<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pojok Saham &#187; Belajar Saham</title>
	<atom:link href="http://pojoksaham.com/category/belajar/belajar-saham/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pojoksaham.com</link>
	<description>Catatan dari Meja Trading</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Apr 2012 05:04:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Random Walk? Self-Fulfilling Prophecy?</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2012/03/03/random-walk-self-fulfilling-prophecy/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2012/03/03/random-walk-self-fulfilling-prophecy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2012 13:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Teknikal]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=2195</guid>
		<description><![CDATA[Random Walk Theory dan Self-Fulfiling Prophecy adalah dua hal yang sering dijadikan kritikan pihak akademisi dan non-praktisi kepada analis teknikal...<p><a href="http://pojoksaham.com/2012/03/03/random-walk-self-fulfilling-prophecy/">Random Walk? Self-Fulfilling Prophecy?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Random Walk Theory</em> dan <em>Self-Fulfiling Prophecy</em> adalah dua hal yang sering dijadikan kritikan pihak akademisi dan non-praktisi kepada analis teknikal atau <em>trader</em> atas tindakannya mencoba “memprediksi” pergerakan harga saham. Di sini saya ingin mencoba <em>sharing</em> pengetahuan saya tentang kedua masalah ini.</p>
<h2>Random Walk Theory</h2>
<p><em>Random Walk Theory</em>, atau terjemahan bebasnya Teori Jalan Acak. Bayangkan orang mabuk (atau mikrolet atau bajaj di ibukota, kalau kamu inginkan). Kamu tidak akan bisa menebak dia akan berbelok ke kiri atau ke kanan, atau jalan lurus saja. Atau bahkan berhenti di tengah jalan.  Begitu juga orang lain. Tidak ada yang bisa.  Hanya supirnya dan Tuhan yang tahu.</p>
<p style="text-align: center;"> <a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2012/03/mikrolet.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2196" title="mikrolet" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2012/03/mikrolet.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Mikrolet Berbelok: Contoh Nyata <em>Random Walk</em></strong></p>
<p>Para penganut <em>Random Walk Theory</em> ini (biasanya akademisi) menganggap harga saham itu seperti mikrolet. Kamu tidak akan pernah bisa memperkirakan besok dia akan naik atau turun, dan semua usaha untuk menganalisa jalannya gerakan pasar modal dan harga saham itu percuma, atau tidak ada gunanya.</p>
<p>Dan bukan cuma dia saja, akademisi dan profesor (Ph.D.) seperti Nassim Nicholas Thaleb (penulis buku &#8220;<em>The Black Swan</em>&#8221; dan &#8220;<em>Fooled by Randomness</em>&#8220;) juga memiliki argumen tentang randomness atau keacakan. Tapi Thaleb adalah filsuf dengan pemikiran yang luas, sehingga walaupun dia mengkritisi <em>randomness</em>, sasarannya terutama adalah para penjual option. Saya yakin, sebagai trader, saya dan dia kalau ngobrol akan cocok (terutama tentang manajemen resiko).</p>
<p>Kalau menurut saya (dan analis teknikal yang baik tentu akan setuju), gerakan harga saham itu tidak acak. Bisa jadi para akademisi tersebut terlalu mengandalkan model-model komputernya. Mereka lupa, komputer yang paling canggih yang diciptakan oleh Tuhan tetap adalah otak manusia. Akademisi secara teoritis mencoba mensimulasi gerakan pasar modal, dan gagal menemukan suatu formula, suatu alat prediksi yang bisa memprediksi harga, dan menyatakan, “pasar modal merupakan <em>random walk</em>”.</p>
