Sedikit pandangan Elliott Wave (skenario most probable saya saat ini). Target 3980, tercapai tanggal 12 Desember 2011.
For faster and more timely updates, follow me –> @pojoksaham
For faster and more timely updates, follow me –> @pojoksaham
Pada suatu hari ada dua orang biksu melihat sebuah bendera yang berkibar.
Biksu yang pertama bilang, “Bendera yang bergerak.”
Biksu yang kedua bilang, “Angin yang bergerak.”
Mereka berdebat lama mengenai hal ini, tapi sama-sama tidak setuju.
Huineng, Patriach keenam, datang dan berkata, “Tuan-tuan, bukan bendera maupun angin yang bergerak. Pikiranmulah yang bergerak.” Dan mereka berdua pun terpana.
Cerita Zen di atas adalah ilustrasi bagus mengenai apa yang terjadi di pasar modal sekarang ini, terutama perdebatan antara kubu-kubu ahli di bidangnya masing-masing. Saya ambil satu contoh, jika kaum fundamental dan teknikal berdebat.
Kaum fundamental berkata, “Kondisi keuangan perusahaan akan menyetir harga.” atau “Perusahaan (bendera) yang bergerak.”
Kaum teknikal berkata, “Pergerakan harga akan berada di depan pergerakan fundamental.” atau “Trend (angin) yang bergerak.”
Keduanya akan berdebat lama dan masing-masing akan menunjukkan argumen yang valid, dan bisa menyerang dasar teori masing-masing kubu yang berlawanan.
Kaum fundamental akan menyamakan kaum teknikal dengan astrologi. Tidak ada dasar scientific-nya! Jika kamu bisa percaya bahwa pergerakan bintang-bintang dan bulan (dan Libra akan mendapatkan keuntungan hari ini), kamu bisa percaya chart. (dan…ternyata ada lho yang menggabungkan teknikal dan astrologi…ternyata. *sigh*)
Kaum teknikal menganggap kaum fundamental sebagai “paralysis by analysis“. Terlalu banyak menganalisa sehingga aksinya selalu terlambat, atau bahkan tidak bisa bergerak sama sekali alias paralisis.
Kira-kira apa yang akan dikatakan Zen Master kepada mereka berdua ya?
Sampai akhir minggu ini (4/11), IHSG menuju 4000 masih on-track. Pasar penuh volatilitas, bergairah, apalagi seperti yang saya bilang, “Bull sudah remaja”. Masa remaja itu penuh vitalitas. Kita lihat saja indeks kita sekarang. Harga bisa naik turun cukup dalam, lebih dari 2% dalam waktu satu hari saja, namun itu normal saja dan merupakan bumbu-bumbu pasar modal. Pasar memberikan hadiah terbaik kepada trader dengan disiplin terbaik, apapun sistem trading yang digunakannya. Saya melihat “bullish channel” yang sempurna pada trend naik IHSG kali ini, dengan trendline turun sudah tembus dan MA50 bisa menopang koreksi yang terjadi.
Satu hal yang jelas: sebelum kamu mulai trading, kamu sudah harus mempunyai “edge”. Apa itu edge? Edge itu bisa merupakan pengalaman bertahun-tahun mengamati running trade, sebuah konsep trading yang jelas, filosofi investasi yang mumpuni, atau lebih baik lagi sistem trading yang teruji. Tanpa “edge”, seorang trader cuma akan menjadi makanan trader lainnya yang lebih ganas, lebih berpengalaman, dan lebih “edgy”.
Kemarin di Twitter saya meracau sedikit tentang Blackjack. Banyak yang tidak mengerti apa hubungan antara Blackjack dengan trading. Sama seperti, sedikit yang mengerti mengapa saya mengamati chart sedangkan yang mendrive harga saham seharusnya (secara logika) adalah fundamentalnya. Beberapa analis fundamental punya pikiran lebih terbuka dan mengakui juga kebaikan chart dan memasukkan dalam timing pasarnya.
Persamaan pertama dari Blackjack dan saham adalah tidak semua orang biasa bisa menang dalam permainan ini. Permainan Blackjack peraturannya cukup mudah: setiap orang pada awalnya mendapatkan dua kartu. Pemain punya beberapa pilihan: Hit, Stand, Double, Split. Targetnya adalah jumlah angka di kartunya harus lebih besar dari bandar, namun tidak melebihi 21. Jika dia merasa cukup, maka si pemain boleh “stand”. Jika kartunya lebih dari 21, maka dia “busts” atau hangus.
Sederhana. Dan semua orang biasa akan berpikir bahwa permainan ini cuma berdasarkan peruntungan semata…
Ternyata tidak. Kasino sangat menyukai permainan ini karena dibalik kesederhanaan tersebut, bandar memiliki keuntungan yang cukup besar. Pertama jelas, jika pemain hangus, taruhannya diambil bandar, walaupun bandar sendiri nantinya hangus. Kedua, tidak semua orang bisa bermain Blackjack dengan baik.
Ada beberapa strategi dasar dalam Blackjack: hit 16 melawan 7, split double As, stand sepuluh-sepuluh, double 10 melawan 9 atau kurang, dan seterusnya.
Kamu bisa melihat strategi dasarnya di sini: http://bit.ly/vJ65hM
Walaupun dengan strategi tersebut, bandar tetap mempunyai keuntungan (“advantage”) kurang lebih 0.5%. Tanpa strategi tersebut, bandar advantagenya jauh lebih besar.
Lalu, apa yang bisa dilakukan pemain? Seperti yang dilihat di film-film, ternyata memang ada cara “advanced” untuk bermain Blackjack, seperti hi-lo system, memprediksi as, dan lain sebagainya. Tidak percaya? Coba lihat buku-buku Blackjack di Amazon. Itulah “edge” dalam permainan sederhana seperti Blackjack (cuma mencari 21).
Kembali ke pasar modal…
Pasar modal menarik orang-orang terpintar di planet ini, dan mencoba mencari keuntungan darinya. Banyak cara untuk “memainkan” pasar modal. Ada yang punya “edge” di analisa fundamentalnya yang tokcer. Ada yang pintar membaca psikologi pasar. Ada yang tarikan garisnya pas. Ada yang mencari retracement 50%. Ada yang punya indikator pintar. Ada yang punya robot trading. Ada yang punya pengalaman dua puluh tahun. Ada yang punya ayah di dalam perusahaan publik (“insider” – ilegal tapi ada).
Itulah edge. Edge tidak ada di koran, di berita, tidak ada di blog, tidak ada di facebook/twitter. Edge ada di diri masing-masing trader. Beberapa orang bisa menunggu, manteng berjam-jam di depan monitor menunggu sinyal buy dan sell. Beberapa yang lain punya robot trading. Beberapa bisa menarik kesimpulan dari analisa mata uang, suku bunga, inflasi, dan data ekonomi lainnya. Ya, trader itu berbeda-beda, tapi trader yang baik memang harusnya bisa semuanya.
Perjalanan menjadi trader yang baik itu lama. Tidak ada satu kursus pun yang bisa menggambarkan dunia trading dengan benar. Tidak ada satu seminar yang bisa meng-cover semuanya. Trader yang baik harus terus belajar. Bisa jadi ilmu yang dia punya tidak lagi berlaku di pasar sekarang ini, dan harus di-update.
Perdagangan saham pre-JATS (sebelum 1995) yang manual tentu berbeda dengan post-JATS (2000-an), dimana harga bergerak jauh lebih dinamis. Begitu juga, pergerakan saham per hari ini dengan makin banyaknya trader yang menggunakan online trading berbeda dengan sebelumnya dimana banyak trader yang menggunakan telepon atau datang ke sekuritasnya. Trading di lingkungan tanpa internet, tanpa CNBC juga berbeda dengan dunia sekarang yang semakin terhubung. Setiap investor/trader bisa melihat pergerakan seluruh dunia dalam satu kali lirikan di program tradingnya.
Secara keseluruhan, sekarang pasar bergerak lebih dinamis, lebih volatile, life-cycle dari berita menjadi lebih pendek. Bagaimana trader beradaptasi dengan keseluruhan kondisi inilah yang membuatnya tetap hidup, tetap profitable, dan tetap waras. Sebaliknya, jika trader tidak belajar… well, dia akan bergabung dengan para dinosaurus, punah…
So, what’s your edge?
Hari ini IHSG menembus level 3800 dan ditutup di level 3813 dengan volume yang besar, setelah hari sebelumnya berhasil “lepas” dari kungkungan area konsolidasi 3590-3700 yang berlangsung selama dua minggu. Namun, kalau kita lihat dari sisi lain, masa konsolidasi dua minggu justru membuka peluang akumulasi yang cukup lama. Seperti yang saya sebutkan di Twitter, baby bull sudah beranjak remaja sekarang. Bagi saya, market sekarang sudah menunjukkan full bullish mode, cukup galak, bergairah, dan akan menguji level 4000 dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Ya, level resisten selanjutnya ada di “double top” 4000-4030. Saya membayangkan best case scenario, sebenarnya IHSG masih berpeluang mencetak new high (>4200) sebelum tahun 2011 ini ditutup…
Saya berpendapat area “flag” 3590-3700 yang dilewati kemarin bisa menjadi support yang sangat kuat sebagai basis untuk breakout.
Saya suka melihat hal-hal secara sederhana, jadi saya memutuskan untuk tidak trading bulan Oktober ini. Trend IHSG sampai akhir minggu pertama Oktober 2011 masih di area downtrend. Kebanyakan trader di BEI adalah trader long-only, termasuk saya, jadi saya lebih memilih mengambil liburan, sampai trend kembali pada uptrend. Kapan trend itu kembali? Bisa minggu ini, bisa bulan depan, bisa tahun depan, bisa tiga tahun lagi. Saya tidak tahu, namun saya tidak mau modal saya terikat di dalam harga saham yang sedang cenderung turun.
Chart di atas adalah chart mingguan IHSG diplot bersama garis Moving Average 50 mingguan. Trading secara aman bisa dilakukan jika IHSG bergerak di atas garis MA-50 tersebut. Pada uptrend, garis tersebut sulit ditembus. Pada posisi saat ini, IHSG sudah di bawah garis tersebut, sehingga saya menyebutnya bear market alias downtrend. Dalam bear market, harga cenderung untuk membuat kejutan ke bawah. Bisa jadi ada kenaikan, dan bisa jadi kenaikannya terjadi cepat dan besar, tapi dalam downtrend, diikuti dengan penurunan lanjutan yang tidak kalah besarnya.
Sementara ini pasar memang masih volatile atau sangat sulit diprediksi. Jadi, pasar saat ini saya sebut “volatile bear market“. Position trader jangka menengah seperti saya harus jauh-jauh dari kondisi pasar seperti ini, karena jika dipaksakan kemungkinan besar akan menuai kerugian yang cukup besar.
Untuk update yang lebih cepat dan singkat, ikuti Twitter saya: @pojoksaham.












