Sangat sedikit orang yang bisa melakonin trading dengan baik dan benar. Banyak trader pemula, setiap hari menatap layar monitor, karena ilmu belum cukup, cuma bisa dugem (duduk gemetaran) melihat harga naik turun nggak keruan tanpa pegangan (he he…).
Sebenarnya, ada cara mudah yang baik, Anda bisa memulai perjalanan investasi Anda dengan menjadi growth investor (atau Investor Sibuk). Tetap harus praktek, namun learning curve dan kehilangan modal Anda akan bisa dipangkas banyak, atau bahkan tidak perlu hilang sama sekali dengan belajar terlebih dahulu secara lengkap sebelum berinvestasi langsung. Investasikan waktu Anda sebelum modal Anda, sehingga Anda selalu bisa membuat informed decision, tidak perlu harus terus spekulasi buta atau ngikut rekomendasi saja.
Growth Investor
Pernah nggak coba tanya ke analis teknikal, kenapa yah saham ini naik? Kenapa turun? Dia pasti buka chart lalu tarik-tarik garis, dan bilang, ini support, ini resistance, ini MA, dan seterusnya. Bagi yang nggak ngerti sama sekali, mungkin akan bilang, “Orang ini ngomong apa sih? Koq beginian dipercaya…” Atau Anda berpendapat begitu setelah melihat beberapa bagian website kami? (he he…) Nanti kami tulis pembelaan untuk hal ini, tapi sekarang kita kembali ke laptop. Mungkin Anda belum bisa menerima konsep ini… yang ini lebih mudah. Kami jamin.
Kalau memang Anda ngiler akan kenaikan aset yang sangat cepat di pasar modal apalagi di negara berkembang macam Indonesia, tapi masih ragu masuk sendiri, Anda harus mulai investasi dengan menjadi growth investor. Apa itu growth investor? Ini kami copaskan perbandingan antara tipe investor satu dengan lainnya, dan trader:
Sumber: Investor Sibuk
Growth Investor secara spesifik mengambil jalan tengah. Anda akan belajar ramuan teknikal dan fundamental di level yang pas, dan kami sangat percaya bahwa sistem ini berhasil 100%, walaupun resikonya “cuma” Anda perlu sabar, karena sistem ini menghasilkan sedikit sinyal jual dan beli. Namanya juga Investor Sibuk. Anda tidak akan mau lebih sibuk lagi karena harus ngurusin saham siang dan malam. Sedikit sinyal itu baik, bahkan sudah sangat baik, yang penting untungnya besar!!! Dan kalaupun Anda mau jadi trader nantinya, pengendalian emosi atau sabar menunggu sinyal adalah tambahan modal yang baik.
Sebagai catatan, ilmu growth investing ini masih kami praktekkan bahkan sampai detik ini, walaupun sudah ada modifikasinya seiring pengalaman yang bertambah, yang sebenarnya sasarannya adalah titik jual yang lebih baik dari yang “standar”. Tapi penting, ketahui standarnya dulu sebelum modifikasi agar tidak asal jadinya! Mana bisa bangun rumah besar tanpa pondasi kuat? Mana bisa masuk SMP apalagi SMA, kalau SD dan TK saja belum lulus?
Sebelum Anda menginvestasikan uang Anda, investasikan dulu waktu Anda.
Mendapatkan keuntungan di pasar modal itu mudah, jika Anda tahu caranya. Tentu Anda sudah tahu, bagi trader, manajemen modal itu penting. Cut losses short, and let profits run. Jika trend sedang bagus, kami melakukan transaksi seminggu sekali. Jika market sedang acak-acakan, bisa setiap hari, tergantung pasar dan kesempatan serta hitung-hitungan resikonya.
Orang sibuk mana sempat nungguin pasar setiap hari. Kadang kalau ada gerakan, mereka sedang sibuk bekerja. Lalu bagaimana? Yah ini deh solusinya. Pakai sistem trading Investor Sibuk ini. Di dalamnya sudah disediakan “grey box” atau sistem trading yang lengkap untuk growth investing. Sudah diuji-coba, dan berhasil!
Kabar Baik dan Kabar Buruk
Kabar baiknya buat Anda, penulisnya (Ferdie Darmawan) sempat menulis sistemnya (dan merekam suaranya, dan membuat video) untuk mendidik Anda menjadi Investor Sibuk seperti dirinya, walaupun dia juga sibuk. Waktu yang digunakan untuk membuat paket pembelajaran ini perlu kita hargai, maka perlu bayar!
27 April 2010 lalu, produk ini masih setengah gratis karena sedang pre-launch. Kemudian launching di 18 Mei 2010. Kabar buruknya, harganya terus naik! Mungkin dia terbiasa melihat portofolionya naik sehingga dia meniru di jualannya juga. (he he…) Atau dia melihat komentar ada yang bilang harganya terlalu murah? (bisa juga…)
Tapi kembali kabar baik lagi, karena Ferdie orangnya “Darmawan” dia juga membuat harga khusus untuk 100 pembeli selanjutnya (terakhir kami cek). Jadi kalau Anda baca artikel ini, Anda harus cepat pesan tempat Anda sebelum kehabisan.
Seharusnya dengan range harga yang tercantum (masih) murah sekali… (tapi kami tidak tahu yah naik sampai gimana, kalau melihat kenaikan sahamnya Ferdie sih ngeri…) Kalau soal cost atau biaya, dengan modal Anda Rp.50 juta saja, lebih dari harga itu bisa rugi dalam sehari kalau salah posisi. Tapi kalau benar posisinya, bisa balik modal juga dalam sehari. Belajar dulu deh, sebelum masukin duit. Bener…
Mungkin ini merupakan investasi terpenting Anda, karena jujur, ini paket pembelajaran investasi terbaik se-Indonesia, karena orientasinya praktek, bukan cuma teori, apalagi omdo… Kami bangga menjadi afiliasinya. Plus, Anda bisa tanya help desk-nya langsung kalau ada yang nggak ngerti (yang sepertinya sulit untuk nggak ngerti karena paketnya sangat user-friendly dan mudah diikuti, dan tidak membosankan (pageturner). Mau tanya Ferdie juga bisa sih, tapi bayarnya lebih (platinum), yang ditujukan untuk orang-orang yang sibuk banget.
Oh ya, mungkin Anda tertarik, tapi minta bocoran, sayang sekali, tidak bisa bung, karena ini:
Kami mendapatkan profit sharing dari Ferdie jika Anda membeli produk ini setelah mengklik link Investor Sibuk dari website kami. Dan, biarpun Anda sedang bokek, pastikan Anda melirik produk gratis yang Ferdie tawarkan. :)







pak Dosen, emang benar bagus nehh buku?? ane sdh coba cek websitenya, namun terkesan terlalu jualan kecap ane jadi ragu apakah ada sesuatu yang baru atau pengulangan semata (isinya itu itu saja), saya pengalama beli buku investasi dgn judul yang bombastis namun ketika dibaca jauh menarik websitenya pak dosen ini
Halo Barry,
Terima kasih atas sharingnya dan pujiannya.
Pengulangan pasti ada, tapi tidak semata. Sistemnya Ferdie punya “gigi”.
suhu,
benar kata bro barry,
asal suhu rekomendasikan, saya mau beli, karena saya percaya suhu,
kepercayaan ini timbul karena banyak baca artikel di site pojoksaham.com ini, bagus2,
apalagi suhu yg tipikal orang mau sharing for free aja mau menulis artikel khusus tentang ebooknya ferdie,
saya yakin ada sesuatu yang baru untuk memberi warna pengetahuan kita,
salam,
pak arif.. biar dewa – dewa yang rekomendasikan juga tetap aja harus di cross cek dari pengetahuan kita,,, jangan langsung percaya. pak dosen juga manusia, tidak luput dari kesalahan. bener nggak pak dosen
wah kayaknya sudah 2 th main saham tapi belum kelihatan cuannya
apa yang salah/ mungkin terlalu takut untuk cut loss maka begitu IHSG anlok kerugian bisa mencapai 75.jt.apakah ada saran?
bro anwi… ikutin aja nasehat pak dosen.. banyak teori teorinya yang bagus dan masuk akal.. tapi yang utama adalah pengendalian emosi dan napsu kita untuk memutuskan beli atau jual saham tersebut.
Halo Pak Anwi yang sedang loss,
Untuk masalah Bapak yang selalu takut cutloss, solusinya adalah biasakan selalu ada rencana trading sebelum masuk posisi! Kenapa takut cutloss sebenarnya? Karena belum ada rencananya, secara mental Anda tidak siap. Kalau sudah ada rencananya, kami percaya, ketika level cutloss Anda tembus, Anda bisa langsung eksekusi!
Kenapa bisa jadi terlalu besar lossnya? Mungkin manajemen modal Anda belum benar. Sudah baca dua artikel di bawah ini?
http://pojoksaham.com/2010/04/15/2-aturan-manajemen-modal-yang-harus-anda-patuhi/
http://pojoksaham.com/2010/04/27/pentingnya-cut-loss/
Dan jika Anda trading, kalau bisa jangan terlalu banyak “ngarep”, trading apa yang Anda lihat (chart), jangan yang Anda “pikir”.
Kalau soal analisa, Anda perlu “nyicil” belajar, cari sistem yang paling sesuai dengan Anda dan gaya hidup Anda. Kalau memang tidak bisa memantau, ambil saham yang memang tidak perlu dipantau.
Semoga bisa membantu.
pak Anwi,
saya hampir sama dg bpk, tahun ini adalah tahun kedua saya investasi di saham, namun kalau ditotal dari awal sampai akhir, saya masih merugi, ada beberapa hal yang ingin saya berbagi terutama penyebab kerugian yang saya alami:
saham pertama yang saya beli adalah ISAT, mengalami manisnya masa bullish (mungkin keberuntungan seorang pemula, ikut2an namun untung,) dalam 2 minggu bisa untung hampir 20%.
kemudian saya memutuskan untuk terjun lebih total dalam investai saham ini baik dari sisi modal maupun waktu, saya coba banyak baca buku, artikel dan ikut beberapa kursus saham untuk pemula,
hasilnya, tetap merugi, sampai saya kehilangan hampir 50% modal,
setelah saya evaluasi ada beberapa hal yang membuat saya belum berhasil:
1. manajamen emosi saya belum tertata, mental saya masih mental bekerja, menganggap bahwa semakin sering transaksi maka akan semakin untung, tapi ternyata malah sebaliknya, saya sering merugi.
2. GREEDY / SERAKAH, karena ingin untung besar saya seringkali menggunakan credit transaction yang disediakan oleh broker, bukanya untung didapat, tapi malah merugi, ternyata ini sama saja menggali lubang kuburan sendiri.
3. disiplin yang kurang, baik disiplin ambil untung maupun disiplin cut loss, kadang menanti dan menanti, sehingga semuanya sering kali terlambat,
situs http://www.pojoksaham.com ini membukakan mata saya, saya banyak belajar, ada beberapa hal yang coba saya perbaiki:
1. memperlakukan saham bukan sebagai permainan namun bisnis atau investasi yang harus diperhitungkan untung dan ruginya.
2. menata hati dan emosi, sabar, baik saat menentukan entry point maupun taking profit.
3. tidak serakah dan takut berlebihan, jangan menggunakan kredit, atau transaksi diatas kemampuan, bukan hal bijak.
4. disiplin dalam taking profit maupun cut loss (misal taking profit 10% dan cut loss 5%), punya target baik rentang waktu maupun target investasi harus ditentukan.
5. manajemen resiko dan manajemen modal (seperti yang suhu pojok saham ajarkan, aturan 2% dan 6%).
6. selalu mau terbuka dan belajar hal – hal yang baru.
7. percaya diri dan percaya pada chart sewaktu ambil keputusan, baik ketika masuk maupun jual,
kalaupun saya banyak bertanya pada orang lain, itu hanya referensi saja, tetapi yang membuat keputusan kita sendiri.
8. saya yakin saya mampu berhasil untuk investasi di dunia saham,
CMIIW y, kalau ada yang ingin nambahi silahkan, mari berbagi pengetahuan,
salam,
Arif
Arif,
Jangan lupa, selalu buat rencana trading tertulis, dan selalu “let profits run”. Kami yakin, Anda akan jadi trader sukses nantinya!
bro pengikut dosen,
saya percaya pada orang yang mau berbagi pengetahuan secara gratis,
jarang ada orang tulus mau berbagi, dan itu suhu pojok saham (entah namanya asli suhu ini siapa, ha2
saya pun percaya jika kita mau berbagi pengetahuan, kita yang malah nambah pinter…he2
setuju banget bang arif
Buat Pak Dosen dan Pak Arif terima kasih atas sarannya,kayaknya memang saya harus berani ambil keputusan untuk cutt loss yang mana
selama ini sangat saya haramkan karena selama ini jika saham yang saya pegang sudah terjun bebas tetap saya pertahankan sampai titik darah terakhir dengan harapan akan naik lagi, tapi nyatanya harapan hanya tinggal harapan,selamat dan hidup untuk yang namanya cutt loss,he he
Pak, untuk posisi sekarang, jangan buru-buru juga cutloss kalau sudah terlalu dalam. Tentu semua ada caranya.
Cut loss, apalagi di harga dalam, pada dasarnya juga adalah sebuah posisi short (tapi barang sendiri). Anda tidak “buang” begitu saja itu saham. Di beberapa saham, koreksi besar juga menyimpan kesempatan besar. Anda harus pikirkan buyback juga kalau tidak mau rugi.
