau market tetap melawan dan tidak memberi kesempatan technical rebound?  (ada kemungkinan, tapi kecil)  Yah, segera cutloss.  Maka, manajemen modal yang digunakan tidak boleh penuh.  Ambil saja resiko 0.3%-0.5% untuk setiap posisi.  Kalau trend trading kita bisa melonggarkan CL, di sini, CL harus cukup ketat, tapi masih bisa “napas”.

Yang salah adalah jika spekulan menggunakan full power karena berpikir “easy money”.  Oh tidak, bukan sama sekali.  Semakin beresiko sebuah posisi, posisinya harus semakin kecil.

Ingat, 10-15% dari modal, tidak lebih.

Tentang Bakrie 7

Sudah tidak perlu dibahas lagi (sudah dari dulu kan?).  Yang masuk sekarang bukan sedang spekulasi, tapi sedang nekad.

4 Comments

Post a comment
  1. sam #
    May 24, 2010

    pak dosen…saya agak trauma dgn elsa….waktu harga tinggi…620…saya masuk…sempat naik ke 640, kalau gak salah…saya hold….saya pikir bisa naik terus…eh, turun…tapi saya hold…kepikir akan naik lagi…saking keasikan hold, saya baru nyadar kalo harganya dah nyungsep ke 520….akhirnya saya CL….!

    sakit hati memang….tapi, ngelihat harganya sekarang…saya malah sorak….!…tapi, pak dosen nyarankan untuk “nantang” lagi…masuk lagi….wah, masih keder nich…maklum mental pemula…ha ha ha…

    anyway…thx a lot for the advice….!

    • May 25, 2010

      bagus kan CL? jadi sekarang-sekarang ini bisa lirik lagi. :)

  2. sam #
    May 24, 2010

    yang masuk B7…itu mah dah bosen dgn duit….!

  3. pengikut dosen #
    May 25, 2010

    betul sekali pak dosen… angkat topi…coba kalo dari dulu tau blog ini… gua kagak cut lose mulu..hauhua

Leave a Reply

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS