<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pojok Saham &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://pojoksaham.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pojoksaham.com</link>
	<description>Situs Bursa Saham Online Terdepan di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 06:07:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Belajar Dari Pengalaman “Eyang”</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/07/31/belajar-dari-pengalaman-%e2%80%9ceyang%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/07/31/belajar-dari-pengalaman-%e2%80%9ceyang%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 05:07:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=1197</guid>
		<description><![CDATA[Anda kenal orang ini?  Kalau belum, kenalan yuk! Soeratman Doerachman atau akrab dipanggil Eyang Ratman (&#8220;ER&#8221;) adalah founder mailing list J-Club yang bisa diakses melalui junior_trader@yahoogroups.com.  J-Club merupakan salah satu milis saham yang cukup aktif dan isinya banyak trader pemula dengan tujuan untuk saling belajar dan berbagi pengalaman.  J-Club juga aktif mengadakan berbagai pelatihan saham, yang [...]<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/07/31/belajar-dari-pengalaman-%e2%80%9ceyang%e2%80%9d/">Belajar Dari Pengalaman “Eyang”</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda kenal orang ini?  Kalau belum, kenalan yuk!</p>
<p><span id="more-1197"></span></p>
<p><strong>Soeratman Doerachman</strong> atau akrab dipanggil Eyang Ratman (&#8220;ER&#8221;) adalah founder mailing list J-Club yang bisa diakses melalui <a href="mailto:junior_trader@yahoogroups.com" target="_blank">junior_trader@yahoogroups.com</a>.  J-Club merupakan salah satu milis saham yang cukup aktif dan isinya banyak trader pemula dengan tujuan untuk saling belajar dan berbagi pengalaman.  J-Club juga aktif mengadakan berbagai pelatihan saham, yang disebut Kursus Dasar Trading (&#8220;KDT&#8221;).</p>
<p>Kali ini beliau melalui status <a href="http://bit.ly/eyangr" target="_blank">facebook</a>-nya menceritakan mengenai pengalamannya nyungsep.  Ikutilah di bawah ini.</p>
<blockquote><p>Satu teman tanya apa saya pernah nyungsep atau tidak. Nanti saya ceritain bagaimana saya pernah nyungsep di rimba yg sangat berbahaya. Tunggu tanggal mainnya…</p>
<p>Ceritanya mulai. Sekitar 12 tahun yg lalu saya pernah nyungsep di Hongkong Spot Market Index yg kalau para mahasiswa newbie trader tau jumlah nyungsepnya past akan bilang &#8220;gile ER. Masa segede itu?&#8221;</p>
<p>Tanpa harus menyalahkan brokernya, saya percayakan seluruh dana kepada broker. Saya baru sadar setelah broker saya minta nambah terus modalnya. Ternyata setelah saya tahu ilmunya, broker saya tersebut melakukan average down di waktu harga melawan. Sekarang untuk trading saya PANTANG MELAKUKAN AVERAGE DOWN.</p>
<p>Nah yang ini cerita di lapangan golf sebelum krisis moneter 1997.  Kita lagi seneng-senengnya saham maklum saya juga menyiapkan perusahaan dimana saya bekerja untuk Go Public.  Di bilang Bank Niaga akan melakukan corporate action dan bagus. Beli BNGA Rp 500.  Kira-kira 10 tahun yg tahun 2000 harganya tinggal 35.  Hihihi.  Sibuk kerja tidak pernah monitor tau-tau udah jeblok</p>
<p>Yang ini cerita gorengan. Sekitar tahun 2004 untung besar saya di BMRI hampir habis oleh CNKO. Nafsu3x. Waktu itu saya sdh menguasai benar apa itu FA apa itu TA</p>
<p>Rekasadana saya di Mandiri dari untung menjadi buntung karena tidak sempat redeem waktu terjadi krisis Reksadana. Kerugian tertutup oleh Reksadana di Danareksa, Batavia dan Nikko Sekuritas.</p>
<p>Dulu saya sering bimbang didalam melakukan cut loss hanya untuk kerugian bertambah dalam dan saya saat ini pantang untuk mengulanginya waktu stop loss saya tersentuh.</p>
<p>Pengalaman lain. Saya pernah untung besar di BNBR dan TRUB karena salah mencet keyboard. Lotnya bertambah nolnya. Kebetulan harga mengikuti keinginan saya. Keliru membawa nikmat . tapi bayangkan jika kebalikannya bisa-bisa jantungan.</p>
<p>Nah anda-anda sekarang belajar dari orang yg pernah nyungsep dan mecoba memperbaiki kesalahannya dan berusaha kesalahan ini tidak terulang oleh Anda. Semua itu saya alami dalam perjalanan saya di pasar modal dari tahun 1990 s/d sekarang.</p>
<p>Saya belajar teknikal secara serius setekah saya nyusep berat di Hongkong Spot Market Index. Bealajar Fundamental secara lengkap selama saya menjabat di perusahaan karena saya selalu berkecimpung dengan laporan Rugi Laba, Neraca dan Cash Flow. Belajar valuasi di Washington DC.</p>
<p>Selama menjabat menjadi Pimpinan persiapan Go Public Perusahaan dimana saya bekerja, saya belajar di BEI dari pak Nyoman Tjager, Rini Suwandi, Kuntoro Mangunsubroto serta Erry Riayana (bekas pejabat KPK) waktu Pak Kuntoro dan Pak Erry berhasil membawa PT Tambang Timah go public.</p>
<p>Maaf ini bukan nyombong tapi hanya memerlihatkan saya serius belajar. Karena di Indonesia tidak ada saya belajar TA secara online ke Amerika termasuk belajar Elliott Wave. Untuk itu saya membayar puluhan juta. Ilmunya saya turunkan kepada Anda.</p>
<p>Nah semua sudah saya ceriterakan mulai dari pengalaman nyangkut, bagaimana saya mempersiapkan diri, bagaimana saya menimba pengalaman dan bagaimana saya berhasil. Mudah2 cukup untuk yg ingin mengetahuinya.</p>
<p>(sumber dari <a href="http://bit.ly/eyangr" target="_blank">profil facebook ER</a> dengan sedikit perbaikan bahasa)</p></blockquote>
<p>Nah, bagaimana?  Bukan cuma dari trader luar saja kan kita bisa belajar.  Di dalam negeri pun ada.  Sekarang, ada yang mau membuat ringkasan pengalaman ER dan pelajaran apa yang bisa kita petik? (nanti kami update artikel ini dengan ringkasan Anda)</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/07/31/belajar-dari-pengalaman-%e2%80%9ceyang%e2%80%9d/">Belajar Dari Pengalaman “Eyang”</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpojoksaham.com%2F2010%2F07%2F31%2Fbelajar-dari-pengalaman-%25e2%2580%259ceyang%25e2%2580%259d%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=420&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:420px;height:30px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/07/31/belajar-dari-pengalaman-%e2%80%9ceyang%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Saya Tidak Tahu Apa-apa.&#8221;</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/06/25/saya-tidak-tahu-apa-ap/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/06/25/saya-tidak-tahu-apa-ap/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 02:13:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[mahir]]></category>
		<category><![CDATA[Nassim Nicholas Taleb]]></category>
		<category><![CDATA[option]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=1098</guid>
		<description><![CDATA[Dia selalu bilang &#8220;Saya tidak tahu apa-apa.&#8221; (dan dia benci dasi dan TV)  Tapi mungkin dia tahu sesuatu yang kita semua tidak tahu&#8230; Profesor Nassim Nicholas Taleb adalah orang Lebanon.  Negerinya luluh lantak oleh perang selama bertahun-tahun.  Dia tidak tahu mengapa itu bisa terjadi.  Pekerjaannya?  Dulu pialang di Wall Street.  Sekarang hedge fund manager &#8220;Empirica&#8221;. [...]<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/25/saya-tidak-tahu-apa-ap/">&#8220;Saya Tidak Tahu Apa-apa.&#8221;</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dia selalu bilang &#8220;Saya tidak tahu apa-apa.&#8221; (dan dia benci dasi dan TV)  Tapi mungkin dia tahu sesuatu yang <em>kita semua</em> tidak tahu&#8230;</p>
<p><span id="more-1098"></span></p>
<p><strong>Profesor Nassim Nicholas Taleb</strong> adalah orang Lebanon.  Negerinya luluh lantak oleh perang selama bertahun-tahun.  Dia tidak tahu mengapa itu <em>bisa </em>terjadi.  Pekerjaannya?  Dulu pialang di Wall Street.  Sekarang hedge fund manager &#8220;Empirica&#8221;.  Waktu jadi pialang, dia pernah didiagnosis menderita kanker paru-paru, padahal dia jarang sekali merokok.  Kemungkinan untuk menderita kanker paru-paru adalah 1 di antara 100.000 orang.</p>
<p>Nassim Nicholas Taleb juga seorang filsuf (&#8220;pemalas&#8221;), dosen, dan penulis buku.  Buku terakhirnya, &#8220;The Black Swan&#8221; menjadi international bestseller setelah krisis 2008 kemarin.  Jika ada orang yang mendapatkan double jackpot dari krisis kemarin, dari keuntungan dari pasar modal dan royalty bukunya, orang itu adalah Nassim Nicholas Taleb.</p>
<p>Premis NNT sebenarnya sederhana, dan seperti semua jenius minor lainnya, berawal dari stres yang berkepanjangan (akibat perang dan kanker).  Menurut pengamatannya, pasti akan ada kejadian masif yang <strong>tidak terduga</strong> di pasar modal.  Kita tidak tahu apa-apa mengenainya, tetapi dia percaya kejadian itu ada dalam masa kehidupannya ini.</p>
<p>Fast forward ke 2008, ternyata NNT berhasil.  Empirica, hedge fund miliknya sekarang sudah mengendalikan milyaran dollar.  Kenaikan tiba-tiba ini didapat dari, yah, betul, akibat krisis 2008 yang lalu.</p>
<p>Anda mau tahu seperti apa strategi investasi NNT?</p>
<p>Tetapi sebelumnya Anda harus mengetahui satu cerita, yang judulnya &#8220;Il Deserto&#8221; (sebenarnya sebuah novel, tapi kami baca versi singkatnya dari buku NNT, &#8220;The Black Swan&#8221;).  Sekarang Anda baca lagi versi Pojok Saham yang lebih singkat lagi:</p>
<blockquote><p>Pada suatu ketika ada seorang pemuda yang masuk ke dalam angkatan bersenjata karena wajib militer, menjadi prajurit.  Cita-citanya sebenarnya adalah seperti anak muda lain, menikah, punya anak, dan hidup bahagia.</p>
<p>Beberapa waktu kemudian dia dipindah tugaskan ke Benteng Bastian, sebuah benteng jauh di perbatasan musuh untuk menahan serangan Bangsa Tar-Tar.</p>
<p>Maka dia pindah ke sana.</p>
<p>Pada awalnya dia sangat bosan, karena yang dapat dilakukan hanyalah memandang ke cakrawala padang pasir untuk menunggu musuhnya datang.  Demi sebuah perperangan yang heroik!</p>
<p>Tidak ada kota, tidak ada wanita, hanya prajurit lain yang menemaninya.</p>
<p>Namun dia bertahan karena antisipasi musuh yang datang tersebut akhirnya menguasainya.  Benar-benar menguasainya sehingga menjadi tujuan hidupnya!!</p>
<p>Percepat 40 tahun, si pemuda sudah jadi kakek-kakek.  Dia sudah menolak beberapa anjuran untuk pulang kampung, tapi terus menunggu-menunggu, sesuatu yang tidak kunjung datang.</p>
<p>Di akhir cerita, Bangsa Tar-Tar benar-benar menyerang, namun si pemuda (kakek) sudah terbaring sekarat di kota.</p>
<p>Dia tidak ada di momen yang sudah ditunggu sepanjang hidupnya.</p></blockquote>
<p>Langsung masuk ke strategi investasi NNT.  Dia membeli opsi di dua arah, put dan call, setiap hari, dengan bantuan komputer dan para <em>quant </em>temannya.  Setiap hari dipastikan dia akan rugi, namun ketika ada sesuatu yang besar yang terjadi, dia jadi kaya.</p>
<p>Sudah terbukti sekarang.  Di saat Lehman Brothers bangkrut (ingat, paus mati karena ukurannya sendiri), General Motors gulung tikar, banyak trader dan investor rugi besar-besaran, NNT jadi milyader.  (dan bukunya laku)</p>
<p>Namun sebelumnya tiap hari dia &#8220;bleed&#8221;, berdarah, dan bertanya, apakah tindakannya ini benar?  Keteguhan hati seperti itu memang unik, dan hanya dimiliki oleh seorang NNT.</p>
<p>Walaupun sekarang dia (dan Empirica) mengelola milyaran dolar, satu hal yang selalu dia bilang: &#8220;Saya tetap tidak tahu apa-apa.&#8221;</p>
<p>Referensi:<br />
Gladwell, Malcolm.  &#8221;<em>What The Dog Saw</em>&#8220;, 2009.<br />
Taleb, Nassim Nicholas.  &#8221;<em>The Black Swan</em>&#8220;, 2007.</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/25/saya-tidak-tahu-apa-ap/">&#8220;Saya Tidak Tahu Apa-apa.&#8221;</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpojoksaham.com%2F2010%2F06%2F25%2Fsaya-tidak-tahu-apa-ap%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=420&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:420px;height:30px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/06/25/saya-tidak-tahu-apa-ap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Beast</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/06/22/the-beast/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/06/22/the-beast/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 03:29:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=1084</guid>
		<description><![CDATA[Trader itu hewan buas (&#8220;the beast&#8220;).  Dia makan uang orang lain, terutama para newbie yang baru saja terjun ke pasar modal.  Anda mau sukses di bidang ini?  Berpikirlah seperti hewan buas, jangan jadi &#8220;domba&#8221; yang terus digiring ke pejagalan.  Pilih dulu hewan buas favorit Anda:  hiu, macan gunung, banteng, beruang, apapun yang mempunyai sesuatu yang [...]<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/22/the-beast/">The Beast</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Trader itu hewan buas (&#8220;<strong>the beast</strong>&#8220;).  Dia makan uang orang lain, terutama para newbie yang baru saja terjun ke pasar modal.  Anda mau sukses di bidang ini?  <strong>Berpikirlah seperti hewan buas</strong>, jangan jadi &#8220;domba&#8221; yang terus digiring ke pejagalan.  Pilih dulu hewan buas favorit Anda:  hiu, macan gunung, banteng, beruang, apapun yang mempunyai sesuatu yang tajam. (ada bahasan mengenai tajam nanti)  Sudah?  Silakan lanjutkan membaca.</p>
<p><span id="more-1084"></span></p>
<p>Banyak trader bangkrut di tahun pertamanya di pasar modal.  Bangkrut dalam artian kehilangan hampir seluruh modalnya, lalu memutuskan, ini bukan untuk saya, menyelamatkan apa yang tersisa dan keluar.  Tindakan pintar.</p>
<p>Tapi sebenarnya lebih banyak trader yang bangkrut di tahun ketiga atau keempat.  Entah karena super cycle atau digigitin sedikit sedikit.  Orang-orang yang lebih lama bangkrut inilah yang sebenarnya menjadi &#8220;makanan&#8221; empuk dari semua yang &#8220;cari makan&#8221; di bidang ini:  broker, trader, trainer, penjual sistem, penjual software, penjual rekomendasi, riset, dll.  Mereka tahu &#8220;sedikit&#8221; analisa teknikal dan suka mengutip kata-kata trader lain.  Mereka &#8220;tahu&#8221;, tapi &#8220;tumpul&#8221;.</p>
<p>Karena mereka bangkrut lebih lama, mereka juga telah memasukkan modal lebih banyak, sehingga keuntungannya lebih banyak (tapi bukan untuk mereka).  Mereka juga merasa bukan lagi &#8220;newbie&#8221; sehingga bisa mengambil margin, mengambil kredit, merasa sudah &#8220;bayar&#8221; uang sekolah, sudah ikut training, tanpa mengetahui, sebenarnya mereka sedang digiring&#8230;untuk menyetorkan uangnya (dan uang pinjaman) ke para &#8220;pro&#8221;.</p>
<p>Beberapa trader gagal ini kadang mencoba &#8220;jalur lain&#8221; untuk mencari uang di pasar modal.</p>
<h2>Pasar modal BUKAN untuk siapa saja</h2>
<p>Berbeda dengan kata-kata &#8220;guru&#8221; di luar sana, kami nyatakan:  <strong>pasar modal bukan untuk siapa saja</strong>.  Anda harus setengah &#8220;gila&#8221; untuk masuk ke pasar modal dan sukses.  Ada beberapa hal penting yang perlu Anda miliki untuk sukses di pasar modal, antara lain:</p>
<ol>
<li>Jago dengan angka-angka.</li>
<li>Ingatan tajam.</li>
<li>Teliti.</li>
<li>Berani berpendapat (dan membackup pendapat Anda dengan UANG Anda).</li>
<li>Berani mengambil resiko.</li>
<li>Berani menerima kesalahan dan belajar darinya.</li>
<li>Sabar.</li>
</ol>
<p>Anda tidak perlu pendidikan dan bakat untuk kehilangan uang.  Siapa saja juga bisa dengan sendirinya kehilangan uangnya di pasar modal.  Mudah sekali.  Beli di harga tertinggi dan &#8220;tiba-tiba&#8221; harganya turun.</p>
<h2>Konfirmasi?</h2>
<p>&#8220;Guru&#8221; di luar sana suka bilang oh, ini begini, lalu konfirmasinya begini.  <strong><em>Bullshit!!</em></strong><strong> </strong> Berapa orang yang bisa cuan dengan begitu??  Tidak ada!  Dia bisa bilang begitu karena satu hal: <strong>dia tidak trading</strong>.  Paling-paling nanti bilang: &#8220;Tuh kan, benar, saya bilang juga apa&#8230;&#8221;</p>
<p>Trading itu adalah tentang membackup pendapat Anda dengan uang Anda.  Kalau Anda lihat chart dan pergerakan dan menyimpulkan, harga akan turun, apalagi kalau ditambah support Anda sudah tertembus, maka sudah seharusnya Anda melakukan <em>short, </em>baru lihat konfirmasi.  Kalau gagal, langsung cover, kalau perlu double up.  Hold hingga konfirmasi adalah hal bodoh.</p>
<p>Dan selalu ada indikator yang akan menentang Anda.  (Stochastic adalah musuh utama Anda)</p>
<p>Biar kami jelaskan lebih lanjut.</p>
<p>Jika Anda ingin membeli suatu saham, apa yang Anda lakukan?  Bid?  Salah&#8230;  Anda short terlebih dahulu saham tersebut di paper trading (bohong-bohongan).  Sampai suatu saat ketika Anda sudah tidak dapat lagi short dan harus cover short, atau tidak ada konfirmasi short untuk Anda, Anda beli.  Dan bukan di bid.  Di <strong>offer!!</strong></p>
<p>Kalau ada sinyal top reversal, apa yang Anda lakukan?  Menunggu konfirmasi?  Terlambat, Anda akan jadi korban profit taking, bukan <strong>pelaku </strong>profit taking.  Trader adalah hewan buas.  Mau sukses jadi trader?  Selalu jadi <strong>pelaku</strong>, bukan korban.  Proaktif, bukan reaktif.  Jadi tindakan yang benar adalah langsung <strong>profit taking</strong> (posisi short).  Anda cover ketika resistance tembus dan posisi short Anda tidak terjadi konfirmasi.</p>
<p>Anda harus jadi <strong>penggerak pasar</strong>, bukan penunggu pohon duren.  Dan juga bukan di mesin jackpot ala kasino.</p>
<p>Jadi setelah short, barulah Anda menunggu harga mengkonfirmasi tindakan Anda, bukan Anda menunggu konfirmasi baru short.  Terlambat.  <em>Capiche</em>?</p>
<p>Dari tadi short terus yang dibahas.  Ada alasannya tentunya.  Sudah hukum pasar modal, kalau naik itu pelan-pelan, tapi turun langsung jatuh.  Dan trader dapat cuan cuma kalau posisi sudah ditutup.  Pikirkan hal ini baik-baik.</p>
<h2>Tajam</h2>
<p>Trader itu harus punya sesuatu milik pribadi yang tajam, yang hanya milik Anda, atau &#8220;<strong>edge</strong>&#8221; Anda.  Analisanya dan eksekusinya harus tajam, <strong>dan sejalan</strong>.  Kalau Anda tidak punya &#8220;edge&#8221;, keluar saja dari bursa sekarang.</p>
<p>Banyak analis kami lihat analisanya sudah benar, tapi dia tidak akan cuan.  Kenapa?  Eksekusinya.  Dia entah ragu-ragu dan akhirnya terlambat, atau salah sama sekali caranya, atau manajemen modalnya.  Dia analis, bukan trader.</p>
<p>Ada lagi yang ragu-ragu tapi masuk juga, akhirnya dijagal.  Itu gambling, bukan trading.</p>
<p>Selalu ada indikator yang akan mencegah Anda.  Itu fakta.  Maka, kami jarang sekali menggunakan indikator selain yang seperlunya saja.  Anda cuma perlu harga dan volume untuk konfirmasi dan diskonfirmasi.</p>
<p>Tadi Anda pilih hewan apa?  Bayangkan yang tajam dari hewan tersebut.</p>
<p>Misalkan Anda memilih hiu:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/shark-warning.jpg"><img class="size-full wp-image-1091 aligncenter" title="shark-warning" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/shark-warning.jpg" alt="" width="360" height="235" /></a></p>
<p>Satu-satunya yang tajam dari hiu adalah giginya, namun kita semua takut dengan hiu di daerahnya (perairan).  Bawa trading ke perairan Anda.  Trading di saham-saham yang Anda kenal dengan baik.  Dengan begitu, Anda akan dapat <em>feel </em>dan bisa meminimalkan resiko.  Jangan &#8220;mengejar&#8221; terus menerus.  Harus ada &#8220;staple&#8221; atau makanan pokok.  Ini yang akan menjadi sumber penghasilan pokok Anda.  Bayangkan hiu makan rusa.  Tidak bisa&#8230; karena itu makanannya macan.  Keduanya punya makanan sendiri.  Hiu makan anjing laut yang sedang menyelam (dan yang mirip-mirip, penyelam dan surfer).  Carilah yang mirip anjing laut. <img src='http://pojoksaham.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Anda macan gunung?</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/cougar.jpg"><img class="size-medium wp-image-1092 aligncenter" title="cougar" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/cougar-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Carilah rusa yang bergerak cepat, sudutkan, dan terkam!  Jangan cari penyelam atau anjing laut, nggak akan dapat di hutan.</p>
<p>Anda banteng?  Anda beruang?  Sesuaikan sistem trading Anda dengan siapa diri Anda sebenarnya.  Temukan dulu &#8220;totem&#8221; Anda.  <strong>90% dari trading adalah tentang diri Anda.</strong></p>
<p>Ada trader yang kerjanya merugi melulu sedikit-sedikit karena cutloss terus menerus, tapi ketika dia dapat buruan, dia main piramida, dan cuan langsung besar-besaran.  Itu adalah &#8220;edge&#8221; dia.  Dia <strong>tahu</strong> apa yang dia lakukan, dan dia stick to it.</p>
<h2>Paus</h2>
<p>Ada lagi binatang lain di pasar modal, paus.  Bukan killer whale, tapi blue whale.  Ini adalah hewan besar yang tampaknya tidak bisa dikalahkan oleh trader secara modal.  Tapi secara taktik, sebenarnya bisa.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/bluewhale.jpg"><img class="size-medium wp-image-1093 aligncenter" title="bluewhale" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/bluewhale-300x205.jpg" alt="" width="300" height="205" /></a></p>
<p>Paus adalah fund manager, bandar besar dalam dan luar negeri, Warren Buffett.  Anda mau mengalahkan paus?  Biarkan dia mati sendiri pelan-pelan.  Paus mati karena ukurannya sendiri.  Menjadi paus punya kelebihan dan kekurangannya sendiri.  Dia  mungkin punya modal besar, sekali bergerak menimbulkan &#8220;gelombang besar&#8221; di pasar, tapi tidak punya fleksibilitas dan kecepatan &#8220;the beast&#8221;.</p>
<p>Jika Anda mengikuti paus, Anda tidak punya modal dan kesabarannya.  Satu persen bagi paus sudah besar, bisa membayar gaji, kantor dan operasional, dan gundik.  Berapa satu persen dari dua belas trilyun rupiah?  Seratus dua puluh milyar!!  Berapa satu persen dari lima puluh juta rupiah?  Cuma lima ratus ribu rupiah.  Bagi trader, satu persen artinya rugi fee, internet, broker, dan waktu.  Pikirkan ini sebelum Anda mencoba meniru portofolio reksadana atau Warren Buffett.</p>
<p>Sekarang, Anda <em>beast </em>yang mana?</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/22/the-beast/">The Beast</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpojoksaham.com%2F2010%2F06%2F22%2Fthe-beast%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=420&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:420px;height:30px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/06/22/the-beast/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Anda &#8220;Pecandu&#8221; Berita&#8230;</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/06/04/useless/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/06/04/useless/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 05:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[useless]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=1047</guid>
		<description><![CDATA[Ini salah satu contoh kenapa berita itu tidak berguna. Saat Detik menulis ini: (warning, lebih baik langsung scroll ke bawah) Jumat, 04/06/2010 08:50 WIB Mei 2010 Asing Tarik Rp 1,7 Triliun dari Pasar Saham Wahyu Daniel &#8211; detikFinance Jakarta &#8211; Sentimen negatif yang terjadi pada pasar keuangan global akibat krisis utang di Eropa, membuat investor [...]<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/04/useless/">Jika Anda &#8220;Pecandu&#8221; Berita&#8230;</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini salah satu contoh kenapa berita itu tidak berguna.</p>