<p>Seorang anak berumur sepuluh tahun yang tidak pernah menyentuh piano, melihat Richard Clayderman memainkan Fur Elise. Tangannya terlihat menari-nari di atas tuts. Dia mungkin menganggapnya sangat sulit sehingga terlihat berjalan sendiri secara acak. <em>Random walk</em>? Komputer tidak bisa membuat nyanyian seperti Adele atau Depapepe. Kita masih membutuhkan penyanyi dan musikus untuk membuat musik.</p>
<p>Bukankah sama saja?  Program yang dia gunakan untuk <em>modelling</em> tidak cukup sensitif atau prosesornya tidak cukup kuat untuk meniru otak manusia.</p>
<h2>Self-Fulfilling Prophecy</h2>
<p>Ada lagi yang bilang bahwa di pasar modal berlaku <em>Self-Fulfilling Prophecy</em>, atau terjemahan bebasnya, ramalan yang terwujud sendiri. Disebutkanbahwa  karena cukup banyak <em>trader</em> yang melihat formasi harga yang sama, maka akhirnya prediksi para trader tersebut terwujud dengan sendirinya.</p>
<p>Pernyataan ini tidak lengkap. Banyak sekali hal dan intrik di pasar modal, sehingga seringkali harga tidak berperilaku sesuai dengan yang diharapkan kebanyakan orang.</p>
<p>Hal ini mengingatkan saya pada &#8220;kegilaan&#8221; beberapa tahun lalu (mungkin masih ada gaungnya) tentang <em>Law of Attraction</em>, dimana orang yang membawa pengaruh buruk harus &#8220;disingkirkan&#8221; dari hidupmu, dan kita hanya boleh bergaul dengan orang sukses saja.  Di situ, kita bisa mendapat banyak uang hanya dengan berpikir kita akan mendapat banyak uang.  Hmm&#8230; terdengar kekanak-kanakan?  Sebagai placebo karena banyak yang mulai bangkrut di Amerika Serikat (mungkin karena mengikuti <em>Rich Dad</em>), ya, mungkin berguna.  Tapi sebenarnya yang jadi kaya tetap cuma tetap cuma segelintir orang saja, <em>dengan, atau tanpa LoA</em> (salah satunya pembicara dan penulis bukunya). (<em>EN: mohon maaf atas kesinisannya</em>)</p>
<p style="text-align: center;"><span style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2012/03/Manifestation-Miracle.jpg"><img class="size-medium wp-image-2202 aligncenter" title="Manifestation Miracle" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2012/03/Manifestation-Miracle-229x300.jpg" alt="" width="229" height="300" /></a></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Jangan takut, matahari akan tetap ada di pusat tata surya untuk SEMUA orang&#8230;</strong></p>
<p>Mengapa pasar modal bukan merupakan <em>Self-Fulfilling Prophecy</em>?  Contoh paling mudah adalah di <em>market bottom</em> atau permulaan wave satu, biasanya banyak sekali analis dan trader, serta masyarakat umum yang masih berpendapat bahwa harga akan terus turun lagi. Jika <em>Self-Fulfilling Prophecy</em>, tentunya harga akan terus turun karena banyak sekali yang memprediksi harga akan terus turun.</p>
<p>Faktanya, ada segelintir pihak yang mengakumulasi di harga murah tersebut. Biasanya pihak-pihak ini adalah minoritas. Ingat Prinsip Pareto.  Sebagian besar uang di dunia&#8230; dikuasai oleh segelintir orang saja.</p>
<p>Atau <em>Cramer Bounce</em>, setelah suatu saham &#8220;diiklankan&#8221; di CNBC oleh Jim Cramer, harga melonjak <strong><em>sesaat</em></strong>.  Tapi setelah itu kembali ke harga semula, <strong><em>di luar perkiraan</em> banyak orang</strong>.</p>
<h2>Catatan Kaki dari Analis Teknikal</h2>
