Skip to content

Jago atau Just Lucky?

June 4th, 2010

Dosen

livermore

Kita sudah selesai yah bahas bahwa memang Anda harus selalu mandiri dan tidak menunggu rekomendasi dari siapapun.  Sekarang kita bahas apakah main saham itu perlu keahlian atau cuma perlu keberuntungan.  Apakah orang-orang paling sukses di pasar modal  memang ahli dalam bidangnya (membaca chart atau membaca fundamental), atau cuma beruntung?

Secara singkat, jawabannya adalah untuk sukses Anda akan perlu keduanya.  Tapi kalau Anda pikir lebih lanjut lagi, cuma satu dari dua yang bisa Anda kendalikan secara sadar:  keahlian Anda.  Coba kendalikan keberuntungan Anda…

Kami akan ambil contoh dua orang yang cukup terkenal yaitu Jesse Livermore dan Warren Buffett.  Tentukan dulu pilihan Anda siapa yang jago dan siapa yang just lucky…

Jesse Livermore

Kita semua (sebagai trader) harus belajar dari JL.  Tidak bisa ditawar lagi.  Ilmunya sangat solid dan merupakan kunci trading di pasar modal dengan menguntungkan.  Dia mulai dari usia sangat muda, dari nol.  Pada usia 15 tahun, uangnya US$1000.  Dia mengalami dua kali crash di pasar modal, 1907 dan 1929.  Tapi jangan pikir dia rugi di kedua crash tersebut, karena dia mengambil posisi short di keduanya, dan uangnya berjumlah US$3 juta di tahun 1907 dan US$100 juta di tahun 1929, menjadikan ia orang terkaya di Amerika pada saat itu.  Jesse Livermore adalah Warren Buffett di awal abad 20.

Livermore first became famous after the Panic of 1907, when he sold the market short as it crashed. He noticed conditions where a lack of capital existed to buy stock. Accordingly, he predicted that there would be a sharp drop in prices when many speculators were simultaneously forced to sell by margin calls and a lack of credit. With the lack of capital, there would be no buyers in sight to absorb the sold stock, further driving down prices. After the crash and its aftermath, he was worth $3 million.

Livermore continued to make money in the bull markets of the 1920s. In 1929, he noticed market conditions similar to that of the 1907 market. He began shorting various stocks and adding to his positions and they kept declining in price. When just about everyone in the markets lost money in the Wall Street crash of 1929, Livermore was worth $100 million after his short-selling profits.

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Jesse_Lauriston_Livermore

Dan, Anda tahu, JL mendapatkan semuanya dengan menginvestasikan uangnya sendiri… dari NOL.

Guru JL?  Pengalaman.  Dia lari dari ayahnya di desa dan bekerja serabutan sebelum “bertaruh” di pasar modal.

Warren Buffett

WB mungkin adalah icon pasar modal yang paling dikenal orang di abad 21.  Dan status selebritis di abad informasi ini sangat menguntungkan.  Percayalah… (sampai pada momen ketika kemunculan Anda semata bisa membuat Dow naik 2%)

WB mulai berinvestasi di usia muda juga, pada usia 11 tahun.  Namun karirnya sebenarnya dimulai ketika dia mulai menginvestasikan uang orang lain di tahun 1956, setelah beberapa tahun lulus kuliah.  Uangnya sendiri cuma US$100.  Oh ya, sebelumnya dia belajar dengan mentornya yang kurang terkenal yaitu Benjamin Graham.  Dan WB, menurut pengakuannya sendiri adalah pengikut setia Benjamin Graham.  Kenapa WB lebih kaya?

Jawabannya ada di chart.  1956 Dow Jones breakout dari high sebelumnya (sebuah konfirmasi teknikal):

Dan dari sana, Dow bergerak dari di bawah 500 ke empat digit (dan lima digit sekarang).  Perhatikan chart di atas adalah log chart.  Efeknya sangat sangat besar di dalam uang Anda jika Anda ikut di tahun 1956.  Ya, jika Anda menginvestasikan uang Anda sendiri mulai tahun 1956, Anda akan menjadi kaya juga.  Dijamin!

Kembali ke WB.  Setelah berhasil melipatgandakan uang orang lain, tentu saja banyak orang yang berbondong-bondong mencarinya, dan itu berlangsung bertahun-tahun, sebelum dia menutup pintu masuknya dan melikuidasi semua asetnya (cash-out) untuk mulai investasi dengan uangnya sendiri (pada waktu itu sudah cukup banyak).

Dan setelah uangnya cukup banyak dia membeli pabrik tekstil bangkrut (Berkshire), pabrik permen, sebuah koran (kalau tidak salah), furniture, perusahaan asuransi milik Ben Graham, dan lainnya.

Tunggu.  Perusahaan asuransi?  Untuk kedua kalinya dia punya akses ke banyak uang orang lain…  Dan tunggu, Ben Graham mentor Buffett?  Dibeli perusahaannya oleh Buffett?  Bagaimana murid bisa mengalahkan guru?  Dengan menyalahi aturan gurunya.  ”Jurus” Ben Graham adalah membeli saham di bawah nilai fundamentalnya, tapi ketika sudah sampai, dia jual.  Buffett, membeli saham di bawah harga fundamentalnya, dan buy and hold selamanya.

Terbukti dari chart, Buffett benar (pada saat itu).  Dia pasti tidak mau mengakui bahwa dia seorang chartist, tapi ya, tindakan kami pasti sama dengan Buffett pada saat itu.  Pasti.  Begitupun JL kalau dia masih hidup di tahun 1950.

Kembali ke Livermore

Jesse Livermore bunuh diri pada tahun 1940.  Tidak pernah disebutkan kenapa, tapi kemungkinan dia depresi.  Kenapa?  Kita tidak akan pernah tahu.  Dia meninggalkan warisan, sebuah buku “How To Trade In Stocks” dia tulis dan terbitkan di tahun 1939, sebelum dia bunuh diri.

Setelah menjadi orang terkaya di Amerika, dia bangkrut, kenapa, tidak ada yang pernah menulis atau mengcover, tapi kalau kita perhatikan lebih lanjut, ada yang aneh di satu waktu tahun 1933:

The police are called when Jesse Livermore apparently goes missing. One day after disappearing he returns home, walking unsteadily. He says he spent the night in a hotel and awoke with a blank mind. Reading newspaper headlines about his disappearance brought him to his senses. His doctor’s verdict: “Amnesia nervous breakdown.”

Livermore juga manusia.  Dia tidak akan mampu bertahan jika ada yang bermain dengan otaknya.   Apakah ada yang menculiknya (pemerintah, mafia)?  Dia kena penyakit?  Stres diceraikan istri?  Korban “black widow”?  Atau apa?  Kita tidak pernah tahu, yang jelas dia kena amnesia.  Dan sejenius apapun Anda dan JL, jika otak tiba-tiba rusak entah kenapa (faktor luar atau dalam), Anda akan rugi.  Dan bangkrut.

Aneh juga, karena sebelumnya JL sangat mematuhi aturannya dan terus beradaptasi, tapi sejak itu, dia “mati”.

1934:

Jesse Livermore is bankrupt. He has lost his entire trading fortune. How he did this is unknown. He is not destitute – his family annuities save the day. He and his wife sail to Europe. “I hope to relieve my mind of some of my troubles.”

Amanlah menyimpulkan, kejadian di 1933 membuat Livermore bangkrut, dengan berbagai alasan dan sebabnya.  Menjadi “selebritis” pada jaman dahulu sangat berbahaya.

Siapa yang Jago, Siapa yang Beruntung?

Warren Buffett, lahir pada waktu yang tepat, pada keluarga yang tepat (ayahnya broker saham), dimana ekonomi tumbuh, mengendalikan uang kolektif, menjadi orang terkaya.  Jesse Livermore, lahir di desa, keluarga miskin, kerja serabutan, dengan usaha sendiri, melalui dua crash, dengan uang sendiri, menjadi orang terkaya di Amerika.

WB, just lucky (and old).  Jesse Livermore, jago!

He is The Greatest Stock Trader We Ever Known

Anda ikut siapa?

Ada berapa WB di dunia?  Satu.  Ada berapa buku tentang WB?  Banyak!  Ada berapa orang membacanya?  Banyak! (kami punya lima buku WB, membaca lima-limanya, dan tidak ada hasilnya)  Ada berapa orang kaya dengan mengikuti cara WB?  Tidak ada!

Ada berapa JL?  Satu.  Buku tentang JL?  Beberapa.  Yang baca?  Beberapa, cuma trader.  Berapa orang kaya karena “pengaruh” JL?  Banyak sekali!  William O’Neil, Richard Donchian, Paul Tudor Jones II, Martin Zweig, Alexander Elder, Dan Zanger, Richard Wyckoff, David Ryan, Ced Moses, Mark Minervini, dan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

Beberapa hari ini mungkin Anda sudah setuju bahwa apa yang JL tulis dan beritahu adalah wisdom yang solid, berharga, dan layak kita simak.

Bakar buku WB Anda sekarang.

You lucky bastard!

11 Comments

Post a comment
  1. Sinchan Onesan #
    June 4, 2010

    Huahahaha, artikelnya bagus, tapi yang paling gong adalah quote yang terakhir ini “You lucky bastard!”!!!!

  2. Roy #
    June 7, 2010

    Kalimat terakhir nurutku kurang bijak. WB tidak selalu untung, dia jg pernah cut loss.
    Nurutku WB lucky + Jago.

    JL (Trader) cepat kaya, cepat jg miskin.

    Terbukti….

  3. pati #
    August 16, 2010

    WB just lucky? kayaknya ga deh dibukunya jelas ancangan investasinya sangat masuk akal kalimatnya ” don’t buy stock buy a business” amat jelas, kalo kita mau bisnis ama orang jelas kita harus tahu karakter orang tersebut,apa bisnisnya,gimana analissa rasio perusahanya.yang ikutin ancangan dia jelas ga akan beli saham bakrie karena kelakuanya yang sering nipu investor,ga akan gila-gila beli saham komoditas karena tau bisnis komoditas sangat fluktuatif (boleh beli tapi jangan sampe diatas 20% dari porfolio) apapun perusahaab komoditas tersebut mau INCO kek yang managemen bagus,atau perusahan komoditas yang lain.kalo ikutin WB yang dibeli pasti ASII,UNVR,BMRI second linear CPIN,AUTO,JPFA. dan bisa lihat sendiri gain yang diapat dari saham-saham tersebut.
    Jesse livermore memang panutan seorang trader,karena memang dia trader sejati.kita bisa lihat sendiri karakter 2 orang tersebut memang berbeda. jadi dalam berinvestasi semua tergantung time horizon,wawasan.dan karakter diri sendiri. percayalah tidak semua orang dapat menjadi investor atau trader.kalo memang ga bisa lebih baik investasi di tempat lain (deposito,property,reksadana dan lain – lain semua tergantung dari keberanian orang memahami dan menghadapi resiko )

    • August 17, 2010

      Poin kami adalah: Jika Anda hanya ikuti ancangan WB, tanpa capital tambahan dari orang lain, bisakah Anda sekaya WB? 2% dari seratus juta cuma dua juta, tapi dari sepuluh trilyun itu 20 milyar.

      Livermore mulai dari nol, dan tidak pernah gunakan uang orang lain, dan berhasil mendapatkan uang setara WB pada jaman dulu.

      Jadi, kalau dibandingkan apple to apple. Nol jadi super kaya (tanpa pengungkit) dengan kaya jadi super kaya dengan banyak pengungkit, mana yang lebih jago?

      Jika Anda di posisi trader independen yang notabene sendirian, tanpa pengungkit (Anda tidak punya investor yang banyak), dan ikut WB, Anda akan “kelaparan”, tapi jika Anda bekerja dan tidak sempat liat market dan ikut WB dan nyangkut, Anda paling2 kalau jangka panjang akan dapatkan kembali uang Anda plus bunga deposito.

      Memang yang paling salah adalah setengah-setengah, sudah nyangkut seorang trader baru jadi “investor kacilakaan”. Jadi, dalam mengajar harus dibedakan dengan benar-benar antara investor dan trader.

