“The average man doesn’t wish to be told that it is a bull or a bear market. What he desires is to be told specifically which particular stock to buy or sell. He wants to get something for nothing. He does not wish to work. He doesn’t even wish to have to think.”
- Jesse Livermore
Terjemahan bebasnya:
“Orang rata-rata tidak ingin diberitahu apakah ini adalah bull market atau bear market. Apa yang dia benar-benar inginkan adalah diberitahu secara spesifik saham mana yang harus dia beli atau jual. Dia menginginkan mendapatkan sesuatu secara gratis. Dia tidak ingin bekerja. Dia bahkan tidak ingin kalau harus berpikir.”
- Jesse Livermore
Catatan Kaki
Selalu dikutip dimana-mana, 85% trader bangkrut. Dalam statistik (salah satu ilmu tidak berguna), rata-rata dalam kurva dengan distribusi normal biasanya adalah sekitar 68%. 85% itu 17% lebih dari 68%!!! Berarti jauh lebih dari rata-rata trader itu bangkrut. Atau… dengan kata lain, “the average man” atau orang rata-rata dalam kutipan di atas PASTI BANGKRUT.
Bagaimana ciri ”the average man”?
- Ingin rekomendasi saham spesifik;
- Tidak mau bekerja (analisa);
- Tidak mau berpikir (belajar).
Anda sudah tahu tiga ciri “the average man”. Balik ketiga ciri tersebut, dan kami yakin, Anda akan berada di tempat pemenang. Kalau Anda mau jadi pemenang, jauhi CNBC, jauhi FB, jauhi rekomendasi, jauhi forum, jauhi blog, jauhi “guru”, jauhi “insider”! Rasakan pasar berada di fase mana, analisa saham-saham kesukaan Anda dengan baik dan jeli, tetapkan rencana trading yang baik (tidak perlu sempurna), eksekusi, dan duduk diam. Belajar dan terus asah ilmu Anda agar Anda bisa mandiri.
Jangan jadi “rata-rata”.



wah.. saya nggak setuju banget tuh,,, kalau di suruh jauhin blog.. berarti saya nggak bisa ikutin pojok saham donk..
I will suhu..
but I love your article, it is make me to be open minded,
matur suwun
wah.. u talkin bout me yah
Always ask
. what to buy ?
. when to sell ?
. should i buy that, it looks good ?
. when i should cut loss ?
saya rasa blog anda tidak masuk kategori blog yang ‘harus dijauhi’, karena dengan membaca tulisan-tulisan di blog anda, telah membuat kami para newbie membuka mata tentang dunia saham…
thank you dosen…
Thanks Suhu, artikel yg bagus, meski to be frankly saya tidak setuju sepenuhnya.
My point is view adalah saya setuju kita harus belajar dan melakukan analisa sendiri baik teknikal maupun fundamental. Tapi selain itu, kita juga butuh info bandar, insider, guru ataupun rekomendasi untuk menambah wawasan, jika sejalan dengan analisa kita maka akan memperkuat eksekusi kita, sedangkan jika bertentangan dengan analisa kita maka akan menjadi pembelajaran kita lagi.
Yg paling penting bukan profit atau loss-nya, melainkan kita tahu alasan kenapa bisa profit atau loss. Guru yg terbaik adalah pengalaman kita sendiri, ditambah belajar dari pengalaman orang lain.
Pak Dosen(Suhu) saya biasanya cuan 1-2%sudah dilepas,berkat nasihat Suhu, saya punya BBTN di harga Rp 1.460. kemarin sudah di Rp 1.570. menurut suhu apakah sudah saatnya ambil cuan?
Thanks
BBTN: naikin trailing stop ke MA5 (sekarang di 1540), kalau nggak tembus, hold terus…let profit run.
Mantap Sarannya Pak Dosen.
saya seorang pemula dan ingin belajar saham lebih dalam lagi