<p><span id="more-1047"></span></p>
<p>Saat Detik menulis ini: (warning, lebih baik langsung scroll ke bawah)</p>
<blockquote><p>Jumat, 04/06/2010 08:50 WIB</p>
<p>Mei 2010</p>
<p>Asing Tarik Rp 1,7 Triliun dari Pasar Saham</p>
<p>Wahyu Daniel &#8211; detikFinance</p>
<p>Jakarta &#8211; Sentimen negatif yang terjadi pada pasar keuangan global akibat krisis utang di Eropa, membuat investor menarik dananya dari pasar saham. Ini berimbas pada keluarnya dana asing Rp 1,7 triliun dari pasar saham dalam negeri.</p>
<p>Demikian disampaikan Bank Indonesia (BI) dalam laporan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikutip, Jumat (4/6/2010).</p>
<p>Pada Mei 2010, investor asing secara akumulasi melakukan net jual sebesar Rp 1,7 triliun, berbanding terbalik dengan perilaku pada bulan-bulan sebelumnya (Maret dan April 2010) yang mencatat net beli sebesar Rp 4,9 triliun dan Rp 1,5 triliun.</p>
<p>Aksi jual asing ini membuat nilai perdagangan saham sepanjang Mei 2010 turun menjadi Rp 5,1 triliun, dari bulan sebelumnya yang mencapai Rp 5,2 triliun.</p>
<p>&#8220;Perilaku flight to quality dilakukan oleh investor asing dengan melepas aset di negara-negara emerging market dan beralih ke instrumen yang lebih aman seperti US Government Securities,&#8221; demikian isi laporan tersebut.</p>
<p>Secara sektoral, kinerja saham terkoreksi hampir di seluruh sektor sepanjang Mei 2010. Dengan kapitalisasi pasar yang besar serta aktif diperdagangkan di pasar saham, koreksi pada sektor pertambangan dan sektor agrobisnis memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap penurunan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).</p>
<p>Koreksi yang dialami kedua sektor tersebut tidak terlepas dari jatuhnya harga minyak dunia akibat meningkatnya kekhawatiran gangguan pemulihan ekonomi dunia. Sementara itu, sektor barang konsumsi justru menunjukan perkembangan positif. Namun relatif kecilnya kapitalisasi sektor barang konsumsi belum mampu menahan koreksi yang dialami bursa.</p>
<p>(dnl/dnl)</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.detikfinance.com/read/2010/06/04/085051/1369538/6/asing-tarik-rp-17-triliun-dari-pasar-saham?f9911013">http://www.detikfinance.com/read/2010/06/04/085051/1369538/6/asing-tarik-rp-17-triliun-dari-pasar-saham?f9911013</a></p></blockquote>
<p>Asing sudah masuk kembali Rp.1 T lebih dalam <strong>seminggu </strong>per hari ini.  Cape-capein yang baca aja&#8230;</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/04/useless/">Jika Anda &#8220;Pecandu&#8221; Berita&#8230;</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpojoksaham.com%2F2010%2F06%2F04%2Fuseless%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=420&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:420px;height:30px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/06/04/useless/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jago atau Just Lucky?</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/06/04/jago-atau-just-lucky/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/06/04/jago-atau-just-lucky/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 04:35:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[jesse livermore]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=1034</guid>
		<description><![CDATA[Kita sudah selesai yah bahas bahwa memang Anda harus selalu mandiri dan tidak menunggu rekomendasi dari siapapun.  Sekarang kita bahas apakah main saham itu perlu keahlian atau cuma perlu keberuntungan.  Apakah orang-orang paling sukses di pasar modal  memang ahli dalam bidangnya (membaca chart atau membaca fundamental), atau cuma beruntung? Secara singkat, jawabannya adalah untuk sukses Anda [...]<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/04/jago-atau-just-lucky/">Jago atau Just Lucky?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita sudah selesai yah bahas bahwa memang Anda harus selalu mandiri dan tidak menunggu rekomendasi dari siapapun.  Sekarang kita bahas apakah main saham itu perlu keahlian atau cuma perlu keberuntungan.  Apakah orang-orang paling sukses di pasar modal  memang ahli dalam bidangnya (membaca chart atau membaca fundamental), atau cuma beruntung?</p>
<p><span id="more-1034"></span></p>
<p>Secara singkat, jawabannya adalah untuk sukses <strong>Anda akan perlu keduanya</strong>.  Tapi kalau Anda pikir lebih lanjut lagi, cuma satu dari dua yang bisa Anda kendalikan secara sadar:  keahlian Anda.  Coba kendalikan keberuntungan Anda&#8230;</p>
<p>Kami akan ambil contoh dua orang yang cukup terkenal yaitu Jesse Livermore dan Warren Buffett.  Tentukan dulu pilihan Anda siapa yang jago dan siapa yang just lucky&#8230;</p>
<h2>Jesse Livermore</h2>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/livermore.jpg"><img class="size-full wp-image-1004 aligncenter" title="livermore" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/livermore.jpg" alt="" width="259" height="229" /></a></p>
<p>Kita semua (sebagai <strong>trader</strong>) harus belajar dari JL.  Tidak bisa ditawar lagi.  Ilmunya sangat solid dan merupakan kunci <em>trading</em> di pasar modal dengan menguntungkan.  Dia mulai dari usia sangat muda, dari nol.  Pada usia 15 tahun, uangnya US$1000.  Dia mengalami dua kali crash di pasar modal, 1907 dan 1929.  Tapi jangan pikir dia rugi di kedua crash tersebut, karena dia mengambil posisi short di keduanya, dan uangnya berjumlah US$3 juta di tahun 1907 dan US$100 juta di tahun 1929, menjadikan ia <strong>orang terkaya di Amerika</strong> pada saat itu.  Jesse Livermore adalah Warren Buffett di awal abad 20.</p>
<blockquote><p>Livermore first became famous after the Panic of 1907, when he sold the market short as it crashed. He noticed conditions where a lack of capital existed to buy stock. Accordingly, he <strong>predicted </strong>that there would be a sharp drop in prices when many speculators were simultaneously forced to sell by margin calls and a lack of credit. With the lack of capital, there would be no buyers in sight to absorb the sold stock, further driving down prices. After the crash and its aftermath, he was worth $3 million.</p>
<p>Livermore continued to make money in the bull markets of the 1920s. In 1929, he <strong>noticed </strong>market conditions similar to that of the 1907 market. He began shorting various stocks and adding to his positions and they kept declining in price. When just about everyone in the markets lost money in the Wall Street crash of 1929, Livermore was worth $100 million after his short-selling profits.</p>
<p>Sumber: <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jesse_Lauriston_Livermore">http://en.wikipedia.org/wiki/Jesse_Lauriston_Livermore</a></p></blockquote>
<p>Dan, Anda tahu, JL mendapatkan semuanya dengan menginvestasikan uangnya sendiri&#8230; dari NOL.</p>
<p>Guru JL?  Pengalaman.  Dia lari dari ayahnya di desa dan bekerja serabutan sebelum &#8220;bertaruh&#8221; di pasar modal.</p>
<h2>Warren Buffett</h2>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/warren-buffet.jpg"><img class="size-full wp-image-1036 aligncenter" title="warren-buffet" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/warren-buffet.jpg" alt="" width="200" height="244" /></a></p>
<p>WB mungkin adalah icon pasar modal yang paling dikenal orang di abad 21.  Dan <strong>status selebritis</strong> di abad informasi ini sangat menguntungkan.  Percayalah&#8230; (sampai pada momen ketika <strong>kemunculan Anda semata</strong> bisa membuat Dow naik 2%)</p>
<p>WB mulai berinvestasi di usia muda juga, pada usia 11 tahun.  Namun karirnya sebenarnya dimulai ketika dia <strong>mulai menginvestasikan uang orang lain </strong>di tahun 1956, setelah beberapa tahun lulus kuliah.  Uangnya sendiri cuma US$100.  Oh ya, sebelumnya dia belajar dengan mentornya yang kurang terkenal yaitu Benjamin Graham.  Dan WB, menurut pengakuannya sendiri adalah pengikut setia Benjamin Graham.  Kenapa WB lebih kaya?</p>
<p>Jawabannya ada di chart.  1956 Dow Jones breakout dari high sebelumnya (sebuah konfirmasi <strong>teknikal</strong>):</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/dow-1900log.gif"><img class="size-full wp-image-1035 aligncenter" title="dow-1900log" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/dow-1900log.gif" alt="" width="494" height="306" /></a></p>
<p>Dan dari sana, Dow bergerak dari di bawah 500 ke empat digit (dan lima digit sekarang).  Perhatikan chart di atas adalah log chart.  Efeknya sangat sangat besar di dalam uang Anda jika Anda ikut di tahun 1956.  Ya, jika Anda menginvestasikan uang Anda sendiri mulai tahun 1956, Anda akan menjadi kaya juga.  <strong>Dijamin!</strong></p>
<p>Kembali ke WB.  Setelah berhasil melipatgandakan uang orang lain, tentu saja banyak orang yang berbondong-bondong mencarinya, dan itu berlangsung bertahun-tahun, sebelum dia menutup pintu masuknya dan melikuidasi semua asetnya (cash-out) untuk mulai investasi dengan uangnya sendiri (pada waktu itu sudah cukup banyak).</p>
<p>Dan setelah uangnya cukup banyak dia membeli pabrik tekstil bangkrut (Berkshire), pabrik permen, sebuah koran (kalau tidak salah), furniture, perusahaan asuransi milik Ben Graham, dan lainnya.</p>
<p>Tunggu.  Perusahaan asuransi?  Untuk kedua kalinya dia punya akses ke banyak uang orang lain&#8230;  Dan tunggu, Ben Graham mentor Buffett?  Dibeli perusahaannya oleh Buffett?  Bagaimana murid bisa mengalahkan guru?  Dengan menyalahi aturan gurunya.  &#8221;Jurus&#8221; Ben Graham adalah membeli saham di bawah nilai fundamentalnya, tapi ketika sudah sampai, dia jual.  Buffett, membeli saham di bawah harga fundamentalnya, dan buy and hold selamanya.</p>
<p>Terbukti dari chart, Buffett benar (pada saat itu).  Dia pasti tidak mau mengakui bahwa dia seorang chartist, tapi ya, tindakan kami pasti sama dengan Buffett pada saat itu.  Pasti.  Begitupun JL kalau dia masih hidup di tahun 1950.</p>
<h2>Kembali ke Livermore</h2>
<p>Jesse Livermore bunuh diri pada tahun 1940.  Tidak pernah disebutkan kenapa, tapi kemungkinan dia depresi.  Kenapa?  Kita tidak akan pernah tahu.  Dia meninggalkan warisan, sebuah buku &#8220;How To Trade In Stocks&#8221; dia tulis dan terbitkan di tahun 1939, sebelum dia bunuh diri.</p>
<p>Setelah menjadi orang terkaya di Amerika, dia bangkrut, kenapa, tidak ada yang pernah menulis atau mengcover, tapi kalau kita perhatikan lebih lanjut, ada yang aneh di satu waktu tahun 1933:</p>
<blockquote><p>The police are called when Jesse Livermore apparently goes missing. One day after disappearing he returns home, walking unsteadily. He says he spent the night in a hotel and awoke with a blank mind. Reading newspaper headlines about his disappearance brought him to his senses. His doctor&#8217;s verdict: &#8220;Amnesia nervous breakdown.&#8221;</p></blockquote>
<p>Livermore juga manusia.  Dia tidak akan mampu bertahan jika ada yang bermain dengan otaknya.   Apakah ada yang menculiknya (pemerintah, mafia)?  Dia kena penyakit?  Stres diceraikan istri?  Korban &#8220;black widow&#8221;?  Atau apa?  Kita tidak pernah tahu, yang jelas dia kena amnesia.  Dan sejenius apapun Anda dan JL, jika otak tiba-tiba rusak entah kenapa (faktor luar atau dalam), Anda akan rugi.  Dan bangkrut.</p>
<p>Aneh juga, karena sebelumnya JL sangat mematuhi aturannya dan terus beradaptasi, tapi sejak itu, dia &#8220;mati&#8221;.</p>
<p>1934:</p>
<blockquote><p>Jesse Livermore is bankrupt. He has lost his entire trading fortune. How he did this is unknown. He is not destitute &#8211; his family annuities save the day. He and his wife sail to Europe. &#8220;I hope to relieve my mind of some of my troubles.&#8221;</p></blockquote>
<p>Amanlah menyimpulkan, kejadian di 1933 membuat Livermore bangkrut, dengan berbagai alasan dan sebabnya.  Menjadi &#8220;selebritis&#8221; pada jaman dahulu sangat berbahaya.</p>
<h2>Siapa yang Jago, Siapa yang Beruntung?</h2>
<p>Warren Buffett, lahir pada waktu yang tepat, pada keluarga yang tepat (ayahnya broker saham), dimana ekonomi tumbuh, mengendalikan uang kolektif, menjadi orang terkaya.  Jesse Livermore, lahir di desa, keluarga miskin, kerja serabutan, dengan usaha sendiri, melalui dua crash, dengan uang sendiri, menjadi orang terkaya di Amerika.</p>
<p>WB, just lucky (and old).  <strong>Jesse Livermore, jago!</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/livermore.jpg"><img title="livermore" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/livermore.jpg" alt="" width="259" height="229" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>He is The Greatest Stock Trader We Ever Known</em></strong></p>
<h2>Anda ikut siapa?</h2>
<p>Ada berapa WB di dunia?  Satu.  Ada berapa buku tentang WB?  Banyak!  Ada berapa orang membacanya?  Banyak! (kami punya lima buku WB, membaca lima-limanya, dan tidak ada hasilnya)  Ada berapa orang kaya dengan mengikuti cara WB?  Tidak ada!</p>
<p>Ada berapa JL?  Satu.  Buku tentang JL?  Beberapa.  Yang baca?  Beberapa, cuma trader.  Berapa orang kaya karena &#8220;pengaruh&#8221; JL?  Banyak sekali!  William O&#8217;Neil, Richard Donchian, Paul Tudor Jones II, Martin Zweig, Alexander Elder, Dan Zanger, Richard Wyckoff, David Ryan, Ced Moses, Mark Minervini, dan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.</p>
<p>Beberapa hari ini mungkin Anda sudah setuju bahwa apa yang JL tulis dan beritahu adalah wisdom yang solid, berharga, dan layak kita simak.</p>
<p>Bakar buku WB Anda sekarang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/warren-buffet.jpg"><img class="size-full wp-image-1036 aligncenter" title="warren-buffet" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/warren-buffet.jpg" alt="" width="200" height="244" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>You lucky bastard!</em></p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/04/jago-atau-just-lucky/">Jago atau Just Lucky?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpojoksaham.com%2F2010%2F06%2F04%2Fjago-atau-just-lucky%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=420&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:420px;height:30px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/06/04/jago-atau-just-lucky/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Average Man</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/06/03/the-average-man/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/06/03/the-average-man/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 09:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=1025</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;The average man doesn&#8217;t wish to be told that it is a bull or a bear market. What he desires is to be told specifically which particular stock to buy or sell. He wants to get something for nothing. He does not wish to work. He doesn&#8217;t even wish to have to think.&#8221; -  Jesse [...]<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/03/the-average-man/">The Average Man</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;The average man doesn&#8217;t wish to be told that it is a bull or a bear market. What he desires is to be told specifically which particular stock to buy or sell. He wants to get something for nothing. He does not wish to work. He doesn&#8217;t even wish to have to think.&#8221;</p>