      Tapi Anda benar, ada banyak jenis investor dan trader. Namun yang kami pilih adalah jalan “position trader”. :)

  4. pati #
    August 22, 2010

    meggunakan dana pihak lain (leverage) baik dari perusahaan efek atau orang lain, merupakan pedang bermata dua kalau tidak hati-hati akan menusuk diri sendiri.tahun 2008 banyak trader yang di force sell karena menggunakan margin.intinya menggunakan dana orang lain juga tidak mudah ingat hedge fund LTCM (long term capital management ) yang didirikan oleh ekonom peraih nobel,dananya juga dari dana orang lain ditambah dengan fasilitas margin apa yang terjadi bangkrut total,dan banyak lagi contoh – contoh orang yang menggunaakan dana orang lain tidak sukses.Tidak selamanya investor yang membeli saham lalu harganya turun pengembalianya sama dengan deposito maaf bukan sombong tahun 2008 bulan juli sy baru berinvestasi di pasar modal,50% dana sy sy beli ASII di harga 20.000 ,50% lagi sy beli BBRI di harga 5.500 lalu kita semua tahun tahun 2008 market crash harga 2 saham sy turun drastis walaupun kesel tapi sy tetap bekerja seperti biasa kemarin di bulan juli tahun 2010 sy profit taking sy jual ASII di harga 50.000 (untung 150% dalam 2 tahun rata-rata sederhana 75%/tahun ) sy jual BBRI di harga 10.000 (untung 82% dalam 2 tahun,rata-rata sederhana 41%/tahun ) dari porfolio sy,sy untung 58%/tahun,jauh lebih besar dari suku bunga deposito,sekali lagi maff bukan sombong.Mungkin keuntungan sebesar itu tidak istimewa dibandingkan trader-trader handal.Tapi point sy adalah dalam berinvestasi di pasar modal yang paling utama adalah memahami bisnis perusahaan yang akan kita beli,tahu karakter pemilik mayoritas perusahaan tersebut,tahu perilaku managamen perusahaan,baru analisa ratio perusahaan tersebut selama 5 tahun ke belakang,lihat kebijakan Deviden pay out rationya.kenapa ini sy lakukan karena sy tidak bisa memantau saham seharian seperti trader-trader di galeri atau memantau dari on line trading.

    • August 23, 2010

      Selamat atas gain Anda, cukup luar biasa. Tentu dilihat dari saham yang Anda beli, ancangan Anda adalah investasi. Tapi, di sinilah Anda berbeda dengan WB, Anda mengkombinasikannya dengan trading, karena kalau WB pasti belum jual kalau cuma satu tahun…

      Sekali lagi selamat.

      Contoh investasi ala WB adalah investasi salah satu teman saya di saham UNVR dari tahun 90-an awal sampai sekarang. Tapi dia benar-benar ada di bisnis tersebut, karena dia distributor produknya. he he…

  5. pati #
    August 25, 2010

    maaf pak,bapak tampaknya kurang teliti dalam 2 hal 1). dalam tulisan sy tidak pernah menyatakan bahwa sy mengkuti 100% ancangan investasi WB,yang sy ambil adalah seleksi sahamnya.Time horizon karakter,besaran dana,dan banyak hal sy berbeda dengan WB jadi,sy tidak dapat mengikutinya 100% 2) sy berinvestasi di saham ASII dan BBRI bukan 1 tahun tapi 2 tahun, juli 2008 s/d juli 2010 (tulisan kedua).terimakasih pak

    • August 25, 2010

      terima kasih koreksinya. salam sukses!

  6. Budiono #
    September 17, 2010

    pak dosen,
    JL terbitin buku tahun 1939. dia tulisnya kapan ya pak? soalnya tahun 1933 JL kan kena “Amnesia nervous breakdown”. apa mungkin setelah ingatannya hilang masih bisa nulis jurus2 trading lagi? mohon pencerahannya…

    • September 18, 2010

      tulisnya sebelum diterbitkan itu. nanti kita tanya psikolog bisa tidak setelah amnesia nervous breakdown orang mengingat lagi ilmunya. :)

    • Budiono #
      September 22, 2010

      hehehe :) anehnya setelah ingatannya hilang, koq dia msh inget klo punya istri yah? :P
      pak dosen, bukunya JL emang ada dijual ditoko buku ya? judulnya apa? udah diterjemahin kedalam bahasa indonesia blom?
      trims …

Leave a Reply

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS