Skip to content

Herding

August 18th, 2011

Dosen

herding

Teknologi informasi yang semakin modern membuat dunia semakin terhubung. Kondisi saat ini memungkinkan trader retail, bahkan pemula sekalipun mendapatkan informasi dengan cepat dari mana saja, baik dari forum, facebook, twitter, dll. Beberapa informasi memang berguna, tapi sebenarnya banyak yang cuma merupakan noise, lebih buruk lagi, beberapa penyebar isu ingin membuat kamu membeli saham “pesanan“.

Di Amerika di sana ada dua fenomena yang saya amati terjadi.

 

#1.  Cramer Bounce.

Jim Cramer adalah pembawa acara Mad Money di CNBC.  Saham-saham berkapitalisasi kecil yang direkomendasikan oleh Jim Cramer sering melonjak harganya. Cramer memang memiliki pesona. Dia mengubah wajah dunia finansial yang kering dan membingungkan menjadi bisa diterima oleh awam. Tapi biasanya Cramer bounce tidak bertahan lama (menurut sebuah penelitian sekitar 12 hari) dan dimanfaatkan oleh trader untuk sell on strength, membuat yang mengikutinya menjadi nyangkut.  Harga selalu kembali ke harga asalnya sebelum direkomendasikan jika tidak disusul oleh berita lain.

 

#2.  Buffett Following.

 

Warren Buffett, sang investor legendaris diharuskan untuk mendisclose posisi sahamnya kepada publik dalam laporan keuangan Berkshire. Jadi, publik bisa melihat apa saja yang dipegang oleh The Sage of Omaha tersebut. Buffett juga selalu dapat mengalahkan kinerja S&P tahun demi tahun.

Secara logika mengikuti Buffett “terlihat” benar, tapi apakah itu yang harus dilakukan? Buffett adalah investor. Kalau mau diikuti, bagus sekali untuk jangka panjang, dan diversifikasi seperti Buffett modalnya sangat besar.  Juga toleransi Warren sangat besar terhadap paper loss dan masa sideways.  Apakah kamu sanggup? Kalau cuma diikuti satu-dua saham, jangan-jangan saham itulah yang flop (tidak berperforma bagus).  Juga ingat:  Berkshire yang sekarang bukan seperti Berkshire yang dulu, dan mungkin deal terbaik Buffett sekarang berada di luar pasar modal (perusahaan private).

 

Di Indonesia?

 

Di Indonesia, agak lebih unik. Ada yang bergerombol mengikuti beberapa analis.  Ada analis yang satu mencontek analis lainnya dalam analisanya.  Jadinya, saham yang recommended untuk trading menjadi  itu-itu saja, membuat jaring rekomendasi, hampir mirip dengan jaring endorsement buku.

Jika ingin buku kamu di-endorse, maka kamu harus meng-endorse juga. Saya melihat fenomena ini juga di dalam dan luar negeri. Terkadang sebuah buku tidak memuat ide yang baru, tapi cuma mengolah sebuah ide lama dan menggabungkannya dengan yang lainnya. Hasilnya? Frankenstein! Tapi di-endorse oleh orang yang idenya didukung oleh buku itu. Sebuah buku lebih mudah ditemukan dan lebih laku jika punya banyak endorsement daripada tidak ada sama sekali. Publik sangat menyukai “testimonial“.

Kembali ke soal trading. Eagle flies alone. Menjadi trader itu berarti berjalan (atau terbang) di jalan yang sepi.  Trader pantang untuk mengikuti rekomendasi orang lain, apalagi kalau cuma ikut-ikutan.  Segala tanggung jawab trader berada di pundaknya sendiri. Setiap trader, tergantung keunikan pribadinya, punya potensi sendiri, punya “hoki” sendiri, punya toleransi resiko sendiri. Tidak ada trader yang sama.

Trading coach bisa membagikan metode dan sistemnya, tapi tidak bisa (dan lebih baik tidak), memaksakan rekomendasinya kepada trader manapun. Jika tidak, trading coach tersebut “herding” trader didikannya ke jurang kerugian, sebaik apapun metodenya. Trader tidak boleh seperti domba yang bisa digembala (herding), tapi lebih seperti elang yang sedang mengincar buruan.

Pikirkan domba. Begitu mudah digembala untuk diambil bulunya, susunya, dan terakhir, dagingnya.

Just waiting to be slaughtered

Trader itu harus nimble, fleksibel, tapi juga cerdik. Tidak ada opini atau pandangan trading yang tidak berubah.

Kamu bisa dikatakan seorang trader cuma bila kamu mempunyai pandangan tentang market dan ada titik dimana kamu akan mengubah pandangan kamu.

Mungkin… cara trader memandang itulah yang ingin saya perkenalkan ke kamu dalam program Premium.  Agar kamu bisa memandang market dengan lebih baik.  Check it out.

Leave a Reply

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS