Trader itu hewan buas (“the beast“). Dia makan uang orang lain, terutama para newbie yang baru saja terjun ke pasar modal. Anda mau sukses di bidang ini? Berpikirlah seperti hewan buas, jangan jadi “domba” yang terus digiring ke pejagalan. Pilih dulu hewan buas favorit Anda: hiu, macan gunung, banteng, beruang, apapun yang mempunyai sesuatu yang tajam. (ada bahasan mengenai tajam nanti) Sudah? Silakan lanjutkan membaca.
Banyak trader bangkrut di tahun pertamanya di pasar modal. Bangkrut dalam artian kehilangan hampir seluruh modalnya, lalu memutuskan, ini bukan untuk saya, menyelamatkan apa yang tersisa dan keluar. Tindakan pintar.
Tapi sebenarnya lebih banyak trader yang bangkrut di tahun ketiga atau keempat. Entah karena super cycle atau digigitin sedikit sedikit. Orang-orang yang lebih lama bangkrut inilah yang sebenarnya menjadi “makanan” empuk dari semua yang “cari makan” di bidang ini: broker, trader, trainer, penjual sistem, penjual software, penjual rekomendasi, riset, dll. Mereka tahu “sedikit” analisa teknikal dan suka mengutip kata-kata trader lain. Mereka “tahu”, tapi “tumpul”.
Karena mereka bangkrut lebih lama, mereka juga telah memasukkan modal lebih banyak, sehingga keuntungannya lebih banyak (tapi bukan untuk mereka). Mereka juga merasa bukan lagi “newbie” sehingga bisa mengambil margin, mengambil kredit, merasa sudah “bayar” uang sekolah, sudah ikut training, tanpa mengetahui, sebenarnya mereka sedang digiring…untuk menyetorkan uangnya (dan uang pinjaman) ke para “pro”.
Beberapa trader gagal ini kadang mencoba “jalur lain” untuk mencari uang di pasar modal.
Pasar modal BUKAN untuk siapa saja
Berbeda dengan kata-kata “guru” di luar sana, kami nyatakan: pasar modal bukan untuk siapa saja. Anda harus setengah “gila” untuk masuk ke pasar modal dan sukses. Ada beberapa hal penting yang perlu Anda miliki untuk sukses di pasar modal, antara lain:
- Jago dengan angka-angka.
- Ingatan tajam.
- Teliti.
- Berani berpendapat (dan membackup pendapat Anda dengan UANG Anda).
- Berani mengambil resiko.
- Berani menerima kesalahan dan belajar darinya.
- Sabar.
Anda tidak perlu pendidikan dan bakat untuk kehilangan uang. Siapa saja juga bisa dengan sendirinya kehilangan uangnya di pasar modal. Mudah sekali. Beli di harga tertinggi dan “tiba-tiba” harganya turun.
Konfirmasi?
“Guru” di luar sana suka bilang oh, ini begini, lalu konfirmasinya begini. Bullshit!! Berapa orang yang bisa cuan dengan begitu?? Tidak ada! Dia bisa bilang begitu karena satu hal: dia tidak trading. Paling-paling nanti bilang: “Tuh kan, benar, saya bilang juga apa…”
Trading itu adalah tentang membackup pendapat Anda dengan uang Anda. Kalau Anda lihat chart dan pergerakan dan menyimpulkan, harga akan turun, apalagi kalau ditambah support Anda sudah tertembus, maka sudah seharusnya Anda melakukan short, baru lihat konfirmasi. Kalau gagal, langsung cover, kalau perlu double up. Hold hingga konfirmasi adalah hal bodoh.
Dan selalu ada indikator yang akan menentang Anda. (Stochastic adalah musuh utama Anda)
Biar kami jelaskan lebih lanjut.
Jika Anda ingin membeli suatu saham, apa yang Anda lakukan? Bid? Salah… Anda short terlebih dahulu saham tersebut di paper trading (bohong-bohongan). Sampai suatu saat ketika Anda sudah tidak dapat lagi short dan harus cover short, atau tidak ada konfirmasi short untuk Anda, Anda beli. Dan bukan di bid. Di offer!!
Kalau ada sinyal top reversal, apa yang Anda lakukan? Menunggu konfirmasi? Terlambat, Anda akan jadi korban profit taking, bukan pelaku profit taking. Trader adalah hewan buas. Mau sukses jadi trader? Selalu jadi pelaku, bukan korban. Proaktif, bukan reaktif. Jadi tindakan yang benar adalah langsung profit taking (posisi short). Anda cover ketika resistance tembus dan posisi short Anda tidak terjadi konfirmasi.
Anda harus jadi penggerak pasar, bukan penunggu pohon duren. Dan juga bukan di mesin jackpot ala kasino.
Jadi setelah short, barulah Anda menunggu harga mengkonfirmasi tindakan Anda, bukan Anda menunggu konfirmasi baru short. Terlambat. Capiche?
Dari tadi short terus yang dibahas. Ada alasannya tentunya. Sudah hukum pasar modal, kalau naik itu pelan-pelan, tapi turun langsung jatuh. Dan trader dapat cuan cuma kalau posisi sudah ditutup. Pikirkan hal ini baik-baik.
Tajam
Trader itu harus punya sesuatu milik pribadi yang tajam, yang hanya milik Anda, atau “edge” Anda. Analisanya dan eksekusinya harus tajam, dan sejalan. Kalau Anda tidak punya “edge”, keluar saja dari bursa sekarang.
Banyak analis kami lihat analisanya sudah benar, tapi dia tidak akan cuan. Kenapa? Eksekusinya. Dia entah ragu-ragu dan akhirnya terlambat, atau salah sama sekali caranya, atau manajemen modalnya. Dia analis, bukan trader.
Ada lagi yang ragu-ragu tapi masuk juga, akhirnya dijagal. Itu gambling, bukan trading.
Selalu ada indikator yang akan mencegah Anda. Itu fakta. Maka, kami jarang sekali menggunakan indikator selain yang seperlunya saja. Anda cuma perlu harga dan volume untuk konfirmasi dan diskonfirmasi.
Tadi Anda pilih hewan apa? Bayangkan yang tajam dari hewan tersebut.
Misalkan Anda memilih hiu:
Satu-satunya yang tajam dari hiu adalah giginya, namun kita semua takut dengan hiu di daerahnya (perairan). Bawa trading ke perairan Anda. Trading di saham-saham yang Anda kenal dengan baik. Dengan begitu, Anda akan dapat feel dan bisa meminimalkan resiko. Jangan “mengejar” terus menerus. Harus ada “staple” atau makanan pokok. Ini yang akan menjadi sumber penghasilan pokok Anda. Bayangkan hiu makan rusa. Tidak bisa… karena itu makanannya macan. Keduanya punya makanan sendiri. Hiu makan anjing laut yang sedang menyelam (dan yang mirip-mirip, penyelam dan surfer). Carilah yang mirip anjing laut.
Anda macan gunung?
Carilah rusa yang bergerak cepat, sudutkan, dan terkam! Jangan cari penyelam atau anjing laut, nggak akan dapat di hutan.
Anda banteng? Anda beruang? Sesuaikan sistem trading Anda dengan siapa diri Anda sebenarnya. Temukan dulu “totem” Anda. 90% dari trading adalah tentang diri Anda.
Ada trader yang kerjanya merugi melulu sedikit-sedikit karena cutloss terus menerus, tapi ketika dia dapat buruan, dia main piramida, dan cuan langsung besar-besaran. Itu adalah “edge” dia. Dia tahu apa yang dia lakukan, dan dia stick to it.
Paus
Ada lagi binatang lain di pasar modal, paus. Bukan killer whale, tapi blue whale. Ini adalah hewan besar yang tampaknya tidak bisa dikalahkan oleh trader secara modal. Tapi secara taktik, sebenarnya bisa.
Paus adalah fund manager, bandar besar dalam dan luar negeri, Warren Buffett. Anda mau mengalahkan paus? Biarkan dia mati sendiri pelan-pelan. Paus mati karena ukurannya sendiri. Menjadi paus punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Dia mungkin punya modal besar, sekali bergerak menimbulkan “gelombang besar” di pasar, tapi tidak punya fleksibilitas dan kecepatan “the beast”.
Jika Anda mengikuti paus, Anda tidak punya modal dan kesabarannya. Satu persen bagi paus sudah besar, bisa membayar gaji, kantor dan operasional, dan gundik. Berapa satu persen dari dua belas trilyun rupiah? Seratus dua puluh milyar!! Berapa satu persen dari lima puluh juta rupiah? Cuma lima ratus ribu rupiah. Bagi trader, satu persen artinya rugi fee, internet, broker, dan waktu. Pikirkan ini sebelum Anda mencoba meniru portofolio reksadana atau Warren Buffett.
Sekarang, Anda beast yang mana?






suhu,
jadi binggung, tulisan ini saran untuk trader for living, growth investor atau semua,
apakah kita diarahkan untuk memilih trader style kita?
kalau saya memilih jurus ikan remora, mengambil manfaat dari pergerakan ikan hiu / paus (trend).
anyway thanks guru atas ilmunya,
Salam,
Arif
wow.. very inspiring..
artikel manstab pak..
Cuma yang bisa nyambung yang siap naik level. He he.
kangen dgn artikel2nya pak dosen, akhirnya terpenuhi juga. Thx ilmunya pak. Pelajarannya dilanjutkan lagi donk pak…..
suhu, maksudnya short dan cover short bagaimana? mohon dijelaskan secara teknis atau menggunakan angka…
terimakasih..
CMIIW. Karena tidak ada jawaban dari P.Dosen, sy bantu jawab. Misalnya U Short (Sell) di Harga 1000, begitu turun smp 950 U Cover Short (Buy Back) lagi.
terimakasih penjelasannya, sangat membantu….
ini benar-benar pelajaran tingkat tinggi yang dikemas dengan sangat simple namun informatif……di pojok saham saya benar-2 belajar….sesuatu yang simple namun esensial….dan mengena….selalu diingatkan untuk percaya diri sendiri…dengan bekal ilmu yang cukup tentunya…dan di pojok saham banyak hal baik (luar biasa, tepatnya) bisa ditemukan, dipelajari…..dan gratis….!
salam sukses buat pak dosen dan pojok saham….semoga semakin top ke depannya….!
keberuntungan dapat diambil bila kita siap memanfaatkan kesempatan dengan keputusan yang tepat, apa begitu pak dosen maksudnya
Saya mempelajari dan menciptakan banyak gaya, semuanya tak ada yg pasti….outputnya rugi pelan2. Setelah baca “THE BEAST” yg sangat inspiratif, saya akan saring semua yg telah sy pelajari dan ciptakan, unt sy jadikan “maskot” sesuaikan dg jati diri saya.
Tolong jaga kesehatan Pak Dosen, krn petunjuknya masih sangat saya butuhkan sbg trader baru.
bagus artikelnya pak Dosen, very user friendly< apalagi soal Paus (ada gambar lagi) si Warren Buffet, itu betul sekali. SHort secara paper money, baru beli dengan real money saat tidak bisa short lagi, bagus sekali… mestinya saya baca ini 5 tahun lalu. Tapi saya tidak setuju di bagian "kita menjadi penggerak pasar" , bagaimana kita bisa menjadi penggerak pasar kalo modal kita kecil dan juga kita bukan Paus.
Menurut saya kita cuma bisa ikut trend, "trend is your friend", kita berusaha nyemplung dan keluarnya jangan terlambat hehehe.
wuihh keras dan menohok buat nubie seperti ane jadi pengen mundur dari bursa nehh, sebelum 3-4 tahun dimangsa pelan pelan oleh ikan cupang he he…
ini materi bagus banget ya … saya suka, cuman saya jadi gak tau saya jadi pemburu yang mana ya … ?
tolong suhu pencerahannya, mungkin bersifat quiz, jadi ada reportnya.
hebat pak dosen ,tapi trading yang aman dan dapat cuan itu gimana ya ? hati selalu debar debar ,baru naik 1 point lalu sell .pak dosen sebenarnya daytrader itu banyak ruginya apa cuan nya sih .kok slalu rugi terus trims ya
daytrader sangat rentan rugi besar, tidak sepadan dengan cuan kecil-kecil yang diterima. yang pasti untung cuma broker Anda…
lebih baik belajar dari trend trader dulu, basicnya dari sana, kesabaran, analisa, dan manajemen modal, baru bisa dikembangkan buat “memaksimalkan cuan” lewat swing, dan cari barang lebih murah (“bottom fishing”).
tidak ada yang benar-benar “aman” di pasar modal, tapi paling tidak, dari perkataan high risk, high gain yang melekat di pasar modal, kita bisa manage risknya dengan baik.
Quote: Jika Anda ingin membeli suatu saham, apa yang Anda lakukan? Bid? Salah… Anda short terlebih dahulu saham tersebut di paper trading (bohong-bohongan). Sampai suatu saat ketika Anda sudah tidak dapat lagi short dan harus cover short, atau tidak ada konfirmasi short untuk Anda, Anda beli. Dan bukan di bid. Di offer!!
Saya sangat tertarik dengan tulisan pak dosen. Sebagai newbie, bisa dijelaskan bagaimana cara melakukan seperti yang saya kutip di atas? Berkali-kali saya baca, tapi saya gak mudeng-mudeng. Malah tambah penasaran. Kalau bisa disertakan contoh grafik. Terima kasih pak dosen, dan salam sukses selalu….