Seri artikel ini adalah tentang bagaimana memaksimalkan keuntungan yang sudah didapat. Trader yang ingin mendapatkan keuntungan maksimal dari pasar modal bukan hanya perlu mengetahui saham mana yang akan naik harganya, tapi juga memaksimalkan keuntungan dari posisinya yang benar. Seringkali, seorang trader memiliki banyak atau beberapa posisi yang untung, tapi di samping itu, dia juga memiliki banyak posisi yang rugi atau tidak bergerak atau harganya tetap di kisaran yang sempit. Oleh karena itu, ketika posisi suatu saham sudah untung, dengan segera dia menjual saham yang untung tersebut dengan harapan merealisasikan paper profit menjadi profit atau keuntungan. Sementara, untuk saham yang menunjukkan paper loss (unrealized), dia biarkan. Hasilnya? Nyangkut, dan equity terus menurun.
Sebenarnya saya sudah berkali-kali mengingatkan bahwa walaupun pahit, stop loss adalah teman terbaik trader, karena trader bukan investor! Untung atau rugi itu hal biasa dalam bisnis, tapi kalau sampai modal tergerus habis, jadi runyam. Jadi, saya tidak akan membahas hal itu lagi di sini.
Prinsip trading yang saya pegang adalah cut losses short, let profits run. Sekarang saya akan membahas bagian kalimat yang kedua, yaitu bagaimana let profits run, atau memaksimalkan cuan yang kamu bisa dapatkan dari suatu saham.
Banyak tips atau panduan singkat tentang bagaimana cara menangani sebuah posisi ketika sudah mencapai target yang ditentukan, dan beberapa cukup valid, namun dalam artikel ini saya akan mencoba untuk menggali satu tingkat lebih dalam, dan menggabungkan antara literatur dan pengalaman dan memberikan filosofi untuk memaksimalkan keuntungan di saham.
Dari beberapa karakter pasar modal yang saya ketahui, ada satu hal yang menjadi sorotan saya: pasar modal bergerak sesuai trend, dan akan menyentuh rata-rata atau harga wajarnya (fundamental), namun seringkali deviasinya bisa sangat jauh seperti dihubungkan karet gelang yang sangat panjang dan elastis. Pasar modal rentan dengan bubble dan depression. Pada saat pasar sedang mania, maka harga bisa melambung sangat tinggi. Begitu pula, jika pasar sedang depresi, harga bisa jatuh hingga titik yang sangat rendah.
Hal yang paling mudah dikatakan oleh orang awam dalam pasar modal melihat gerakan pasar modal adalah “Buy low, sell high.” John Bollinger mengatakan bahwa low dan high itu relatif. Pengalaman saya juga, sebenarnya taktik buy low dan sell high cuma bisa menguntungkan kalau pasarnya sideways, atau saya betulkan sedikit, buy support, sell resistance. Taktik tersebut bisa saja dilakukan, tapi di pasar trending, taktik tersebut potensi keuntungannya tidak besar. Receh kalau dikumpulkan hasilnya akan besar juga, tapi bukan cara swing ini yang ingin saya bahas sekarang.
Investor saham UNVR sudah melihat unrealized profit lebih dari 2000% (20 kali lipat) dari tahun 2001. Puaskah kamu dengan profit 2%-5% saja, jika profit 20% atau lebih bisa didapatkan dengan sedikit perubahan persepsi? Tergantung pada cara trading masing-masing orang, bisa saja taktik yang saya sampaikan di sini pada awalnya malah memberikan kerugian jika belum terbiasa. Kamu mungkin berpikir: memilih saham yang benar saja sudah cukup sulit, sekarang Bapak bilang, saya tidak boleh segera merealisasikan profit saya??? Bukankah nanti keuntungan saya malah jadi kecil.
Sebaliknya, dengan taktik yang benar, sebenarnya kamu cuma akan rugi dua hal: fee, dan selisih swing yang 2%-5% itu, tapi kamu akan mendapatkan 20%-nya jika saham pilihan kamu benar. Cuma ada satu musuh bebuyutan teknik yang saya sampaikan ini, akan saya sampaikan di bagian akhir nanti.
Teknik yang saya sampaikan ini sifatnya lebih kompleks dari penentuan profit target (PT) dan level stop loss (SL) dari rencana trading yang biasa. Misalnya, yang biasa dilakukan trader melihat sebuah formasi chart adalah beli saham X di 200 dengan target 220 dan stop loss 195, hasilnya reward to risk ratio = 4.
Saya bilang lebih kompleks, dan untuk mencernanya, kamu perlu menguasai terlebih dahulu konsep-konsep trading dasar, dan setidaknya punya pengalaman trading lebih dari satu tahun. Jika tidak, bisa jadi apa yang saya tulis menjadi tidak masuk akal (bagi kamu).
To be continued…
Fibonacci Retracement adalah indikator kelas mahir. Anda boleh bilang ini indikator paling absurd karena cuma menggunakan kombinasi angka-angka. Tapi, kami bisa buktikan sebaliknya.
Anda ingin cepat melihat keuntungan dari saham Anda dalam waktu kurang dari satu minggu? Mungkin sistem swing-trading ini cocok untuk Anda!
Apa indikator yang paling akurat dari analis teknikal? Yang merupakan dasar sekaligus senjata utama dari trend trader, dan juga dilihat baik oleh swing trader, scalper, contrarian, dan lain-lain.
Siapa bilang software analisa teknikal mahal? Yahoo Finance adalah alat yang gratis untuk analisa saham di mana di dalamnya terdata alat analisa teknikal gratis yang dapat digunakan untuk analisa saham secara harian (juga mingguan atau bulanan) dengan cukup akurat.
Jurus yang kami namakan “Hijack The Rainbow” ini adalah kombinasi dari MA crossing dan RSI. Secara singkat, Anda beli pada saat crossing MA20-50 dan short separuh pada saat RSI turun di bawah level 70. Kelebihannya adalah Anda akan menunggangi sebagian besar trend setelah trend dimulai dan turun pada saat yang tepat ketika trend selesai, sambil di sepanjang jalan menikmati profit yang lumayan. Kelebihannya dari MA crossing saja adalah keuntungan Anda akan lebih maksimal. Dijamin! Anda boleh tanyakan kepada guru-guru Anda yang lain, apakah jurus ini valid. Beritahu kami di komentar di bawah.
Trading adalah sebuah seni, bisa disamakan seperti seni beladiri. Di dalam beladiri dari Jepang, ada yang dinamakan kata dan waza. Waza adalah sebuah teknik individual. Semua analisa teknikal yang Anda pelajari sampai saat ini. MA, Bollinger Band, RSI, bahkan candlestick, semuanya cuma waza. Teknik individual. Seperti jika Anda main karate, Anda meninju terus menerus… Tidak efektif. Anda perlu mengkombinasikan teknik-teknik individual tersebut untuk mendapatkan profit yang konsisten.


