<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pojok Saham &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://pojoksaham.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pojoksaham.com</link>
	<description>Catatan dari Meja Trading</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Apr 2012 05:04:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Random Walk? Self-Fulfilling Prophecy?</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2012/03/03/random-walk-self-fulfilling-prophecy/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2012/03/03/random-walk-self-fulfilling-prophecy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2012 13:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Teknikal]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=2195</guid>
		<description><![CDATA[Random Walk Theory dan Self-Fulfiling Prophecy adalah dua hal yang sering dijadikan kritikan pihak akademisi dan non-praktisi kepada analis teknikal...<p><a href="http://pojoksaham.com/2012/03/03/random-walk-self-fulfilling-prophecy/">Random Walk? Self-Fulfilling Prophecy?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Random Walk Theory</em> dan <em>Self-Fulfiling Prophecy</em> adalah dua hal yang sering dijadikan kritikan pihak akademisi dan non-praktisi kepada analis teknikal atau <em>trader</em> atas tindakannya mencoba “memprediksi” pergerakan harga saham. Di sini saya ingin mencoba <em>sharing</em> pengetahuan saya tentang kedua masalah ini.</p>
<h2>Random Walk Theory</h2>
<p><em>Random Walk Theory</em>, atau terjemahan bebasnya Teori Jalan Acak. Bayangkan orang mabuk (atau mikrolet atau bajaj di ibukota, kalau kamu inginkan). Kamu tidak akan bisa menebak dia akan berbelok ke kiri atau ke kanan, atau jalan lurus saja. Atau bahkan berhenti di tengah jalan.  Begitu juga orang lain. Tidak ada yang bisa.  Hanya supirnya dan Tuhan yang tahu.</p>
<p style="text-align: center;"> <a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2012/03/mikrolet.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2196" title="mikrolet" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2012/03/mikrolet.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Mikrolet Berbelok: Contoh Nyata <em>Random Walk</em></strong></p>
<p>Para penganut <em>Random Walk Theory</em> ini (biasanya akademisi) menganggap harga saham itu seperti mikrolet. Kamu tidak akan pernah bisa memperkirakan besok dia akan naik atau turun, dan semua usaha untuk menganalisa jalannya gerakan pasar modal dan harga saham itu percuma, atau tidak ada gunanya.</p>
<p>Dan bukan cuma dia saja, akademisi dan profesor (Ph.D.) seperti Nassim Nicholas Thaleb (penulis buku &#8220;<em>The Black Swan</em>&#8221; dan &#8220;<em>Fooled by Randomness</em>&#8220;) juga memiliki argumen tentang randomness atau keacakan. Tapi Thaleb adalah filsuf dengan pemikiran yang luas, sehingga walaupun dia mengkritisi <em>randomness</em>, sasarannya terutama adalah para penjual option. Saya yakin, sebagai trader, saya dan dia kalau ngobrol akan cocok (terutama tentang manajemen resiko).</p>
<p>Kalau menurut saya (dan analis teknikal yang baik tentu akan setuju), gerakan harga saham itu tidak acak. Bisa jadi para akademisi tersebut terlalu mengandalkan model-model komputernya. Mereka lupa, komputer yang paling canggih yang diciptakan oleh Tuhan tetap adalah otak manusia. Akademisi secara teoritis mencoba mensimulasi gerakan pasar modal, dan gagal menemukan suatu formula, suatu alat prediksi yang bisa memprediksi harga, dan menyatakan, “pasar modal merupakan <em>random walk</em>”.</p>
<p>Seorang anak berumur sepuluh tahun yang tidak pernah menyentuh piano, melihat Richard Clayderman memainkan Fur Elise. Tangannya terlihat menari-nari di atas tuts. Dia mungkin menganggapnya sangat sulit sehingga terlihat berjalan sendiri secara acak. <em>Random walk</em>? Komputer tidak bisa membuat nyanyian seperti Adele atau Depapepe. Kita masih membutuhkan penyanyi dan musikus untuk membuat musik.</p>
<p>Bukankah sama saja?  Program yang dia gunakan untuk <em>modelling</em> tidak cukup sensitif atau prosesornya tidak cukup kuat untuk meniru otak manusia.</p>
<h2>Self-Fulfilling Prophecy</h2>
<p>Ada lagi yang bilang bahwa di pasar modal berlaku <em>Self-Fulfilling Prophecy</em>, atau terjemahan bebasnya, ramalan yang terwujud sendiri. Disebutkanbahwa  karena cukup banyak <em>trader</em> yang melihat formasi harga yang sama, maka akhirnya prediksi para trader tersebut terwujud dengan sendirinya.</p>
<p>Pernyataan ini tidak lengkap. Banyak sekali hal dan intrik di pasar modal, sehingga seringkali harga tidak berperilaku sesuai dengan yang diharapkan kebanyakan orang.</p>
<p>Hal ini mengingatkan saya pada &#8220;kegilaan&#8221; beberapa tahun lalu (mungkin masih ada gaungnya) tentang <em>Law of Attraction</em>, dimana orang yang membawa pengaruh buruk harus &#8220;disingkirkan&#8221; dari hidupmu, dan kita hanya boleh bergaul dengan orang sukses saja.  Di situ, kita bisa mendapat banyak uang hanya dengan berpikir kita akan mendapat banyak uang.  Hmm&#8230; terdengar kekanak-kanakan?  Sebagai placebo karena banyak yang mulai bangkrut di Amerika Serikat (mungkin karena mengikuti <em>Rich Dad</em>), ya, mungkin berguna.  Tapi sebenarnya yang jadi kaya tetap cuma tetap cuma segelintir orang saja, <em>dengan, atau tanpa LoA</em> (salah satunya pembicara dan penulis bukunya). (<em>EN: mohon maaf atas kesinisannya</em>)</p>
<p style="text-align: center;"><span style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2012/03/Manifestation-Miracle.jpg"><img class="size-medium wp-image-2202 aligncenter" title="Manifestation Miracle" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2012/03/Manifestation-Miracle-229x300.jpg" alt="" width="229" height="300" /></a></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Jangan takut, matahari akan tetap ada di pusat tata surya untuk SEMUA orang&#8230;</strong></p>
<p>Mengapa pasar modal bukan merupakan <em>Self-Fulfilling Prophecy</em>?  Contoh paling mudah adalah di <em>market bottom</em> atau permulaan wave satu, biasanya banyak sekali analis dan trader, serta masyarakat umum yang masih berpendapat bahwa harga akan terus turun lagi. Jika <em>Self-Fulfilling Prophecy</em>, tentunya harga akan terus turun karena banyak sekali yang memprediksi harga akan terus turun.</p>
<p>Faktanya, ada segelintir pihak yang mengakumulasi di harga murah tersebut. Biasanya pihak-pihak ini adalah minoritas. Ingat Prinsip Pareto.  Sebagian besar uang di dunia&#8230; dikuasai oleh segelintir orang saja.</p>
<p>Atau <em>Cramer Bounce</em>, setelah suatu saham &#8220;diiklankan&#8221; di CNBC oleh Jim Cramer, harga melonjak <strong><em>sesaat</em></strong>.  Tapi setelah itu kembali ke harga semula, <strong><em>di luar perkiraan</em> banyak orang</strong>.</p>
<h2>Catatan Kaki dari Analis Teknikal</h2>
<p>Analis teknikal, yang memantau perkembangan harga saham, mengetahui bahwa harga merupakan gabungan atau akumulasi dari banyak sekali faktor dan pandangan yang mempengaruhi: ketakutan, keserakahan, keinginan, kelicikan, kecurangan, <em>kenaifan</em>, perkiraan pendapatan (<em>earnings estimates</em>), kebutuhan broker untuk komisinya, kebutuhan manajer investasi untuk performa dan keamanan karirnya, permintaan dan penawaran dari saham, likuditas uang (kebijakan moneter) dan arus dari dana (asing/lokal, <em>hot money</em>, dll), tendensi untuk menghancurkan portofolio, kepasifan, jebakan, manipulasi, arogansi, konspirasi, fraud, dan dua muka, fase bulan dan matahari, siklus ekonomi dan pandangan masyarakat mengenainya, <em>mood</em> publik, dan kebutuhan manusia untuk menjadi benar.</p>
<p>Di tangan <em>chartist</em> (sebutan lain untuk analis teknikal) yang berpengalaman, <em>chart</em> (grafik harga) bisa menceritakan banyak hal. Namun, seperti seni lainnya, butuh jam-jam membosankan untuk belajar analisa teknikal. The Beatles telah bermain musik selama 10.000 jam sebelum terkenal. Di Hamburg. Di kafe pelaut yang sangat bising.</p>
<p>Formasi dari gerakan harga adalah “bahasa” dari pasar kepada kita… <em>jika kita mau mendengar bisikannya…</em></p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2012/03/03/random-walk-self-fulfilling-prophecy/">Random Walk? Self-Fulfilling Prophecy?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2012/03/03/random-walk-self-fulfilling-prophecy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trade What You See, Not What You Think</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2012/02/29/trade-what-you-see-not-what-you-think/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2012/02/29/trade-what-you-see-not-what-you-think/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Feb 2012 10:36:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=2189</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah diberi nasehat, &#8220;Analisa terbaik adalah analisa kamu sendiri, tapi kamu perlu melakukan apa yang chart beritahu ke kamu,...<p><a href="http://pojoksaham.com/2012/02/29/trade-what-you-see-not-what-you-think/">Trade What You See, Not What You Think</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah diberi nasehat, &#8220;Analisa terbaik adalah analisa kamu sendiri, tapi kamu perlu melakukan apa yang chart beritahu ke kamu, bukan apa yang kamu pikirkan.&#8221;  (<strong><em>Trade what you see, not what you think</em>.</strong>)</p>
<p>Lho, maksudnya apa?  Karena saya yang trading, tentu saya trading sesuai dengan pandangan saya, sebodo amat dengan chart.  Well, perlu banyak waktu dan banyak trade yang jebol sebelum saya sadar, kadang apa yang saya pikirkan <strong><em>bertolak belakang</em></strong> dengan apa yang terlihat di chart.  Di dalam chart kita bisa melihat pola-pola teknikal, candlestick, dan indikator, tidak ubahnya dengan dashboard mobil yang kita kendarai.</p>
<p>Beranikah kamu berkendara menggunakan mobil tanpa dashboard?  Ada satu film (bintangnya Daniel Quaid, kalau nggak salah), dimana dia berkendara dengan truk yang dashboardnya rusak melintasi padang pasir.  Tapi Mr. Quaid tidak tahu instrumen dashboard tersebut rusak&#8230;sampai mobilnya mogok di tengah padang pasir!  Penyebabnya?  Kehabisan bensin.  Ketika dia memukul dashboardnya, barulah jarum penunjuk bensinnya jatuh.</p>
<p><strong>Percayai chart-mu, jangan pikiranmu.</strong></p>
<p>Chart adalah rekam jejak yang tidak terdistorsi oleh pikiran-pikiran salah.</p>
<p>Pikiran bisa dengan <strong>mudah terdistorsi</strong>, dari berita yang kita baca, yang kita lihat di TV.  Rekomendasi saham yang saat ini datang dari segala sisi.  Dulu cuma dari kolom di pinggir koran Bisnis Indonesia, sekarang bahkan di Facebook pun ada saja yang bicara saham.  Pandangan-pandangan individual yang belum tentu time frame tradingnya itu sama dengan kamu bisa saja &#8220;mengkontaminasi&#8221; rencana trading yang sudah kamu susun.  Dan belum lagi <strong>emosi</strong> yang ada di dalam trading&#8230;</p>
<p>Apalagi beberapa sumber internet yang &#8220;misterius&#8221; dimana seolah ramalannnya bisa datang dari sisi manapun.  Penyebab dan akibat pun bisa dibuat seolah terbalik (<em>narrative fallacy</em>), atau menjelaskan hal yang sudah jelas.</p>
<p>Apa perbedaan antara kalau saya bilang, &#8220;Harga jatuh 5%.&#8221; dengan &#8220;Harga jatuh 5% karena penjualan mobil merosot.&#8221;.  Pernyataan kedua adalah bahasa media.  Selalu harus ada &#8220;Why&#8221; atau &#8220;Kenapa&#8221; kalau menulis berita.  Tidak peduli apakah alasannya benar, asalkan masuk logika.  Ada beda antara benar dan masuk logika.  Kalau masuk logika, semua berita pasti masuk logika, tapi benar atau salah, itulah yang masih relatif.</p>
<p>Sebagai trader, &#8220;Harga jatuh 5%&#8221; adalah semua informasi yang kita butuhkan.  <em>Just the facts</em>.  Kita bisa periksa, ada di mana <em>support</em>, dimana para buyer itu berada?  Apakah sellernya masih kuat, atau buyernya cuma menunggu (&#8220;<em>bidders</em>&#8220;).  Pasar bidders bisa dengan cepat berubah menjadi rebound.  Para bidders yang merasa terlambat akan terus membeli.  Di mana target, dimana saya pasang target, dimana stoploss.  Semua itu&#8230;ada di chart, tidak ada di tempat lainnya.</p>
<p>Sebaliknya, &#8220;Harga naik 5%, karena Mr. XXX berkata bahwa kapasitas pabrik meningkat 50%.&#8221; tidak berarti ada 45% potential gain.  Berhati-hatilah dengan matematika singkat yang bisa mencelakakan ini.  Bisa jadi ketika harga naik 5%, disitulah kita harus&#8230;jual, karena harga sudah di level kritis&#8230; target dari Wave 5 dari 5.  Koreksi besar menunggu.  Semua itu&#8230;ada di chart, bukan di tempat lain.</p>
<p>Analisa prediktif bisa saja bilang &#8220;Target koreksi/rally IHSG adalah XXXX&#8221;, tapi ketika kita lihat pasar melawan secara signifikan, trader yang baik harus disiplin dan reaktif.  Chart bilang saya harus exit, maka saya exit.  Soal buyback lagi urusan nanti.  Sebaliknya, ada analis X bilang akan ada koreksi, tapi chart menunjukkan minat beli masih besar, maka kalau chart bilang hold, saya hold.  Soal harus jual, itu nanti urusan trailing stop saya.  Trader bukan analis yang &#8220;skor&#8221;-nya dihitung dari prediksi yang benar.  Trader &#8220;skor&#8221;-nya dihitung dari berapa return yang dihasilkannya per tahun, bisakah dia melewati taktik &#8220;<em>buy and hold</em>&#8220;-nya manajer investasi reksadana?  Atau bahkan, bisakah return per bulan (untuk yang <em>trading for a living</em>), menutup semua pengeluaran bulan itu?</p>
<p>Saya tahu, hold ketika profit sudah menggelembung bukan hal yang mudah.  Saya pernah dan terus mengalaminya.  Haruskah saya jual sekarang?  Apakah saya akan kehilangan profit ini?  Terkadang, itulah yang dipikirkan.  Tapi berpegang pada chart, selama masih ada yang mau beli di harga lebih tinggi, saya akan terus hold.  Seringkali, dengan cara itu, saya bisa memaksimalkan gain.</p>
<p>Seringkali juga, trader (terutama yang baru), terjebak pada pemikiran bahwa dia adalah<em> newbie</em>, sehingga tidak pantas untuk profit besar.  Percayalah, kalau kamu sudah trading dengan benar, walaupun baru sebentar, kamu pantas untuk profit besar.  Itulah balasan kamu untuk trading dengan benar.</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2012/02/29/trade-what-you-see-not-what-you-think/">Trade What You See, Not What You Think</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2012/02/29/trade-what-you-see-not-what-you-think/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Time To Go Fishing?</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2011/12/28/time-to-go-fishing/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2011/12/28/time-to-go-fishing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 12:23:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=2106</guid>
		<description><![CDATA[Saya beberapa waktu ini tidak update web maupun Twitter.  Tampaknya yang mencoba menghubungi saya melalui email juga saya cuekin&#8230; Bukannya...<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/12/28/time-to-go-fishing/">Time To Go Fishing?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya beberapa waktu ini tidak update web maupun <a href="https://twitter.com/#!/pojoksaham">Twitter</a>.  Tampaknya yang mencoba menghubungi saya melalui email juga saya cuekin&#8230; Bukannya saya sombong, tapi bulan Desember ini saya memang sangat sibuk dengan &#8220;urusan lain&#8221;.  Kira-kira setelah lewat tanggal 16 Desember, saya sudah &#8220;nyerah&#8221; mengharap adanya <em>window dressing</em> yang ternyata cuma terjadi di saham-saham konstruksi (PTPP, TOTL, WIKA).  <em>Sudah deh</em>, saya pikir. <em>Tahun ini memang bukan tahun yang baik untuk trading</em>.</p>
<p>Kalau dipikir-pikir, memang banyak target saya yang tidak tercapai tahun ini di dunia trading.  Mungkin karena saya sendiri <strong><em>kurang fokus</em></strong>.</p>
<p>Jesse Livermore pernah berkata bahwa trading adalah pekerjaan full time, dimana trader atau spekulator itu harus mengabdikan seluruh dirinya ke dalam pekerjaannya (trading).  <strong>Sungguh benar sekali kata-kata tersebut</strong>.</p>
<p>Saya pikir saya sudah cukup berpengalaman untuk terbang dengan &#8220;auto pilot&#8221;, trading &#8220;sistem&#8221; tanpa terlalu mengindahkan &#8220;discretionary&#8221;.  Well, saya salah.  Frost dan Pretcher juga pernah menulis, ketika investor terbiasa dengan cara trading tertentu, waktu itulah market berubah.  Kalau dimasukkan ke wave, wave 2 dan wave 4 akan berbeda bentuknya.</p>
<p>IHSG saat ini sendiri masih berada di posisi sideways dengan volume sangat rendah.  Saya akan menunggu tembusnya resisten 3800 baru agresif.  Sementara ini posisi saya masih cenderung defensif dan saya tidak berharap banyak.</p>
<p><strong>Selamat Hari Natal</strong> bagi yang merayakan, dan<strong> Selamat Tahun Baru 2012</strong>.</p>
<p>Semoga tahun depan membawa berkah yang lebih besar bagi kita semua.</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/12/28/time-to-go-fishing/">Time To Go Fishing?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2011/12/28/time-to-go-fishing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uncle Ben&#8217;s &#8220;Operation Twist&#8221;</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2011/09/22/uncle-bens-operation-twist/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2011/09/22/uncle-bens-operation-twist/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 00:12:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=2007</guid>
		<description><![CDATA[INI adalah jaman central bankers.  Setelah The Fed menelurkan QE1 dan QE 2 yang membuat harga-harga di pasar ekuitas melonjak...<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/09/22/uncle-bens-operation-twist/">Uncle Ben&#8217;s &#8220;Operation Twist&#8221;</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/09/Ben590.jpg"><img class="size-full wp-image-2008 alignnone" title="Ben590" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/09/Ben590.jpg" alt="" width="590" height="332" /></a></p>
<p>INI adalah jaman central bankers.  Setelah The Fed menelurkan QE1 dan QE 2 yang membuat harga-harga di pasar ekuitas melonjak drastis, kali ini Ben membuat stimulus baru: sesuatu yang disebut oleh pasar sebagai &#8220;Operation Twist&#8221;.</p>
<p>Sebenarnya, pasar sudah mengharapkan stimulus ini sejak seminggu yang lalu.  Berita dan analisa telah menunjuk setidaknya ada 2 dari 3 <em>chance</em> akan diumumkan Operation Twist.  Apa itu Operation Twist?  The Fed akan membeli US$400 milyar treasury bond yang akan jatuh tempo dalam enam tahun sampai 20 tahun sebelum Juni 2012, sambil menjual jumlah yang sama treasury bond dengan jatuh tempo tiga tahun atau kurang.  The Fed juga akan mempertahankan posisinya di pasar kredit perumahan (mortgage).</p>
<p>Pasar mengharapkan Operation Twist sebesar US$300 milyar, Uncle Ben memberikan US$400 milyar.  Di tengah tekanan dari Kongres, terutama Partai Republik, yang melalui surat meminta The Fed untuk tidak melakukan apapun karena dituduh tidak berguna, Uncle Ben tetap meluncurkan kebijakannya.</p>
<p>Well, sebenarnya aksi The Fed <em>telah sesuai dengan ekspektasi pasar</em>.  Tapi, kenapa Dow kemarin tetap turun 2%?  Reaksi di pasar obligasi sudah menunjukkan pasar berusaha mendahului gerakan The Fed dan membuat yield bond turun.</p>
<p>Kami berpandangan bahwa tampaknya pelaku pasar masih tertuju pada krisis Eropa, terutama ancaman default Yunani.  Uncle Ben telah melakukan apa yang bisa dia lakukan, dan <em>tidak mengecewakan pasar</em>.  Sekarang giliran &#8220;troika&#8221; Eropa: ECB, EU, dan IMF.</p>
<p>Ekonomi dunia membaik, masalahnya di Asia termasuk Indonesia, bank-bank Eropa sedang mencari pendanaan di Asia.  Jika pendanaan berupa obligasi ber-yield tinggi, bisa saja akan terjadi balancing portfolio antara saham dan obligasi, dimana investor institusional menjual saham untuk meminjamkan uang pada mereka.  Beberapa bank Eropa seperti BNP Paribas juga sedang mencari likuiditas dengan menjual aset equity mereka di Asia.  Karena harga-harga di BEI sudah cukup tinggi, mereka melakukan aksi <em>profit taking</em>.  <em>Either way, it doesn&#8217;t look very good as of now</em>.</p>
<p>(Photo credit: AFP)</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/09/22/uncle-bens-operation-twist/">Uncle Ben&#8217;s &#8220;Operation Twist&#8221;</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2011/09/22/uncle-bens-operation-twist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Kurs Rupiah Terhadap Saham</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2011/09/17/pengaruh-kurs-rupiah-terhadap-saham/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2011/09/17/pengaruh-kurs-rupiah-terhadap-saham/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 05:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=1981</guid>
		<description><![CDATA[SAAT pasar modal dunia menemukan support, baik Amerika (Dow) maupun regional, termasuk IHSG yang sudah tertahan di kisaran 3700, muncul...<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/09/17/pengaruh-kurs-rupiah-terhadap-saham/">Pengaruh Kurs Rupiah Terhadap Saham</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SAAT pasar modal dunia menemukan support, baik Amerika (Dow) maupun regional, termasuk IHSG yang sudah tertahan di kisaran 3700, muncul isu baru, ini:</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/09/idr-usd.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1982" title="idr-usd" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/09/idr-usd.jpg" alt="" width="453" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-1981"></span></p>
<p>Dalam dua minggu terakhir sejak lebaran, terjadi <em>depresiasi</em> nilai Rupiah terhadap Dollar Amerika, dari 8582 ke 8856, atau dollar naik 3,2%.  Sebagian investor, terutama yang mencoba berpikir seperti investor asing berlogika:  penurunan nilai rupiah akan membuat nilai saham di BEI dalam kurs mata uang di negara asalnya juga menurun.  Misalnya, jika sebelumnya dalam kurs 8500, harga ASII di 85000, adalah US$10, dengan kurs 10000, harga ASII di 85000, cuma US$8,5.  Hal ini membuka kekhawatiran baru bahwa investor asing akan keluar dari BEI.  Kepemilikan asing di BEI mencapai hampir 60%, melebihi kepemilikan investor lokal yang cuma 40%, jadi hal ini mungkin akan memicu capital outflow.  Apalagi memang terlihat setiap hari net sell asing terus terjadi.</p>
<p>Yang kedua, dalam suatu negara yang ketergantungan impornya tinggi, penurunan nilai kurs bisa jadi membuka kekhawatiran mengenai inflasi.  Bahan baku impor membuat produsen harus menaikkan harga jual produknya, yang pada akhirnya berujung kenaikan harga barang, inflasi.</p>
<p>Ya, tentu dengan logika di atas, hal ini investor khawatir.</p>
<p><strong><em>Now&#8230; on the flip side..</em>.</strong>  Saya akan berargumen bahwa depresiasi rupiah dan kurs bisa jadi korelasinya terbalik.  Hipotesa saya yang akan diuji pada beberapa minggu ke depan adalah kurs rupiah naik <em>karena</em> IHSG turun.  Jadi pasar modal sebagai lead dan kurs menjadi follower.</p>
<p>Dari bulan Agustus 2011, IHSG terus menerus mengalami koreksi, dengan angka net sell asing cukup besar.  Hal ini membuat <em>capital outflow</em>, uang asing terbang pulang ke negara asalnya.  US$ dicari sehingga harganya naik, otomatis Rupiah menjadi turun.  Sekarang jika IHSG kembali naik, maka Rupiah akan menjadi stabil.</p>
<p>Jika ditilik dari sisi valuasi, coba pikirkan, siapa yang paling untung jika harga dollar naik?  Jawabannya exportir.  Pendapatannya jika dihitung dalam USD, maka pendapatan dalam rupiah menjadi lebih tinggi.  Walaupun dicatat sebagai laba kurs, tetap saja bottom line merupakan keuntungan.  Sebagai eksportir sumber daya alam, apresiasi dollar akan membuat keuntungan emiten eksportir makin kinclong.  Karena harga saham digerakkan <em>ekspektasi</em> atau harapan investor, maka hal tersebut akan menghilangkan satu sama lainnya.  Di satu pihak, akan ada apresiasi pendapatan, walaupun ada penurunan nilainya.  Dari return IHSG yang cukup besar, dibanding dengan depresiasi rupiah yang dianggap country risk, maka secara valuasi dalam mata uang sana, walaupun tingkat diskonto naik, proyeksi pendapatan juga naik.  Hasilnya&#8230; kurang lebih sama.  Jika fundamental dalam negeri masih baik, investor akan datang kembali.</p>
<p>Kekhawatiran kedua mengenai inflasi.  Dari <a href="http://www.kemendag.go.id/statistik_perkembangan_ekspor_impor_indonesia/">data Kemendag</a>, Indonesia adalah negara net eksportir.  Pada emiten dengan bahan baku yang kebanyakan dari dalam negeri tidak akan terpengaruh dengan kenaikan kurs dollar.  Kemudian pikirkan juga consumer goods macam emiten penjual mie instan.  Dengan bahan baku dari Indonesia dan dijual di Indonesia, apakah ada pengaruh kenaikan kurs, jika tidak terjadi inflasi.</p>
<p><strong>TERAKHIR</strong>, perhitungan <em>risk and rewards</em>.  Sementara ini, IHSG masih bermain di atas MA52 mingguan (rata-rata satu tahunan), sehingga jangka panjang masih uptrend.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/09/IHSG-weekly-2011-09-17.png"><img class="aligncenter size-large wp-image-1984" title="IHSG-weekly-2011-09-17" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/09/IHSG-weekly-2011-09-17-1024x791.png" alt="" width="776" height="600" /></a></p>
<p>Beberapa literatur mengenai pengaruh exchange rate terhadap pergerakan harga saham menunjukkan korelasi kurang dari 1:1.  Artinya, penurunan nilai exchange rate sebesar 1% berpengaruh kurang dari 1% terhadap harga saham.  <em>Worst case scenario</em>, jika kita mengambil asumsi nilai kurs Rupiah di 9500, terdapat kurang lebih 7% risk.  Dengan risk 1:1, maka penurunan IHSG yang diharapkan tidak lebih rendah dari 3534.    Atau jika diambil Dengan target akhir tahun 4200 dan bottom dari hammer mingguan di 3590, maka Reward to Risk Ratio masih lebih dari dua.</p>
<p>Saya simpulkan, dengan kondisi saat ini, IHSG terlihat masih akan bergerak naik sampai akhir tahun 2011, dengan kesempatan untuk trading cukup baik.</p>
<p>Cuma memang, jika masih terjadi koreksi, akan terjadi <em>rally yang besar </em>jika harga sudah bottoming karena kombinasi faktor-faktor di atas&#8230; itu untuk cerita lain kali saja ya.</p>
<p>Catatan penting lainnya adalah minggu depan tema Eropa, penyelamatan Yunani dan keutuhan mata uang Euro masih akan mendominasi berita ekonomi dunia, karena bisa saja berpengaruh pada prospek pasar modal Indonesia.  Ingat, net eksportir akan bermasalah jika negera tujuan ekspor mengalami masalah.  Jika permintaan ekspor menurun maka tetap akan mempengaruhi <em>bottom line</em> emiten.</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/09/17/pengaruh-kurs-rupiah-terhadap-saham/">Pengaruh Kurs Rupiah Terhadap Saham</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2011/09/17/pengaruh-kurs-rupiah-terhadap-saham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Euro Mendaki Gunung Olympus</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2011/09/07/euro-mendaki-gunung-olympus/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2011/09/07/euro-mendaki-gunung-olympus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 17:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=1956</guid>
		<description><![CDATA[YUNANI adalah sumber peradaban Barat.  Yunani (Greece) jugalah sumber sakit kepala yang menyelimuti petinggi-petinggi moneter di Eropa saat ini.  Bagaimana...<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/09/07/euro-mendaki-gunung-olympus/">Euro Mendaki Gunung Olympus</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>YUNANI adalah sumber peradaban Barat.  Yunani (Greece) jugalah sumber sakit kepala yang menyelimuti petinggi-petinggi moneter di Eropa saat ini.  Bagaimana tidak, hutang yang dikeluarkan negara tersebut untuk mendanai pengeluaran negara yang super boros dan memiliki defisit sangat besar, baru diketahui pada tahun 2010.  Sebelumnya, selama bertahun-tahun pemerintahan Yunani dengan sengaja memalsukan laporan keuangannya sehingga defisit yang ada tidak terdeteksi sebelumnya.  Defisit dari pemerintah mencapai 15% GDP dan swasta mencapai 120% GDP.  Artinya, semua pendapatan kotor dari warganya kalau dijumlah selama setahun belum menutupi defisit tersebut, dengan asumsi semua warganya berproduksi tapi tidak makan dan tidak minum, tidak mengkonsumsi apapun dan bahan baku dari dewa-dewa di Olympus.</p>
<p><span id="more-1956"></span></p>
<p>Kata kunci dari Yunani saat ini adalah <em>penghematan (austerity).  </em>European Central Bank (ECB), IMF, dan European Commission memaksa Yunani untuk menghemat anggarannya dengan mengurangi pengeluaran, caranya dengan berhemat mengurangi layanan publik yang disediakan.  Salah satu cara penghematan yang disyaratkan adalah tidak membayar gaji semua pegawai negeri.  Tentu, hal ini mengundang protes penduduknya.  Setiap hari di Yunani terjadi demonstrasi besar untuk menolak <em>austerity package</em> tersebut&#8230;</p>
<p>Masalahnya, <em>austerity package</em> tersebut adalah syarat dari ECB dan IMF yang di dalamnya terdapat uang dari negara-negara Eropa lainnya untuk memberikan bailout atau menyelamatkan Yunani dari kebangkrutan (default).  Jika Yunani bangkrut, maka efek dominonya, bank-bank Eropa yang meminjamkan uang kepada Yunani juga terancam bangkrut.</p>
<p>Sekarang ini bank-bank saling curiga dan tidak mau meminjamkan uang satu sama lainnya dan memilih menyimpan uangnya di ECB, walaupun dengan bunga rendah.  Mereka juga tidak mau membeli bond Italia dan Spanyol.  Euro berhenti berputar karena <em>krisis kepercayaan</em>.</p>
<p>ECB tidak boleh langsung menolong seperti layaknya The Fed di Amerika, sehingga Eropa menciptakan badan baru bernama European Financial Stability Facility (EFSF).  Tugas EFSF adalah memberikan hutang kepada anggota Euro yang sedang membutuhkannya.  Walaupun uangnya nanti berasal dari ECB, EFSF bukannya memiliki amunisi tidak terbatas (setidaknya belum).  Modal EFSF sampai saat ini dipatok sampai 440 milyar Euro, cukup untuk mem-bailout Yunani, tapi tidak untuk yang lainnya.  Hutang negara Yunani lebih dari 320 milyar Euro. Tapi selain Yunani, ada Portugal, Italia dan Spanyol yang juga sedang membutuhkan utangan, dan tidak ada yang mau memberikan hutang.  PIGS, kata mereka.  PIGS akronim dari Portugal, Italy, Greece, Spain.</p>
<p>Kalau dihitung-hitung, dana yang diperlukan untuk membackup sistem perbankan di Eropa adalah sekitar 1,7 trilyun hingga 2,5 trilyun Euro, jauh di atas kemampuan EFSF saat ini.  Masalahnya untuk menaikkan kemampuan dari EFSF perlu voting dari 17 negara.  Terbayang kerumitannya, apalagi bila setiap negara mempunyai syaratnya sendiri.</p>
<p>Kisah Eropa ini mirip dengan <a href="http://pojoksaham.com/2011/07/30/us-default-so-what/">masalah credit limit Amerika</a> kemarin yang tertahan karena politik di dalam Kongres.  Dan ini membawa kita ke Amerika&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/09/jackson_hole.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1971" title="jackson_hole" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/09/jackson_hole-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><em>Jackson Hole</em></p>
<p>Ben Bernanke pada pertemuan di Jackson Hole kemarin cukup marah dengan Kongres yang membuat tontonan dunia, namun dia juga tidak memberikan stimulus baru secara langsung.  Perlambatan ekonomi Amerika dan data pekerja yang tidak bertambah di bulan Agustus membuat orang cemas: jangan-jangan ekonomi sudah berada di dalam resesi.</p>
<p>Presiden Obama dengan cepat menanggapi dengan berniat memperbanyak proyek infrastruktur di Amerika.  Kita mempunyai banyak jalan dan jembatan yang perlu diperbaiki, katanya.</p>
<p>Rapat selanjutnya dari The Fed pada tanggal 20 dan 21 September akan membahas langkah-langkah untuk memperbaiki ekonomi.  Hal inilah yang menjadi harapan dari pemodal.  Mood dari The Fed saat ini tampaknya tidak akan langkah drastis seperti QE3, tapi langkah-langkah yang lebih bertahap.</p>
<p>Tampaknya, perekonomian dunia bulan September ini malah memasuki tahapan kritis, dan para pahlawan ekonomi dunia sedang bersusah payah mendaki Gunung Olympus bersama-sama.  Tapi di atasnya, bisakah mereka menemukan dewa kemakmuran untuk membantu Yunani?  Satu-satunya dewa kemakmuran dalam mitologi Yunani, Hades/Pluto, sudah diusir oleh Zeus ke neraka.  Dan bila kita tanya ke Hades, hmm, dia tidak mengurus soal uang juga karena terlalu sibuk mengurusi neraka.  Ternyata, memang tidak ada dewa kemakmuran di Yunani.  <em>Something missing in the Greek Pantheon, or they put wealth in the underworld.</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/09/herchades.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1962" title="herchades" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/09/herchades.jpg" alt="" width="288" height="289" /></a><em>Hades/Pluto, not a god of wealth</em></p>
<p>Berbeda dengan orang Cina yang dewa-dewanya banyak yang membawa uang emas.  Memang sih, di saat Eropa dan Amerika sepertinya sedang kekurangan cash, Cina malah punya banyak cadangan cash.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/09/Tsai-Shen-Yeh.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1963" title="Tsai Shen Yeh" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/09/Tsai-Shen-Yeh-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a><em>Tsai Shen Yeh, Chinese God of Wealth</em></p>
<p style="text-align: left;">Tapi&#8230; melihat kekacauan ekonomi dan politik yang sedang terjadi di Eropa, tampaknya Cina juga sedang tidak berminat meminjamkan uangnya ke Eropa.  Dan Eropa pun (akan) mengambil satu langkah menuju <em>United States of Europe</em>.</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/09/07/euro-mendaki-gunung-olympus/">Euro Mendaki Gunung Olympus</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2011/09/07/euro-mendaki-gunung-olympus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Is Stock Trading A Zero Sum Game?</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2011/09/03/apakah-stock-trading-itu-zero-sum-game/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2011/09/03/apakah-stock-trading-itu-zero-sum-game/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2011 11:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=1947</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini saya baru saja main-main ke situs Kaskus atas referral teman saya.  Katanya sih, di sana banyak sekali rekomendasi...<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/09/03/apakah-stock-trading-itu-zero-sum-game/">Is Stock Trading A Zero Sum Game?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari ini saya baru saja main-main ke situs <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10158923">Kaskus</a> atas referral teman saya.  Katanya sih, di sana banyak sekali rekomendasi yang OK dan saya juga sedang mencoba meriset apakah ada fenomena Kaskus Bounce ala Cramer Bounce di Indonesia.  Tapi ketika di sana saya melihat diskusi tentang Zero Sum Game, dan saya memutuskan berkomentar.</p>
<p>Kita tahu bahwa di luar sana ada channel TV yang bernama CNBC, yang menyiarkan berita finansial siang-malam dan merupakan channel yang disetel di 10 dari 10 brokerage house di dunia.  Penetrasi pasarnya 100%.  Beberapa market guru bahkan menyebut CNBC sebagai goldmine.  Dan beberapa orang memang menganggapnya goldmine dengan mengikuti apapun yang Cramer katakan.  Itu <a href="http://pojoksaham.com/2011/08/18/herding">sudah pernah saya bahas</a>.</p>
<p>Yang menarik untuk dibahas saat ini adalah tentang Stock Trading sebagai <em>Zero Sum Game</em>.  Zero Sum Game artinya adalah permainan dengan jumlah nol.  Contohnya kalau kamu dan saya main lempar koin.  Kamu mempunyai seratus ribu rupiah dan saya seratus ribu rupiah.  Total (sum) &#8211; nya dua ratus ribu rupiah.  Nah, dua ratus ribu rupiah itu saja yang kita perebutkan.  Peraturannya sederhana: setiap muncul kepala, kamu memberi saya sepuluh ribu.  Setiap muncul ekor, kamu mendapat sepuluh ribu dari saya.</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/09/lempar-koin.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1951" title="Lempar Koin" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/09/lempar-koin.jpg" alt="" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Let&#8217;s Play A Zero-Sum Game</em></p>
<p>Misalkan lemparan pertama muncul ekor, maka saya memberikan sepuluh ribu untuk kamu.  Uang kamu bertambah sepuluh ribu , jadi seratus sepuluh ribu, dan saya berkurang sepuluh ribu, jadi sembilan puluh ribu.  Dalam matematis, yang kita lakukan adalah: +10.000 - 10.000 = 0.  Jumlahnya nol.  Kalau di excel: =SUM(+10000,-10000) akan menghasilkan 0.</p>
<p><em>Zero sum game</em>.  Setiap ada yang untung salah satu dari kita, pihak yang lainnya rugi.</p>
<p>Dan jika dikaitkan dengan isi kepala kamu dan saya: yang untung adalah pihak yang pintar, sedangkan yang rugi adalah pihak yang bodoh.</p>
<p>Tolong baca sekali lagi kalimat di atas&#8230;</p>
<p>Sudah?  Apakah kamu menemukan ada sesuatu yang ganjil dengannya?</p>
<p>Sekarang kita kembali ke permainan lempar koin.  Akan ada 50% kesempatan untuk keluar kepala dan 50% kesempatan untuk keluar ekor, apakah ada pengaruhnya jika saya memilih kepala <em>atau</em> ekor jika kesempatan saya sama-sama 50%?  Apakah intelek benar-benar ada pengaruhnya?</p>
<p>Saya pikir orang yang intelek akan <em>walk-out</em> dari permainan itu, karena memang tidak ada yang akan untung.</p>
<p>Masalahnya, trading menarik banyak orang, dan beberapa darinya bahkan intelek (saya membaca buku dari Ph.D. <em>tentang</em> trading).  Ph.D. dengan tidak memperhatikan bahwa akronim humornya adalah Permanent Head Damage, adalah orang pintar, profesor, doktor, S3.</p>
<p>Apakah jika saya untung, pasti ada pihak lain yang rugi?  Kalau kita tanyakan saja ke mahasiswa saya, jawabnya: belum tentu.</p>
<p>Trading itu mengenai rencana.  Ketika kita action menurut rencana kita, maka kita <em>trading</em>.  Contoh ketika saya <em>berencana</em> untuk speculative buy saham X sambil menunggu closing gap.  Saya beli saham X ketika hammer di 200, ada gap di 220.  Ketika gap tertutup, saya jual, mengantongi keuntungan 10%.  Apakah yang mengambil saham X di harga 220 rugi?  Belum tentu&#8230; Ketika gap tertutup, PT X mengumumkan laporan keuangan yang sangat baik dan deviden 5% dengan <em>cum-date</em> dua bulan ke depan.  Saham X naik ke harga 250.  Saya sudah untung 10%.  Yang membeli saham X dari saya juga untung, plus deviden.</p>
<p>Zero Sum Game?</p>
<p>Pikirkan lagi&#8230;</p>
<p>Dikaitkan dengan intelek?  Dalam permainan dengan kadar &#8220;hoki&#8221; seperti trading?  Yang saya tahu:  yang pintar belum tentu untung, dan yang bodoh belum tentu rugi.  Itulah indahnya trading.</p>
<p><em>Kamu setuju?</em></p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/09/03/apakah-stock-trading-itu-zero-sum-game/">Is Stock Trading A Zero Sum Game?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2011/09/03/apakah-stock-trading-itu-zero-sum-game/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2011/08/28/selamat-idul-fitri-mohon-maaf-lahir-batin/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2011/08/28/selamat-idul-fitri-mohon-maaf-lahir-batin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2011 04:51:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=1943</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin oleh Pojok Saham<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/08/28/selamat-idul-fitri-mohon-maaf-lahir-batin/">Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/08/Selamat-Idul-Fitri.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1944" title="Selamat Idul Fitri" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/08/Selamat-Idul-Fitri.jpg" alt="" width="500" height="350" /></a></p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/08/28/selamat-idul-fitri-mohon-maaf-lahir-batin/">Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2011/08/28/selamat-idul-fitri-mohon-maaf-lahir-batin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Good Morning 19/8</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2011/08/19/good-morning-198/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2011/08/19/good-morning-198/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 01:43:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/2011/08/19/good-morning-198/</guid>
		<description><![CDATA[Selamat pagi. Dow kembali jatuh -3,68% ke 10990. Kemarin IHSG ditutup menguat 1,7% ke level 4020 di tengah pasar global...<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/08/19/good-morning-198/">Good Morning 19/8</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi. Dow kembali jatuh -3,68% ke 10990. Kemarin IHSG ditutup menguat 1,7% ke level 4020 di tengah pasar global yang jatuh 2%.</p>
<p>Kemarin, pasar modal Indonesia memang yang <strong>paling kuat</strong> di dunia. Return dari bursa ini dibandingkan dengan tetangga-tetangganya apalagi Dow sangat tinggi. Memang, di level 4020 seperti sekarang ini, PER sudah sangat tinggi. Tapi…on the flipside, PER tinggi justru berarti bahwa BEI sedang dalam <em>full bullish</em> mode. Penembusan retracement 50% &#8220;dip&#8221; ini dan level resisten 4000 kemarin sudah menjadi konfirmasi bahwa IHSG masih kuat, cuma memang terganggu bursa regional yang <em>volatile</em>. Bukan berarti IHSG hari ini tidak boleh koreksi dan <em>volatile</em>. <em>Volatility</em> <em>is</em> <em>the</em> <em>name of the game</em> di pasar modal. Setiap koreksi (apalagi besar), cukup disikapi dengan <em>buy on weakness</em> di level support.</p>
<p><em>Happy hunting!</em></p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/08/19/good-morning-198/">Good Morning 19/8</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2011/08/19/good-morning-198/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Go Premium #2</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2011/08/16/go-premium-2/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2011/08/16/go-premium-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:01:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[premium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=1841</guid>
		<description><![CDATA[Open Registration for Pojok Saham Premium #2<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/08/16/go-premium-2/">Go Premium #2</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/08/16/go-premium-2/"><img class="size-medium wp-image-1977 alignnone" title="pojok-saham-premium-2-2" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/08/pojok-saham-premium-2-2-300x212.jpg" alt="" width="300" height="212" /></a></p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2011/08/Pojok-Saham-Premium-2.pdf">Download PDF Brochure (295 KB)</a><br />
<span id="more-1841"></span></p>
<p>Bulan April 2011 yang lalu saya memulai terobosan baru dalam dunia pasar modal&#8230; saya mencoba membagi ilmu <em>trading</em> yang saya punya kepada orang-orang yang mau mempelajarinya.  Kapasitas kelas dibatasi hanya 32 orang dan ternyata <em>fully-booked</em>.  Ternyata minat trader Indonesia untuk belajar itu besar!  Beberapa trader yang mengetahui <em>last minute</em> langsung mendaftar.  Beberapa benar-benar tidak bisa saya terima karena saya takut coaching tidak berjalan maksimal jika jumlah peserta terlalu banyak.</p>
<p>Saya berharap waktu yang kita investasikan bersama di <em>coaching</em> selama tiga bulan ini bisa membawa manfaat seumur hidup.</p>
<p>Kelas premium angkatan pertama sudah selesai.  Feedback yang berlangsung sehari-hari baik sekali.  Bukan cuma profit, ketenangan dan ketajaman analisa ternyata memang bisa dipelajari.  Saya membagi sebuah sistem trading pada angkatan pertama. Selama kelas berlangsung, sistem ini hasilnya masih sedang-sedang saja, tapi saya yakin, dalam jangka panjang, jika sistem ini dilakukan dengan konsisten, pasti akan sangat menguntungkan.</p>
<p>Sekarang, berbekal pengalaman saya coaching ke-32 trader tersebut, saya berniat membuka kelas baru, <strong>angkatan kedua</strong>.</p>
<p><del>Batas waktu pendaftaran hingga 31 Agustus 2011</del> Pendaftaran diperpanjang dan diterima selambat-lambatnya tanggal 16 September 2011; dengan sistem <em>first come, first served</em>.  Jika kelas sudah penuh, maka uang pendaftaran akan saya kembalikan kepada pengirimnya secara utuh.</p>
<p>Penawarannya masih sama seperti angkatan pertama:</p>
<div>
<ol>
<li><strong>Trading Course</strong> selama tiga bulan;</li>
<li><strong>System Trading</strong> Made Especially For Indonesia Market (Sistem Trading Khusus Pasar Indonesia);</li>
<li><strong>Mentoring</strong>, kamu bisa bertanya ke saya tentang apa saja mengenai trading, dan pelajarannya akan kita bahas per item secara detail;</li>
<li><strong>Action Plan</strong>, setiap saya mau trading saya selalu buat rencana trading terlebih dahulu.  Ini akan saya sharing <em>sebelum</em> saya trading.  Dari sini belajar pola pikir dan <em>decision making tree</em> dari seorang trader;</li>
<li><strong>Follow Me</strong>, isi portofolio saya akan saya beritahukan kepada kamu (biasanya &lt;=10 saham).  <em>Learning by watching</em>;</li>
<li><strong>Portfolio Analysis</strong>, jika kamu sudah punya portfolio, dalam masa transisi, saya akan memberikan saran pengelolaan portfolio tersebut;</li>
<li>Kesempatan untuk menjadi trader handal.</li>
</ol>
<p>Kelas ini akan berlangsung selama tiga bulan, <strong>hingga 30 November 2011</strong>.</p>
<p>Komunikasi akan sepenuhnya kita lakukan melalui email.  Sekarang ini email bisa dihubungkan ke handphone, sehingga tidak menutup kemungkinan komunikasi selama <em>trading day</em> berlangsung tetap bisa jalan.  Saya trading dengan aktif, sehingga update market biasanya saya kirimkan tepat pada waktunya.</p>
<p>Jika kamu belum berpengalaman di pasar modal, kursus ini sangat baik karena akan sangat mempersingkat <em>learning curve</em> dalam waktu tiga bulan saja.  Bayangkan berapa banyak biaya &#8220;sekolah&#8221; yang bisa kamu hemat untuk &#8220;belajar&#8221; di sana, baik dari segi waktu, tenaga, maupun <em>modal</em> yang tersedot.  Pasar modal adalah dunia yang keras dan hanya sedikit yang bisa <em>survive</em>.  <em>Cepat atau lambat</em>, kamu akan mengetahuinya.</p>
<p><strong><em>Action sekarang dan mulai belajar!</em></strong></p>
<p>Investasi untuk paket kursus ini hanya <strong>Rp880.000,- (Delapan Ratus Delapan Puluh Ribu Rupiah Saja).  </strong>Penawaran ini terbatas untuk <del>32</del> <strong>28 orang</strong> (sudah terisi sebagian dari <em>pre-opening</em>).</p>
<p>Pembayaran dapat dilakukan ke <strong>Rekening BCA No.7630054413 a.n. Jovita</strong>.  Sertakan angka unik pada pembayaran kamu dan email ke saya untuk konfirmasi pembayarannya.  Saya akan proses dan konfirmasi selambat-lambatnya dalam 2&#215;24 jam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>&#8220;If you think education is expensive, try ignorance.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em></em></strong>~Derek Bok, President of Harvard</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa pertanyaan yang sering muncul:</p>
<ol>
<li><strong>Berapa modal minimal trading?</strong>  40-50 juta.  Kenapa?  Diversifikasi.  Return konsisten didapatkan dengan diversifikasi resiko.</li>
<li><strong>Kalau modal saya tidak cukup?</strong>  Asalkan niat belajar, sebenarnya bisa.  Cuma return tidak bisa maksimal.  Lebih baik jika modal sudah ada.</li>
<li><strong>Saya tidak punya waktu memantau pasar.</strong>  Dengan sistem saya, pasar tidak perlu dipantau setiap menit, cukup <em>end of day</em> saja (jam 15.30-16.00).  Analisa yang kita lakukan semuanya <em>setelah pasar tutup</em>.</li>
<li><strong>Saya sudah trading 2 tahun tapi masih rugi, boleh ikut?  </strong>Tentu bisa!  Kamu punya modal dan punya <em>stake</em> di pasar modal, tapi mungkin belum punya ilmu atau sistem yang bisa kamu percaya.  Kamu mungkin membaca website ini berharap mendapatkan itu, tapi sayangnya agak sulit kalau saya tidak bisa memantau perkembangan kamu.</li>
<li><strong>Saya mau main swing</strong>.  Saya bukan swinger, lebih ke position trader (momentum sebagai bonus).  Jadi style saya position/momentum.  Kalau horizon kamu jangka yang terlalu pendek (intraday/jigobur), harap dicatat kursus ini arahnya ke position trading dulu.</li>
</ol>
<p>Kalau ada pertanyaan lainnya, silakan isikan di komentar di bawah atau email saya di <strong>premium@pojoksaham.com</strong> .</p>
</div>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/08/16/go-premium-2/">Go Premium #2</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2011/08/16/go-premium-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