<p>Analis teknikal, yang memantau perkembangan harga saham, mengetahui bahwa harga merupakan gabungan atau akumulasi dari banyak sekali faktor dan pandangan yang mempengaruhi: ketakutan, keserakahan, keinginan, kelicikan, kecurangan, <em>kenaifan</em>, perkiraan pendapatan (<em>earnings estimates</em>), kebutuhan broker untuk komisinya, kebutuhan manajer investasi untuk performa dan keamanan karirnya, permintaan dan penawaran dari saham, likuditas uang (kebijakan moneter) dan arus dari dana (asing/lokal, <em>hot money</em>, dll), tendensi untuk menghancurkan portofolio, kepasifan, jebakan, manipulasi, arogansi, konspirasi, fraud, dan dua muka, fase bulan dan matahari, siklus ekonomi dan pandangan masyarakat mengenainya, <em>mood</em> publik, dan kebutuhan manusia untuk menjadi benar.</p>
<p>Di tangan <em>chartist</em> (sebutan lain untuk analis teknikal) yang berpengalaman, <em>chart</em> (grafik harga) bisa menceritakan banyak hal. Namun, seperti seni lainnya, butuh jam-jam membosankan untuk belajar analisa teknikal. The Beatles telah bermain musik selama 10.000 jam sebelum terkenal. Di Hamburg. Di kafe pelaut yang sangat bising.</p>
<p>Formasi dari gerakan harga adalah “bahasa” dari pasar kepada kita… <em>jika kita mau mendengar bisikannya…</em></p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2012/03/03/random-walk-self-fulfilling-prophecy/">Random Walk? Self-Fulfilling Prophecy?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2012/03/03/random-walk-self-fulfilling-prophecy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mantap di Tengah Kegalauan Pasar Modal</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2011/03/18/mantap-di-tengah-kegalauan-pasar-modal/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2011/03/18/mantap-di-tengah-kegalauan-pasar-modal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 17:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Saham]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=1391</guid>
		<description><![CDATA[Bisakah Anda tetap mantap di tengah kegalauan pasar modal?<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/03/18/mantap-di-tengah-kegalauan-pasar-modal/">Mantap di Tengah Kegalauan Pasar Modal</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merasa galau?  Semua orang pernah mengalaminya.  Merasa bingung akan gerakan pasar berikutnya.  Kalau beli harga malah turun, dan ketika jual harga malah meroket naik.  Semua orang pernah mengalaminya.  Namun, bisakah kita tetap mantap di tengah kegalauan pasar modal?</p>
<p><span id="more-1391"></span></p>
<p>Sebenarnya hari-hari sekarang ini merupakan ujian terhadap filosofi trading Anda, analisa yang Anda gunakan, dan kedisiplinan Anda mengeksekusi analisa tersebut, apakah sudah konsisten dengan time frame yang sudah Anda pilih sebelumya.</p>
<p>Pasar memang sedang bimbang.  Koreksi IHSG berturut-turut terjadi karena beberapa hal yang tidak terduga sebelumnya:  krisis Mesir, krisis Libya, dan sekarang krisis Jepang.  Semuanya merupakan unsur ketidakpastian yang mempengaruhi pasar.  Tapi tentu saja Anda tidak boleh ikut bimbang.  Buka kembali rencana Anda.  Adakah stoploss yang tersentuh?  Sudahkah Anda profit taking ketika ada kesempatan?  Apakah Anda sudah membangun posisi yang kokoh?</p>
<p>Sekarang, apakah Anda mengaku position trader, tapi tetap dugem (duduk gemetaran) melihat live trade?  Apakah Anda ketakutan jika saham yang baru Anda beli turun dua level?  Apakah Anda jual pagi di harga murah lalu beli lagi saham yang sama di sore hari dengan harga 5% lebih mahal?  Apakah Anda menunggu untuk cutloss ketika stoploss Anda sudah tersentuh pada akhir hari dan dua hari kemudian harga sudah ada di support berikutnya, jauh dari harga beli Anda?  Apakah Anda mendengarkan tip dari seorang intraday trader padahal Anda tidak punya waktu memantau secara real time?  Apakah Anda terlalu senang ketika rally panjang beberapa hari, kemudian Anda merasa kecewa ketika floating profit Anda tergerus ketika koreksi terjadi?</p>
