Yuk, kita coba lihat analisa fundamental! *kami sih nggak*
Hari ini kami menemukan blog yang (tampaknya) menjurus ke investasi, sehingga kami simpulkan mahzabnya sudah pasti analisa fundamental ala Warren Buffett. Nama blognya “Jangan Serakah”. Nasihat bagus, bahkan buat analis teknikal. Kalau Anda berniat belajar analisa fundamental, pastinya harus belajar dari (salah satu dari dua) gurunya WB, yaitu Benjamin Graham yang nulis buku The Intelligent Investor.
Nah, blog ini ada membahas buku tersebut, dan proyeknya (katanya) sih mau terjemahkan buku dimaksud buat kita semua.
Ya sudah, langsung cekidot aja gan ke Jangan Serakah.
Tentu saja, kami tidak jamin setelah belajar buku itu Anda pasti cuan, dan bingung, tidak ditanggung!
Setiap orang yang pernah bertransaksi di Bursa Efek Indonesia pasti pada suatu waktu tertentu pernah atau bahkan selalu memegang saham BUMI. Tidak heran’ saham PT Bumi Resources Tbk yang dikendalikan oleh Bakrie Group ini dijuluki “Saham Sejuta Umat”. Namun dibalik pergerakannya yang seseksi Inul dan potensi keuntungannya yang besar, banyak orang melupakan segudang resiko yang terkandung dengan memiliki saham BUMI. Apa saja sih resikonya?
Kemarin baru saja IHSG break support dan konfirmasi berbalik ke downtrend. Chart di sini. Kami sebenarnya tidak mau cari sebabnya karena kemungkinan bisa saja rebound. Kami juga berharap di hari Valentine depan, kami masih bisa bersama dengan saham-saham IHSG. Namun, tidak bisa kami pungkiri ada sudut pandang lain untuk melihat IHSG yaitu dari skenario pesimis IHSG.
Hari ini datang newsletter dari Van Tharp (http://www.iitm.com) dengan judul yang menggelitik saya: What is a Trader’s Contribution to Society?
Di Indonesia, meminjam istilah dari meja judi, ada istilah bandar saham, yang sebenarnya adalah market maker di bursa saham. Tugas dan tanggung jawab mereka adalah mengarahkan pasar sesuai dengan keinginan mereka atau pemberi tugas yang dalam hal ini bisa emiten itu sendiri, negara, atau lainnya.
“The first rule is not to lose. The second rule is not to forget the first rule.”
~Warren Buffett
Anda pasti pernah mendengar kata “resiko”. Tapi apakah Anda pernah berpikir terlebih dahulu mengenai resiko ekstra dalam investasi Anda ketika membeli saham-saham Indonesia “laknat” berikut ini?






