Skip to content

“Saya Tidak Tahu Apa-apa.”

June 25th, 2010

Dosen

nassim-nicholas-taleb

Dia selalu bilang “Saya tidak tahu apa-apa.” (dan dia benci dasi dan TV)  Tapi mungkin dia tahu sesuatu yang kita semua tidak tahu…

Profesor Nassim Nicholas Taleb adalah orang Lebanon.  Negerinya luluh lantak oleh perang selama bertahun-tahun.  Dia tidak tahu mengapa itu bisa terjadi.  Pekerjaannya?  Dulu pialang di Wall Street.  Sekarang hedge fund manager “Empirica”.  Waktu jadi pialang, dia pernah didiagnosis menderita kanker paru-paru, padahal dia jarang sekali merokok.  Kemungkinan untuk menderita kanker paru-paru adalah 1 di antara 100.000 orang.

Nassim Nicholas Taleb juga seorang filsuf (“pemalas”), dosen, dan penulis buku.  Buku terakhirnya, “The Black Swan” menjadi international bestseller setelah krisis 2008 kemarin.  Jika ada orang yang mendapatkan double jackpot dari krisis kemarin, dari keuntungan dari pasar modal dan royalty bukunya, orang itu adalah Nassim Nicholas Taleb.

Premis NNT sebenarnya sederhana, dan seperti semua jenius minor lainnya, berawal dari stres yang berkepanjangan (akibat perang dan kanker).  Menurut pengamatannya, pasti akan ada kejadian masif yang tidak terduga di pasar modal.  Kita tidak tahu apa-apa mengenainya, tetapi dia percaya kejadian itu ada dalam masa kehidupannya ini.

Fast forward ke 2008, ternyata NNT berhasil.  Empirica, hedge fund miliknya sekarang sudah mengendalikan milyaran dollar.  Kenaikan tiba-tiba ini didapat dari, yah, betul, akibat krisis 2008 yang lalu.

Anda mau tahu seperti apa strategi investasi NNT?

Tetapi sebelumnya Anda harus mengetahui satu cerita, yang judulnya “Il Deserto” (sebenarnya sebuah novel, tapi kami baca versi singkatnya dari buku NNT, “The Black Swan”).  Sekarang Anda baca lagi versi Pojok Saham yang lebih singkat lagi:

Pada suatu ketika ada seorang pemuda yang masuk ke dalam angkatan bersenjata karena wajib militer, menjadi prajurit.  Cita-citanya sebenarnya adalah seperti anak muda lain, menikah, punya anak, dan hidup bahagia.

Beberapa waktu kemudian dia dipindah tugaskan ke Benteng Bastian, sebuah benteng jauh di perbatasan musuh untuk menahan serangan Bangsa Tar-Tar.

Maka dia pindah ke sana.

Pada awalnya dia sangat bosan, karena yang dapat dilakukan hanyalah memandang ke cakrawala padang pasir untuk menunggu musuhnya datang.  Demi sebuah perperangan yang heroik!

Tidak ada kota, tidak ada wanita, hanya prajurit lain yang menemaninya.

Namun dia bertahan karena antisipasi musuh yang datang tersebut akhirnya menguasainya.  Benar-benar menguasainya sehingga menjadi tujuan hidupnya!!

Percepat 40 tahun, si pemuda sudah jadi kakek-kakek.  Dia sudah menolak beberapa anjuran untuk pulang kampung, tapi terus menunggu-menunggu, sesuatu yang tidak kunjung datang.

Di akhir cerita, Bangsa Tar-Tar benar-benar menyerang, namun si pemuda (kakek) sudah terbaring sekarat di kota.

Dia tidak ada di momen yang sudah ditunggu sepanjang hidupnya.

Langsung masuk ke strategi investasi NNT.  Dia membeli opsi di dua arah, put dan call, setiap hari, dengan bantuan komputer dan para quant temannya.  Setiap hari dipastikan dia akan rugi, namun ketika ada sesuatu yang besar yang terjadi, dia jadi kaya.

Sudah terbukti sekarang.  Di saat Lehman Brothers bangkrut (ingat, paus mati karena ukurannya sendiri), General Motors gulung tikar, banyak trader dan investor rugi besar-besaran, NNT jadi milyader.  (dan bukunya laku)

Namun sebelumnya tiap hari dia “bleed”, berdarah, dan bertanya, apakah tindakannya ini benar?  Keteguhan hati seperti itu memang unik, dan hanya dimiliki oleh seorang NNT.

Walaupun sekarang dia (dan Empirica) mengelola milyaran dolar, satu hal yang selalu dia bilang: “Saya tetap tidak tahu apa-apa.”

Referensi:
Gladwell, Malcolm.  ”What The Dog Saw“, 2009.
Taleb, Nassim Nicholas.  ”The Black Swan“, 2007.

One Comment

Post a comment
  1. samharso #
    June 25, 2010

    ha ha ha….kisah yang sangat menginspirasi, pak dosen….meski sebelumnya anda memposting artikel “the beast”….sampe-2 ada yg takut beneran kena bite paus….dan merenungkan ulang keberadaannya di pasar modal…..

    sptnya yg anda katakan benar belaka….untuk bertahan dan sekaligus sukses di saham, orang harus 1/2 gila….malah bila perlu 3/4 edan….kalo gak, kalo dia kolokan, pasti dah cabut begitu nginjak wilayah pasar modal yang penuh “ranjau”…..

    thx atas pencerahannya…..hepi cuan….!

Leave a Reply

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS