Skip to content

Fibonacci Retracement

May 30th, 2010

Dosen

Fibonacci Retracement adalah indikator kelas mahir.  Anda boleh bilang ini indikator paling absurd karena cuma menggunakan kombinasi angka-angka.  Tapi, kami bisa buktikan sebaliknya. :)

Sejarah Singkat

Fibonacci dinamakan begitu karena penemunya, Leonardo Fibonacci.  Mungkin awalnya dia iseng, menjumlahkan angka-angka secara berurutan.  Angka berikutnya adalah penjumlahan dua angka sebelumnya, begini jadinya deret Fibonacci itu:  0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, dan seterusnya.  Pokoknya Anda jumlahkan saja dua angka paling terakhir untuk mendapatkan angka setelahnya.  Jadi setelah 89 deret Fibonacci berikutnya adalah… betul, 55 + 89 = 144.

Apa Keistimewaannya?

Jika Anda bagi satu angka di deret tersebut dengan angka sebelumnya, maka akan didapatkan angka 1.618 (silakan coba), dimana reciprocalnya adalah 0.618 (0.618 x 1.618 = 1).  Angka tersebut adalah golden ratio dalam seni dan dalam tubuh kita,  serta di alam (kelopak bunga, kerang, lingkar pohon).  Ini adalah rasio ajaib alam, dan kita di pasar modal seolah-olah meniru alam, maka digunakanlah rasio Fibonacci tersebut.

Ada tiga angka fibonacci yang paling sering digunakan di analisa teknikal, yaitu 0.618, 0.382, dan 0.236.  Dua angka terakhir didapatkan dengan mengalikan 0.618 dengan angka sebelumnya.  Keistimewaan dari angka-angka ini adalah harga cenderung untuk memantul di angka-angka ini.

0.5 atau 50% sebenarnya bukan angka fibonacci, namun dimasukkan karena harga cenderung terus ke arah yang ditujunya setelah menembus angka ini, baik sebagai support maupun resistance.

Jika Moving Average adalah indikator terlambat, Fibonacci adalah indikator yang kecepetan.  Kita bisa dua-tiga langkah di depan dengan indikator ini.

Cara Menggunakan

Anda menggambar Fibonacci dengan menarik garis mengikuti trend (tidak, Yahoo Finance tidak bisa, Anda perlu software charting beneran untuk ini), atau, bisa juga pakai saja kertas dan kalkulator.

Contohnya dalam chart INCO berikut, sekilas mata sedang mau koreksi, waktu yang baik untuk masuk adalah di koreksinya nanti.  Karena sedang uptrend, gambarnya dari titik A ke titik B:

Jadinya begini:

Dalam trend yang kuat (naik atau turun), biasanya harga akan koreksi minimal sebesar 38.2% (maka namanya Fibonacci Retracement).  Boleh saja menyentuh angka 50%, atau bahkan 61.8%, tapi tidak boleh tembus dan level tersebut harus bertahan.

Chart dilanjutkan:

38.2%!!! Entry point, dengan support sangat dekat, ditambah hammer-hammer makin yakin deh…

Hasilnya: (wow!)

Kegunaan Lainnya

Fibonacci bisa mengkonfirmasi trend dan menggagalkan trend.  Jika harga menembus 61.8%, trend tersebut tidak lagi valid.

Contoh di saham TLKM ini (yang dianggap juga sedang uptrend – untuk sekarang):

Apakah 8700 itu murah?  Hah!  Tunggu dulu, itu sudah menembus Fib 61.8% (dan level 50%).  Ada baiknya menunggu!  (atau Anda sudah tahu selanjutnya?)

Ternyata hasilnya:

Turun terus setelah menembus 61.8% (makin murah lagi).  Jadilah downtrend.  Perhatikan bahwa garis Fib 61.8% akhirnya menjadi resistance sangat kuat dan terjadi double top di level tersebut.

Dengan pengetahuan ini, Anda mungkin lebih bisa membaca ulasan yang ini, dan trend mana yang kami mau balik dengan trading counter trend, dan level mana yang sedang kami incar sekarang.

Fibonacci adalah indikator yang paling tidak sempurna, namun juga (mungkin) paling powerful bagi seorang trader. :)

Contoh Lainnya

ADRO: menunggu retracement. (38.2%?)

Benar!

Dan sesungguhnya ada saham-saham yang diciptakan hanya untuk trader yang mahir (dan tangannya cepat).  TRUB salah satunya:

Retracement 38.2% bisa bertahan untuk sementara, namun ketika tembus, langsung mencari 61.8%.