<p>-  Jesse Livermore</p>
<p><span id="more-1025"></span></p>
<h2><strong>Terjemahan bebasnya:</strong></h2>
<p>&#8220;Orang rata-rata tidak ingin diberitahu apakah ini adalah bull market atau bear market.  Apa yang dia benar-benar inginkan adalah diberitahu secara spesifik saham mana yang harus dia beli atau jual.  Dia menginginkan mendapatkan sesuatu secara gratis.  Dia tidak ingin bekerja.  Dia bahkan tidak ingin kalau harus berpikir.&#8221;</p>
<p>- Jesse Livermore</p>
<h2>Catatan Kaki</h2>
<p>Selalu dikutip dimana-mana, <strong>85% trader</strong> bangkrut.  Dalam statistik (salah satu ilmu tidak berguna), rata-rata dalam kurva dengan distribusi normal biasanya adalah sekitar 68%.  85% itu 17% lebih dari 68%!!!  Berarti <strong>jauh lebih dari rata-rata trader itu bangkrut</strong>.  Atau&#8230; dengan kata lain, &#8220;the average man&#8221; atau orang rata-rata dalam kutipan di atas <strong>PASTI BANGKRUT</strong>.</p>
<p>Bagaimana ciri  &#8221;the average man&#8221;?</p>
<ol>
<li>Ingin rekomendasi saham spesifik;</li>
<li>Tidak mau bekerja (analisa);</li>
<li>Tidak mau berpikir (belajar).</li>
</ol>
<p>Anda sudah tahu tiga ciri &#8220;the average man&#8221;.  Balik ketiga ciri tersebut, dan kami yakin, Anda akan berada di tempat pemenang.  Kalau Anda mau jadi pemenang, jauhi CNBC, jauhi FB, jauhi rekomendasi, jauhi forum, jauhi blog, jauhi &#8220;guru&#8221;, jauhi &#8220;insider&#8221;!  Rasakan pasar berada di fase mana, analisa saham-saham kesukaan Anda dengan baik dan jeli, tetapkan rencana trading yang baik (tidak perlu sempurna), eksekusi, dan duduk diam.  Belajar dan terus asah ilmu Anda agar Anda bisa mandiri.</p>
<p><strong>Jangan </strong>jadi &#8220;rata-rata&#8221;.</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/03/the-average-man/">The Average Man</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpojoksaham.com%2F2010%2F06%2F03%2Fthe-average-man%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=420&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:420px;height:30px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/06/03/the-average-man/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;It always was my sitting.&#8221;</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/06/01/it-always-was-my-sitting/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/06/01/it-always-was-my-sitting/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 03:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=994</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;It was the change in my own attitude toward the game that was of supreme importance to me. It taught me, little by little, the essential difference between betting on fluctuations and anticipating inevitable advances and declines, between gambling and speculating. I think it was a long step forward in my trading education when I [...]<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/01/it-always-was-my-sitting/">&#8220;It always was my sitting.&#8221;</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;It was the change in my own attitude toward the game that was of supreme importance to me. It taught me, little by little, the essential difference between betting on fluctuations and anticipating inevitable advances and declines, between gambling and speculating. I think it was a long step forward in my trading education when I realized at last that when old Mr. Partridge kept on telling the other customers, “Well, you know this is a bull market!” he really meant to tell them that the big money was not in the individual fluctuations but in the main movements that is, not in reading the tape but in sizing up the entire market and its trend. And right here let me say one thing: After spending many years in Wall Street and after making and losing millions of dollars I want to tell you this: <strong>It never was my thinking that made the big money for me. It always was my sitting. Got that? My sitting tight! </strong>It is no trick at all to be right on the market. You always find lots of early bulls in bull markets and early bears in bear markets. I’ve known many men who were right at exactly the right time, and began buying or selling stocks when prices were at the very level which should show the greatest profit. And their experience invariably matched mine that is, they made no real money out of it. Men who can both be right and sit tight are uncommon. I found it one of the hardest things to learn. But it is only after a stock operator has firmly grasped this that he can make big money. It is literally true that millions come easier to a trader after he knows how to trade than hundreds did in the days of his ignorance.&#8221;</p>
<p>- Jesse Livermore, 1923.</p>
<p><span id="more-994"></span></p>
<h2>Terjemahan bebasnya:</h2>
<p>&#8220;Perubahan dari sikap saya terhadap permainan trading inilah yang paling penting bagi saya.  Hal tersebut mengajari saya, sedikit demi sedikit, perbedaan dari bertaruh di dalam fluktuasi dan mengantisipasi kenaikan dan penurunan yang tidak terhindarkan, perbedaan antara berjudi dan spekulasi.  saya pikir itu adalah langkah besar di dalam pendidikan trading saya dimana saya sadar akhirnya ketika Tuan Patridge terus berkata konsumen lainnya, &#8220;Yah, Anda tahu ini adalah bull market!&#8221; dia bermaksud memberitahu mereka bahwa uang yang banyak tidak berada di dalam fluktuasi individual, tetapi di gerakan utama, yang tidak terdapat di membaca tape (baca: running trade), tetapi memperkirakan keseluruhan market dan trendnya.  Dan di sini biarkan saya mengatakan satu hal:  Setelah menghabiskan banyak waktu di Wall Street dan setelah menghasilkan dan menghilangkan jutaan dolar saya ingin memberitahu Anda ini:  <strong>Tidak pernah sekalipun apa yang saya pikir yang membuat uang besar untuk saya.  Selalu posisi duduk saya.  Mengerti?  Posisi duduk diam saya! </strong>Mudah sekali untuk benar di pasar.  Anda akan selalu menemukan banyak sekali saham yang naik terlebih dahulu di bull market, dan saham yang turun terlebih dahulu di bear market.  Saya kenal banyak orang yang benar di waktu yang tepat, dan mulai membeli atau menjual saham ketika harganya di level yang seharusnya akan mendapatkan keuntungan paling besar.  Dan pengalaman mereka ternyata cocok dengan saya yaitu, mereka tidak mendapat uang besar dari sana.  Orang yang bisa benar dan duduk diam itu jarang.  Saya menemukan bahwa ini adalah hal yang paling sulit untuk saya pelajari.  Tetapi hanya setelah seorang trader bisa melakukan hal ini dengan baik, dia bisa mendapatkan uang besar.  Benar sekali bahwa jutaan datang lebih mudah ke seorang trader setelah dia tahu bagaimana caranya, daripada ratusan dolar di hari-hari dimana dia masih belum mengerti.&#8221;</p>
<p>- Jesse Livermore, 1923.</p>
<p>Bagi Anda yang ingin sukses, selain belajar menjadi benar dalam analisa dan Anda juga harus belajar &#8220;<strong>duduk diam</strong>&#8220;.  Percaya pada analisa Anda, taruh money management yang baik, dan duduk diam!  Sebuah sistem yang baik bisa melatih Anda untuk hal itu.  Salah satu sistem yang kami anjurkan adalah sistem <a href="http://www.investorsibuk.com/?id=182">Investor Sibuk</a>.  Pastikan Anda menginvestasikan waktu Anda (untuk belajar) sebelum Anda menginvestasikan uang Anda.</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/01/it-always-was-my-sitting/">&#8220;It always was my sitting.&#8221;</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpojoksaham.com%2F2010%2F06%2F01%2Fit-always-was-my-sitting%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=420&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:420px;height:30px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/06/01/it-always-was-my-sitting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Anda Investor Sibuk?</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/05/27/apakah-anda-investor-sibuk/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/05/27/apakah-anda-investor-sibuk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 12:52:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[investor sibuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=926</guid>
