Skip to content

7 Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Investasi Saham Dari Sekarang

July 16th, 2014

Bung Analis

Bayangkan: kamu tidak perlu bekerja, tidak perlu ikut rush hour orang kantoran, tidak perlu menghadap bos yang cerewet, tidak perlu menjilat, tidak perlu membuat usaha. Bahkan, kamu tidak perlu melakukan apa-apa. Saham yang kamu miliki menghasilkan uang yang cukup untuk kamu hidup enak, santai, dan masih terus tumbuh. Saya yakin semua orang punya impian seperti itu. Robert Kiyosaki menyebutnya “financial freedom“.

Tapi, ada satu masalah: kamu tidak berasal dari keluarga super kaya, tapi seperti kebanyakan orang di Indonesia, kamu berasal dari kelas menengah dan menengah bawah. Kamu tidak punya modal bermilyar-milyar untuk membuat pabrik, dan pabrik-pabrik di Indonesia pun tutup kalah bersaing dengan Cina. Kamu tidak punya keahlian yang sangat tinggi untuk bersaing dengan ahli-ahli di Amerika atau Singapura. Kamu hanya orang biasa. Bisakah impian itu tercapai?

Jawabannya: Bisa. Tapi kamu harus mulai sedini mungkin. Kamu harus mulai sekarang. Kamu harus mulai investasi saham. Tidak ada di sejarah manusia ada instrumen investasi yang bisa dimiliki “orang biasa” yang bisa membawanya ke puncak kekayaan. Lihat Warren Buffett. Dia mulai dengan $100, tapi dia mulai dari awal. Ada 7 alasan kenapa investasi saham harus dimulai sedini mungkin. Apa saja? Ayo kita simak bersama.

#1. Imbal Hasil Tinggi

High-Return-Investment

Saham merupakan instrumen investasi yang memberikan imbal hasil (return) paling tinggi dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Coba kamu pikirkan: bunga tabungan biasa cuma 1,5% sampai 2%, bunga deposito 6% sampai 6,5%, emas malah tidak memberikan hasil, malah stagnan atau turun, sedangkan investasi properti mahal dan tidak likuid. Di tengah iklim ekonomi yang sesuai, investasi saham normalnya tumbuh antara 25% sampai 30% per tahun. Warren Buffett punya rata-rata sekitar 13% per tahun, dan dia adalah orang terkaya di dunia. Bayangkan yang bisa dicapai dengan saham.

#2. Resiko terbatas

risk_mgmt

Resiko investasi saham sebenarnya terbatas. Kamu hanya bisa bangkrut jika kamu tidak mengikuti aturan-aturan yang jelas sudah ada dan bisa diikuti oleh siapa saja. Jika kamu tahu tentang valuasi saham, maka kamu bisa mencari saham-saham dengan fundamental yang jelas. Jika kamu mau lebih praktis, kamu bisa mempelajari gerak-gerik pasar melalui analisa teknikal dan grafik-grafiknya. Sangat sulit bagi kamu (sebenarnya) untuk kehilangan seluruh modal kamu di saham. Beda dengan forex dan komoditas dimana kemungkinan bangkrut jauh lebih tinggi. Tapi tidak di saham. Di saham, resikonya terbatas.

#3. Investasi Saham itu Keren

457-superjuniorm-gjlr

Bagi wanita: kalau kamu disuruh memilih antara pacar yang punya account saham dan yang punya buku tabungan saja, pilih yang punya account saham. Hidupnya pasti lebih berwarna dan wawasannya jauh lebih luas. Selain itu, dia juga pasti punya buku tabungan. Kamu akan mengetahui cara-cara riset pasar dan cara mencari peluang. Tidak usah takut tidak punya pacar, di belahan dunia manapun semua wanita memburu pria yang mengerti saham. Bagi trader wanita: tentunya pria lebih senang jika pacarnya nyambung diajak diskusi.

#4. Mulai dari Yang Kecil

Snow ball

Bola salju yang besar dimulai dari kecil, dan menjadi besar dengan sendirinya ketika dia menggelinding. Kamu bisa menceritakan pada pacar kamu nanti bahwa kamu mulai dari Rp100.000,- dan sekarang aset kamu Rp100 milyar. Itu akan memberikan nilai plus di matanya karena melihat pertumbuhan aset yang besar selama kamu hidup. Semakin dini kamu mulai, maka kamu butuh modal yang lebih kecil. Saham itu tentang waktu. Lihat poin #5.

#5. Bunga Majemuk

Flower-Tips-21

Atau, istilah kerennya compound interest. Einstein pernah berkata bahwa keajaiban dunia yang kedelapan adalah bunga majemuk. Buatlah keajaiban dunia ini berada di pihakmu, bukan di pihak bank penerbit kartu kredit. Lebih bagus lagi, miliki saham bank tersebut dan jadi pemiliknya. Buat para direktur bank itu bertekuk lutut di hadapanmu karena kamu ownernya. Jika bunga majemuk sudah menjadi temanmu, maka asetmu akan terus tumbuh, dan tumbuh, dan tumbuh, tanpa perlu campur tangan dari kamu sama sekali. Coba tanyakan kepada pemilik saham UNVR (PT Unilever Tbk) yang punya dari tahun 90-an. Mungkin ada yang sudah mencetak lembar sahamnya…

#6. Lebih Aman

daruma2

Boneka Daruma jika dipukul jatuh bisa bangun lagi dengan sendirinya. Tapi pukul orang tua hingga jatuh, dia tidak akan bangun lagi. Tidak ada semangat, gairah yang hanya dimiliki oleh orang muda. Soekarno pernah berkata, “Berikan aku sepuluh anak muda, dan akan kuguncang dunia.” Beri aku sepuluh anak muda, akan kuguncang dunia persahaman. Mulai sekarang, ketika kamu muda, dan jika kamu bangkrut, kamu akan mudah untuk mengumpulkan modal lagi. Bekerja (sementara) untuk mengumpulkan modal trading jauh lebih menyenangkan daripada terjebak di karir yang tidak memuaskan.

#7. Pensiun Dini dan Bersenang-senang

couplehawaii

Umur berapa kamu ingin pensiun? Kurangi dengan 15 tahun. ITU adalah masa kamu berjuang. Jika umur rata-rata orang sekarang 60 tahun, dan kamu menghabiskan 23 tahun pertamamu untuk belajar, saya pikir kamu harus bersenang-senang minimal 23 tahun juga dari umur kamu. Itu memberikan kamu 14 tahun untuk mencari uang. Jika kamu tidak mulai dari sekarang, kamu pasti akan hidup susah di masa tuamu, sementara para investor saham yang mulai dari dini sedang bersenang-senang di Hawaii dengan pacar keduanya…

header_02

Comments are closed.