<p>Sebenarnya, semua hal yang disebutkan di atas tidak perlu terjadi, jika Anda sudah membuat rencana trading (<em>trading plan</em>) dan disiplin mengikuti rencana trading tersebut.  Pasar modal penuh ketidakpastian dan harga selalu berfluktuasi.  Tapi rencana trading selalu bisa Anda susun untuk menghadapi keadaan pasar seperti apapun juga.  Dan setelah Anda susun, apakah Anda melihat kembali rencana trading tersebut?  Ataukah menjadi dokumen yang hanya disimpan dan Anda terhipnotis kembali dengan live trade?</p>
<p>Pasar sedang penuh ketidakpastian, namun di dalamnya selalu ada saham-saham yang defensif.  Dan juga selalu ada saham dengan fundamental baik yang masih uptrend.  Biasanya saham-saham ini termasuk blue chip.  Kenali mereka dan berteman dengannya.  Dengan begitu, beta portofolio Anda terhadap koreksi IHSG akan kecil dan terkendali.  Beda jika Anda main gorengan dan saham-saham tidak jelas lainnya.  Bisa jadi IHSG cuma koreksi 10%, tapi portofolio Anda sudah koreksi 40%.  Itu judi namanya bung.  Lebih baik Anda merevisi rencana trading Anda menjadi lebih tidak jantungan.</p>
<p>Bagaimana komposisi portofolio Anda?  Berapa koreksi portofolio Anda ketika IHSG koreksi?  Itu bisa dijadikan acuan seberapa kuatnya portofolio Anda menahan badai.  Secara jangka panjang, IHSG masih bullish.  Dan koreksi ini sudah di titik support dan tinggal menunggu technical rebound.  Selalu siap untuk kondisi apapun.  Seperti piramida yang mampu bertahan selama berabad-abad, seharusnya juga portofolio Anda harusnya tidak boleh mudah terguncang.</p>
<p>Pernah ada yang berkata:  &#8221;<strong>Yang penting bukan seberapa sering Anda melakukan transaksi, tapi berapa keuntungan untuk setiap transaksi Anda, itu yang penting.</strong>&#8221;  Jangan jadi trader hiperaktif yang cuma menyetor komisi ke broker Anda.  Juga, jangan jadi domba yang selalu mengekor dan akhirnya disembelih pasar.</p>
<p>Selamat trading.  Semoga cuan!!</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2011/03/18/mantap-di-tengah-kegalauan-pasar-modal/">Mantap di Tengah Kegalauan Pasar Modal</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2011/03/18/mantap-di-tengah-kegalauan-pasar-modal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpikir untuk Mulai Trading Saham?</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/08/25/berpikir-untuk-mulai-trading-saham/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/08/25/berpikir-untuk-mulai-trading-saham/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 03:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/2010/08/25/berpikir-untuk-mulai-trading-saham/</guid>
		<description><![CDATA[Sebentar, sebelum Anda terjun dan mulai trading saham, baca dulu artikel ini. Semoga bisa membantu. Belajar teori adalah satu hal,...<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/08/25/berpikir-untuk-mulai-trading-saham/">Berpikir untuk Mulai Trading Saham?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebentar, sebelum Anda terjun dan mulai trading saham, baca dulu artikel ini. Semoga bisa membantu.</p>
<p><span id="more-1222"></span></p>
<p>Belajar teori adalah satu hal, namun belajar yang paling baik adalah dengan terjun dan melakukannya sendiri. Dan hal ini paling kelihatan di dalam trading saham. Banyak orang yang gagal, bukan karena tidak pernah belajar, namun tidak pernah mencoba sistemnya dengan paper trading sebelum dia terjun sendiri di bursa saham.</p>
<p>Banyak sekali buku-buku di toko buku yang membahas saham dan di internet juga banyak produk informasi yang membahas saham (contoh: <a href="http://investor-sibuk.com">Investor Sibuk</a>), namun kenapa masih banyak investor/trader masih gagal?</p>
<p>Jawabannya banyak, entah karena pasar tidak mendukung, modal kurang, salah posisi, dsb… Namun itu sebenarnya kembali ke diri Anda sendiri: mungkin Anda belum siap menjadi trader. Trader yang sudah dewasa siap untuk untung dan rugi. Beberapa orang setelah untung besar, tidak mampu mempertahankan keuntungannya dan menguap dalam beberapa periode, mengembalikannya ke posisi nol. Beberapa lagi, berhasil melipatgandakan keuntungan tersebut.</p>
<p>Cara untuk belajar yang paling baik adalah dengan <strong>TEFCAS</strong>.</p>
<p>Apakah itu TEFCAS?</p>
<ol>
<li><strong>TRY</strong>. Anda mencoba. Setelah Anda melihat sistem yang kami paparkan, cobalah sistem tersebut dengan paper trading atau membuka rekening dengan modal kecil.</li>
<li><strong>EVENT</strong>. Anda membeli saham pertama Anda.</li>
<li><strong>FEEDBACK</strong>. Setelah beberapa saat, pasar bereaksi. Beberapa saham Anda naik, dan beberapa turun, apa yang Anda lakukan? Broker atau teman Anda memberikan rekomendasi.</li>
<li><strong>CHECK</strong>. Anda memeriksa. Apakah sistem atau cara Anda trading memberikan hasil yang diinginkan?</li>
<li><strong>ADJUST</strong>. Anda menyetel sistem Anda, cara Anda. Anda belajar lebih banyak lagi dengan tetap menempatkan tujuan di depan Anda. Kemudian Anda mencoba lagi.</li>
<li><strong>SUCCESS</strong>. Setelah Anda mengulang langkah 1-5 sebanyak yang diperlukan, akhirnya Anda sukses dan menjadi trader dengan keuntungan konsisten.</li>
</ol>
<p>Trading, seperti profesi lain, perlu ribuan jam terbang untuk sukses dan mendapatkan profit konsisten. Belajar hal baru, Anda tidak dapat memetik hasilnya langsung. Kurva belajar (learning curve) sering tidak berbentuk garis lurus, terkadang malah jatuh (rugi) terlebih dahulu. Ada baiknya juga, syukurlah jika Anda loss di awal, ketika modal trading Anda masih kecil, dan ketika modal trading Anda sudah milyaran rupiah, gain Anda sudah konsisten. Ha ha ha…</p>
<p>Tidak ada perbedaan sebenarnya Anda trading dengan modal kecil dengan modal besar, namun secara psikologis, Anda akan menjadi takut, seperti jika Anda membayangkan diri Anda menjadi pemain akrobat dan disuruh memilih antara dua pilihan berikut:</p>
<ol>
<li>Jalan di atas papan dengan lebar 5 cm yang bertumpu pada balok setinggi 1 meter dari tanah; atau</li>
<li>Jalan di atas papan dengan lebar 50 cm yang bertumpu pada puncak Gedung Bursa Efek Indonesia 1 ke Gedung Bursa Efek Indonesia 2.</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Gedung Bursa Efek Indonesia" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/08/082510_0342_Berpikirunt1.jpg" alt="" width="225" height="284" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Gedung Bursa Efek Indonesia 1 dan 2<br />
</em></p>
<p>Kekuatan kedua papan sama, namun secara psikologis akan berbeda. Kalau bayarannya sama, Anda tentu akan memilih nomor 1 saja, lebih aman. Masalahnya, dalam trading, setelah Anda profit untuk pertama kali, Anda akan tergoda untuk menaikkan taruhannya (raise the bet) karena yang pertama sudah &#8220;tidak seru lagi&#8221;.</p>
<p>Berhati-hatilah. Kesalahan paling utama seorang trader adalah mau langsung untung besar. Jika Anda biasa trading dengan modal lima puluh juta, tanpa persiapan mental, Anda akan keder jika trading dengan modal lima ratus juta. Sebaliknya, jika Anda sudah pernah loss lima ratus juta, nyali Anda sudah terbentuk dan Anda akan lebih berani lagi, namun apakah nyali Anda didukung oleh ilmu yang memadai? Jika Anda belum pernah trading, sangat disarankan membuka rekening dengan jumlah nominal sedikit terlebih dahulu, walaupun Anda punya dana sisa sebesar satu milyar. Anda akan belajar &#8220;jatuh&#8221; (<a href="http://pojoksaham.com/2010/04/27/pentingnya-cut-loss/">pentingnya cut loss</a>) dengan lebih aman.</p>
<p>Setelah untung Anda konsisten selama beberapa bulan, baru naikkan modal trading Anda.</p>
<p>Ibaratnya, Anda belajar naik ke puncak gedung satu lantai demi satu lantai, sambil mendulang pengalaman dan <em>skill</em>, mengasah ketajaman analisa, dan melatih mental.  Pada akhirnya, Anda akan sampai ke puncak!</p>
<p>Bagi yang masih muda, justru ini adalah <strong>keunggulan Anda! </strong>Buka rekening sekarang, dengan modal minimum lima juta rupiah. Mulailah lebih awal, maka bunga berbunga (compounding interest), baik secara finansial maupun ilmunya hasilnya akan jauh lebih besar.</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/08/25/berpikir-untuk-mulai-trading-saham/">Berpikir untuk Mulai Trading Saham?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/08/25/berpikir-untuk-mulai-trading-saham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tips Trading</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/07/23/5-tips-trading/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/07/23/5-tips-trading/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 05:06:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/2010/07/23/5-tips-trading/</guid>
		<description><![CDATA[Selain &#8220;percaya analisa sendiri&#8221; yang merupakan modal dasar trader, mungkin Anda akan menemukan lima tips trading di bawah ini berguna....<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/07/23/5-tips-trading/">5 Tips Trading</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain &#8220;percaya analisa sendiri&#8221; yang merupakan modal dasar trader, mungkin Anda akan menemukan lima tips trading di bawah ini berguna.  Ditulis dari pengalaman kami bertahun-tahun di pasar modal.<br />
<span id="more-1150"></span>
</p>
<h2>Pasar Selalu Benar<br />
</h2>
<p>Jangan pernah berdebat dengan pasar karena pasar selalu benar.  Pasar tidak peduli Anda sedang pegang saham apa dan berapa kerugian atau keuntungan Anda.  Pasar berjalan dengan atau tanpa Anda.  Dan sejago apapun Anda, Anda tidak akan bisa mengalahkan pasar.  <strong>Tidak, tidak akan bisa.</strong>  Kami serius.
</p>
<p>Kesalahan klasik seorang trader, baik pemula maupun yang jago adalah mencoba terlalu keras memprediksi pasar.  Pasar bergerak suka-sukanya sendiri.  Tentu, trader punya peralatan untuk mengantisipasi kenaikan atau penurunan indeks dan saham tertentu, tapi itu semua bukan jaminan Anda akan benar.  Kami saja setiap hari selalu membuat &#8220;kesalahan&#8221;, dan setiap kesalahan tersebut menghilangkan uang.  Kita bisa saja menyesal, &#8220;Coba saya tidak beli saham itu kemarin/minggu lalu, pasti cuannya lebih besar.&#8221;  Jangan.  Saat Anda beli saham tersebut, Anda yakin akan naik.  Kalau tidak, Anda tidak akan beli.  Rajin-rajinlah cutloss.  Seperti seorang kebun yang membersihkan hama dari tamannya, rajin-rajinlah bersihkan saham-saham yang memberatkan portfolio Anda.  Dan ini membawa kita ke tips yang kedua…
</p>
<h2>Anda Tidak Bisa Selalu Menang, Tapi Anda Selalu Bisa Memaksimalkan Kemenangan Anda<br />
</h2>