		<description><![CDATA[Sangat sedikit orang yang bisa melakonin trading dengan baik dan benar.  Banyak trader pemula, setiap hari menatap layar monitor, karena ilmu belum cukup, cuma bisa dugem (duduk gemetaran) melihat harga naik turun nggak keruan tanpa pegangan (he he&#8230;). Sebenarnya, ada cara mudah yang baik, Anda bisa memulai perjalanan investasi Anda dengan menjadi growth investor (atau Investor [...]<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/05/27/apakah-anda-investor-sibuk/">Apakah Anda Investor Sibuk?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sangat sedikit orang yang bisa melakonin trading dengan baik dan benar.  Banyak trader pemula, setiap hari menatap layar monitor, karena ilmu belum cukup, cuma bisa <strong>dugem </strong>(duduk gemetaran) melihat harga naik turun nggak keruan tanpa pegangan (he he&#8230;).</p>
<p><span id="more-926"></span></p>
<p>Sebenarnya, ada cara mudah yang baik, Anda bisa memulai perjalanan investasi Anda dengan menjadi growth investor (atau Investor Sibuk).  Tetap harus praktek, namun <em>learning curve</em> dan kehilangan modal Anda akan bisa dipangkas banyak, atau bahkan tidak perlu hilang sama sekali dengan <strong>belajar terlebih dahulu secara lengkap sebelum berinvestasi langsung</strong>.  Investasikan waktu Anda sebelum modal Anda, sehingga Anda selalu bisa membuat informed decision, tidak perlu harus terus spekulasi buta atau ngikut rekomendasi saja.</p>
<h2><strong>Growth Investor</strong></h2>
<p>Pernah nggak coba tanya ke analis teknikal, kenapa yah saham ini naik?  Kenapa turun?  Dia pasti buka chart lalu tarik-tarik garis, dan bilang, ini support, ini resistance, ini MA, dan seterusnya.  Bagi yang nggak ngerti sama sekali, mungkin akan bilang, &#8220;Orang ini ngomong apa <em>sih</em>?  Koq beginian dipercaya&#8230;&#8221;  Atau Anda berpendapat begitu setelah melihat beberapa bagian website kami?  (he he&#8230;)  Nanti kami tulis pembelaan untuk hal <strong>ini, </strong>tapi sekarang kita kembali ke laptop.  Mungkin Anda belum bisa menerima konsep ini&#8230; yang ini lebih mudah.  Kami jamin.</p>
<p>Kalau memang Anda <em>ngiler </em>akan kenaikan aset yang sangat cepat di pasar modal apalagi di negara berkembang macam Indonesia, tapi masih ragu masuk sendiri, Anda harus mulai investasi dengan menjadi growth investor.  Apa itu growth investor?  Ini kami copaskan perbandingan antara tipe investor satu dengan lainnya, dan trader:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/perbandingan-trader-investo.png"><img class="size-full wp-image-927 aligncenter" title="perbandingan-trader-investor" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/perbandingan-trader-investo.png" alt="" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Sumber:  <a href="http://www.investorsibuk.com/?id=182">Investor Sibuk</a></p>
<p>Growth Investor secara spesifik mengambil <strong>jalan tengah</strong>.  Anda akan belajar ramuan teknikal dan fundamental di level yang pas, dan kami sangat percaya bahwa <strong>sistem ini berhasil 100%</strong>, walaupun resikonya &#8220;cuma&#8221; Anda perlu sabar, karena sistem ini menghasilkan sedikit sinyal jual dan beli.  Namanya juga Investor Sibuk.  Anda tidak akan mau lebih sibuk lagi karena harus ngurusin saham siang dan malam.  Sedikit sinyal itu baik, bahkan sudah sangat baik, yang penting <strong>untungnya besar!!!</strong> Dan kalaupun Anda mau jadi trader nantinya, pengendalian emosi atau sabar menunggu sinyal adalah tambahan modal yang baik. <img src='http://pojoksaham.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebagai catatan, ilmu growth investing ini masih kami praktekkan bahkan sampai detik ini, walaupun sudah ada modifikasinya seiring pengalaman yang bertambah, yang sebenarnya sasarannya adalah titik jual yang lebih baik dari yang &#8220;standar&#8221;.  Tapi penting, ketahui standarnya dulu sebelum modifikasi agar tidak asal jadinya!  Mana bisa bangun rumah besar tanpa pondasi kuat?  Mana bisa masuk SMP apalagi SMA, kalau SD dan TK saja belum lulus?</p>
<h2>Sebelum Anda menginvestasikan uang Anda, investasikan dulu waktu Anda.</h2>
<p>Mendapatkan keuntungan di pasar modal itu mudah, <strong>jika Anda tahu caranya. </strong> Tentu Anda sudah tahu, bagi trader, manajemen modal itu penting.  <em>Cut losses short, and let profits run</em>.  Jika trend sedang bagus, kami melakukan transaksi seminggu sekali.  Jika market sedang acak-acakan, bisa setiap hari, tergantung pasar dan kesempatan serta hitung-hitungan resikonya.</p>
<p><a href="http://www.investorsibuk.com/?id=182">Orang sibuk</a> mana sempat nungguin pasar setiap hari.  Kadang kalau ada gerakan, mereka sedang sibuk bekerja.  Lalu bagaimana?  Yah ini deh solusinya.  Pakai sistem trading <a href="http://www.investorsibuk.com/?id=182">Investor Sibuk</a> ini.  Di dalamnya sudah disediakan &#8220;grey box&#8221; atau sistem trading yang lengkap untuk growth investing.  Sudah diuji-coba, dan berhasil!</p>
<h2>Kabar Baik dan Kabar Buruk</h2>
<p><strong>Kabar baiknya</strong> buat Anda, penulisnya (Ferdie Darmawan) sempat menulis sistemnya (dan merekam suaranya, dan membuat video) untuk mendidik Anda menjadi <a href="http://www.investorsibuk.com/?id=182">Investor Sibuk</a> seperti dirinya, walaupun <strong>dia juga sibuk</strong>.  Waktu yang digunakan untuk membuat paket pembelajaran ini perlu kita hargai, maka perlu <strong>bayar!</strong></p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/04/27/advertorial-investor-sibuk/">27 April 2010 lalu</a>, produk ini masih setengah gratis karena sedang pre-launch.  Kemudian launching di 18 Mei 2010.  <strong>Kabar buruknya</strong>, <strong>harganya terus naik! </strong>Mungkin dia terbiasa melihat portofolionya naik sehingga dia meniru di jualannya juga. (he he&#8230;)  Atau dia melihat komentar ada yang bilang harganya terlalu murah?  (bisa juga&#8230;)<strong></strong></p>
<p><strong><span style="font-weight: normal;">Tapi kembali </span><span style="font-weight: normal;">kabar baik lagi</span><span style="font-weight: normal;">, karena Ferdie orangnya &#8220;Darmawan&#8221; dia juga membuat harga khusus untuk 100 pembeli selanjutnya (terakhir kami cek).  Jadi kalau Anda baca artikel ini, Anda harus <a href="http://www.investorsibuk.com/?id=182">cepat pesan tempat Anda</a> sebelum kehabisan.</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-weight: normal;">Seharusnya dengan range harga yang tercantum (masih) murah sekali&#8230; (tapi kami tidak tahu yah naik sampai gimana, kalau melihat kenaikan sahamnya Ferdie sih ngeri&#8230;)  Kalau soal <em>cost</em> atau biaya, dengan modal Anda Rp.50 juta saja, lebih dari harga itu bisa rugi dalam sehari kalau salah posisi.  Tapi kalau benar posisinya, bisa balik modal juga dalam sehari.  Belajar dulu deh, sebelum masukin duit.  Bener&#8230;</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-weight: normal;">Mungkin ini merupakan investasi terpenting Anda, karena jujur, ini </span><span style="font-weight: normal;">paket pembelajaran investasi terbaik se-Indonesia</span><span style="font-weight: normal;">, karena orientasinya praktek, bukan cuma teori, apalagi omdo&#8230; </span><span style="font-weight: normal;">Kami bangga menjadi afiliasinya.</span><span style="font-weight: normal;"> Plus, Anda bisa tanya help desk-nya langsung kalau ada yang nggak ngerti (yang sepertinya sulit untuk nggak ngerti karena paketnya sangat<em> user-friendly </em>dan mudah diikuti, dan tidak membosankan (<em>pageturner</em>).  Mau tanya Ferdie juga bisa <em>sih</em>, tapi bayarnya lebih (platinum), yang ditujukan untuk orang-orang yang </span><span style="font-weight: normal;">sibuk banget</span><span style="font-weight: normal;">.</span></strong></p>