Hati-hati, dimana retail cutloss, di situ trader pro biasanya kembali membeli dan bermain.
Anda coba analisa dulu, apakah saham tersebut sudah menemukan support barunya? Jadikan ini pelajaran, lain kali jangan biarkan saham jatuh karena tidak ada rencana stop loss dimana.
Tapi sekarang, coba temukan supportnya saham nyangkut itu dan coba jual di harga yang lebih tinggi! Anda pasti bisa, Atau jual separuh dulu. Jangan cutloss sekaligus kalau ternyata support sudah dekat atau sudah mantul. Lakukan switching ke saham lain yang sedang bergerak naik.
Selama modal masih tersisa, kita masih bisa cuan, sedalam apapun ruginya sekarang. Yang penting, jangan jatuh di lubang yang sama terus menerus.
Salah satu lubang adalah: “pantang cutloss”. Buang itu jauh2 kalau mau jadi trader beneran. Ganti ini: “cut losses short, let profits run.”
Pak,
apakah benar paket ini berguna bahkan bagi kami yang masih ‘newbie’ dalam dunia per-saham-an?
need advise plz
Halo Putri,
Ilmu saham sebenarnya itu-itu saja. Teknikal dan fundamental. Tergantung Anda sasarannya apa dan waktunya berapa lama yang bisa disisihkan untuk berinvestasi, pendekatannya jadi berbeda-beda.
Kalau memang punya waktu sedikit, tidak bisa memantau pasar, paket pembelajaran ini memberikan bekal pondasi yang cukup untuk Anda mulai berinvestasi dan ditambah sistem trading yang low maintenance. Anda akan jadi “Growth Investor” dengan sistem ini.
Nanti, kalau sudah lancar yang ini, bisa tambah ilmu-ilmu lain, tidak masalah. Ya, paket ini sangat berguna bagi newbie.
Putri,
sedikit sharing, saya sudah membelinya, walaupun belum selesai membacanya,
apa yang ditawarkan fredi menarik dan menambah wawasan, terutama blueprint investasi flow chart yang dibuat tulisan tangan fredi, menarik dan mudah diikuti. ada beberapa hal baru ala fredi yang bisa memperkaya pengetahuan kita.
tips: jika baca buku fredi nanti yang runut, supaya logika kita tidak loncat2,
btw andai saja suhu pojok saham membuat buku kompas pedoma saham, saya fikir pasti menarik, karena apa yang dijelaskan suhu pojok saham selalu mudah untuk dicerna.
salam,
Terimakasih semua atas responnya.
Langsung berangkat deh…
Pak Dosen,
Mau nanya nih pak
Apakah konsep growth investor nya ferdi sama dengan konsep trend trader yang anda tuliskan di pojoksaham ini?
oya pak, posting tulisan dong pak tentang cara milih saham (stock picking) dari mulai awal / dari nol. Maksudnya, saya masih blajar dan udah agak tahu tentang analisa teknikal, tapi saya masih bingung bgimana cara memilih saham yang bagus…
thanks atas jawabannya
…
Pak Dosen,
Mau nanya nih pak
Apakah konsep growth investor nya ferdi sama dengan konsep trend trader yang anda tuliskan di pojoksaham ini?
oya pak, posting tulisan dong pak tentang cara milih saham (stock picking) dari mulai awal / dari nol. Maksudnya, saya masih blajar dan udah agak tahu tentang analisa teknikal, tapi saya masih bingung bgimana cara memilih saham yang bagus…
thanks atas jawabannya
Nampaknya Pak Dosen sudah mulai jarang untuk membalas pertanyaan dari penggemarnya he he.
RISE TO THE CHALLENGE !
Untuk pemula, mainkan saja ASII/GGRM/ITMG, tapi topang dengan analisa teknikal & support resistance …
ASII/GGRM/ITMG, merupakan ujian sesungguhnya dan pasti disertai faktor tekanan mental terberat … (bisa menang, LQ-45 akan jadi mainan yang mudah)
Tapi,justru (fakta dan bukan sombong), ASII/GGRM/ITMG yang membuat aku mampu gain banyak dalam sekejap …
Diluar 3 saham itu, ya macam “JUDI TOGEL SAHAM” …
ASII -> Rajanya sektor Industri …
GGRM -> Rajanya sektor Konsumsi …
ITMG -> Rajanya sektor Tambang …
“NEKAT + NYALI TINGGI + MENTAL BAJA + TIDAK KONYOL + HARGA WAJAR” -> kunci untuk menang dalam duel medan tempur VS asing dan bandar-bandarnya … (Hanya untuk ASII/GGRM/ITMG saja)