<p>Oh ya, mungkin Anda tertarik, tapi minta bocoran, sayang sekali, tidak bisa <em>bung</em>, karena ini:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/peringatan.png"><img title="peringatan" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/peringatan.png" alt="" width="607" height="332" /></a></strong></p>
<p style="text-align: left;">Kami mendapatkan profit sharing dari Ferdie jika Anda membeli produk ini setelah mengklik link <a href="http://www.investorsibuk.com/?id=182">Investor Sibuk</a> dari website kami.  Dan, biarpun Anda sedang bokek, pastikan Anda <em>melirik </em>produk gratis yang Ferdie tawarkan.  :)</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.investorsibuk.com/?id=182"> <img class="aligncenter" src="http://www.investorsibuk.com/images/250x250 - 2.gif" border="0" alt="investor sibuk" width="250" height="250" /></a></p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/05/27/apakah-anda-investor-sibuk/">Apakah Anda Investor Sibuk?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpojoksaham.com%2F2010%2F05%2F27%2Fapakah-anda-investor-sibuk%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=420&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:420px;height:30px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/05/27/apakah-anda-investor-sibuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kick Ass!</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/05/26/kick-ass/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/05/26/kick-ass/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 10:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=919</guid>
		<description><![CDATA[Kick Ass! oleh Pojok Saham<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/05/26/kick-ass/">Kick Ass!</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/ihsg-kickass1.png"><img class="alignnone size-full wp-image-917" title="ihsg-kickass" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/ihsg-kickass1.png" alt="" width="505" height="716" /></a></p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/05/26/kick-ass/">Kick Ass!</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpojoksaham.com%2F2010%2F05%2F26%2Fkick-ass%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=420&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:420px;height:30px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/05/26/kick-ass/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata Belum Saatnya&#8230;</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/05/25/ternyata-belum-saatnya/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/05/25/ternyata-belum-saatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 10:21:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=900</guid>
		<description><![CDATA[Probing the market itu penting.  Kesempatan paling besar, khususnya di Indonesia, karena sulit untuk melakukan short selling, adalah pada saat bottom.  Jangan sampai ketinggalan.  Hanya&#8230; hari ini ternyata bukan harinya.  Hari ini pasar bergerak lagi ke bawah dengan kuat, menekan level bottom lebih dalam lagi.  Level 2550 tertembus di jam 11, dan di tengah hari mencapai 2500 sebelum [...]<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/05/25/ternyata-belum-saatnya/">Ternyata Belum Saatnya&#8230;</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Probing</em> the market itu penting</strong>.  Kesempatan paling besar, khususnya di Indonesia, karena sulit untuk melakukan <em>short selling, </em>adalah pada saat <strong>bottom</strong>.  Jangan sampai ketinggalan.  Hanya&#8230; <strong><span style="color: #ff0000;">hari ini ternyata bukan harinya</span></strong>.  Hari ini pasar bergerak lagi ke bawah dengan kuat, menekan level bottom lebih dalam lagi.  Level 2550 tertembus di jam 11, dan di tengah hari mencapai 2500 sebelum akhirnya ditutup di 2514, tanpa perlawanan berarti.  Maka akhirnya, kami putuskan, menyimpan uang tunai kembali lebih baik untuk sementara waktu.  MA20 deadcross MA50 hari ini di 2800.  Kalau <a href="http://pojoksaham.com/2010/03/15/arsip-analisa-ihsg/">diingat-ingat kembali</a>, tepat hari ini, IHSG telah mengembalikan <strong>semua </strong>kenaikan yang ada sejak awal tahun 2010.</p>
<p><span id="more-900"></span></p>
<h2>Trading Day</h2>
<h2><span style="font-weight: normal; font-size: 13px;"><strong><span style="font-weight: normal;">Dua saham sasaran kami, </span><a href="http://pojoksaham.com/2010/05/24/adro-rebound/">ADRO</a> </strong>dan <strong><a href="http://pojoksaham.com/2010/05/24/elsa-rebound/">BKSL</a> </strong>layu sebelum berkembang.  Analisa di hari sebelumnya ternyata meleset&#8230;  Level cutloss sudah tercapai bahkan sebelum tombol beli ditekan.  Sebenarnya, ini sudah lampu merah.  Walaupun akhirnya keduanya dibeli juga dengan harga &#8220;lebih murah&#8221;, namun pada akhirnya harus direlakan juga kembali ke pasar, <em>rugi</em>.  Di akhir hari, sebenarnya <strong>BKSL </strong>bertahan di 100 dengan minat beli cukup besar, namun potensi ke </span><span style="font-size: 13px;">best price</span><span style="font-weight: normal; font-size: 13px;">-nya (82) terlihat lebih menarik daripada menahan saham ini, terutama ketika IHSG bergerak menembus 2550 di tengah hari&#8230; (dan tidak kembali lagi)</span></h2>
<p>Melihat IHSG yang tidak jadi rebound, dan Dow Fut yang minus 2% lebih hari ini, Eropa minus 3%-an, dan semua market Asia minus, akhirnya <a href="http://pojoksaham.com/2010/05/24/elsa-rebound/">ELSA</a> pun harus direlakan jual di akhir hari walaupun masih belum kena level cutlossnya, melengkapi <strong><em>full cash</em></strong> kembali.  <em>Save it for another day</em>.  Total loss?  Secara finansial, kurang dari 1%.  Secara moral?  <strong>100%!</strong> Analisis kami semuanya <strong>salah </strong>karena <strong>market melawan</strong>.  Apa boleh buat, <strong>kalah total</strong> hari ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/blood-in-the-street.jpg"><img class="size-medium wp-image-902 aligncenter" title="blood-in-the-street" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/blood-in-the-street-195x300.jpg" alt="" width="195" height="300" /></a></p>
<p>Besok <strong>Dow Jones</strong> diramalkan oleh future akan <strong>minus</strong>, dan setelah Dow, Asia akan meniru, <strong><span style="color: #ff0000;">minus</span></strong>, termasuk IHSG.</p>
<p>Support terakhir yang bisa dilihat dari IHSG adalah <strong>2425</strong>.  Tidak menyangka harga akan mendekat ke support <strong>yang ini</strong> begitu cepatnya, tanpa kesempatan <em>technical rebound</em><em>.</em></p>
<p>Besok?  Cukuplah sudah kekalahan minggu ini, stick to the plan, <strong>full cash</strong> hingga konfirmasi.</p>
<p>Kalau bisa, kita tunggu <strong>2425</strong>&#8230;</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/05/25/ternyata-belum-saatnya/">Ternyata Belum Saatnya&#8230;</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fpojoksaham.com%2F2010%2F05%2F25%2Fternyata-belum-saatnya%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=420&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:420px;height:30px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/05/25/ternyata-belum-saatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