<p>Ngerti maksudnya?  Biar kami ceritakan keadaan portfolio kami.  Misalkan di dalam satu portfolio ada 10 saham dengan posisi kurang lebih 10% di satu saham.  Apa yang terjadi?  Apakah pengalaman dan keahlian teknikal bisa membuat 10 saham tersebut naik?  Ternyata tidak.  Selalu saja ini yang terjadi:  ada dua tiga saham yang naik tinggi (lebih dari 10% dalam 2 hari), ada dua tiga saham yang naik sedang (2%-9%), ada tiga empat saham yang tidak berubah nilainya (naik 0%-2%), dan ada satu dua saham yang turun (5%-20%).  Jadi tentu saja, sebagai seorang trader atau tukang kebun, kerjaan kami setiap hari adalah membersihkan (&#8220;cut loss&#8221;) satu dua saham pengganggu tersebut dan switching atau average up ke saham yang naik tinggi atau naik sedang, tergantung keadaan.  Di portfolio nantinya akan terjadi rolling, dan semakin tinggi naiknya suatu saham, posisinya dalam portofolio menjadi lebih besar.  Dana keluar dari yang merah masuk ke yang hijau.  Demikianlah terus, sehingga kemenangan bisa dimaksimalkan dan kekalahan bisa diminimalkan, atau istilah populernya, &#8220;Cut losses short and let profit run.&#8221;
</p>
<p>Kesalahan ini biasanya ada di trader pemula yang melakukan &#8220;average down&#8221; sehingga saham-saham beban bukannya dibuang, tapi malah menambah kerugian menjadi berlipat-lipat, dan ini membawa kita ke tips  yang ketiga…
</p>
<h2>Turun Selalu Lebih Cepat dari Naik<br />
</h2>
<p>Berapa lama Anda sudah berada di pasar modal?  Kalau sudah ada tiga tahun, mungkin Anda sudah tahu, bahwa harga kalau turun selalu lebih cepat (dan lebih mudah) daripada naik, sehingga satu saham yang turun lebih besar persentasenya dari yang naik (bisa 10%-20% sehari), apalagi kalau Anda beli tepat di resistance.  Kadang tanpa alasan yang jelas.  Tapi itu kesalahan Anda, karena pasar selalu benar.  Pasar tidak mengikuti kemauan Anda.  Maka resiko perlu benar-benar Anda kontrol.  Hal terbodoh adalah menambah modal di saham yang sedang turun, atau &#8220;nyangkut&#8221;.  Ini merupakan spiral menurun menuju jurang kebangkrutan.  Karena modal Anda tidak bisa dipakai mencari keuntungan, dan malah memakan keuntungan Anda.  Tetapi, kenapa Anda bisa saja &#8220;terbeli&#8221; (kami juga sering) saham-saham yang setelah turun Anda anggap beresiko, karena ini…
</p>
<h2>Resiko Selalu Sebanding dengan Potensi Laba<br />
</h2>
<p>Ada saham-saham dengan potensi laba terbatas dan naiknya pelan (0.5%-1% sehari), tapi hampir pasti.  Ini makanan pokok Anda.  Ada saham-saham yang terus break new high.  Ini sasaran average up dan piramida Anda.  Ada saham-saham yang sudah terkoreksi terlalu dalam dan mulai naik dengan support yang kelihatan kuat, dan high sebelumnya dua sampai lima kali lipat harganya sekarang.  Ini buat ngiler, dan harus dijaga benar supportnya tersebut.  &#8220;Sudah murah&#8221; bisa dengan cepat menjadi &#8220;murahan&#8221; atau malah &#8220;kertas toilet&#8221;.  Kalau Anda average up saham &#8220;mahal&#8221; setiap breakout sebesar separuh dari modal awal, maka Anda punya jarak sangat lebar sebelum breakeven, dengan potensi keuntungan berlipat ganda.  Sebaliknya, saham &#8220;murah&#8221; begitu tembus support maka potensi kerugiannya yang besar.  Istilahnya adalah &#8220;High risk, high gain.&#8221;  Resiko besar dengan potensi laba besar.  Tidak bisa satu saja Anda ambil, tapi potensi laba dan resiko selalu bergandengan tangan.
</p>
<p>Maka, Anda perlu membatasi posisi Anda dengan <a href="http://pojoksaham.com/2010/04/15/2-aturan-manajemen-modal-yang-harus-anda-patuhi/">manajemen modal</a> yang harus selalu ada setiap saat.
</p>
<h2>Saat Tidak Ada Lagi Yang Bisa Dianalisa, Duduk Diam!<br />
</h2>
<p>Saat sudah tidak ada lagi high di atas saham Anda, indeks, atau apapun itu, cukup duduk diam saja.  Jangan buru-buru profit taking, jual setengah, atau apapun itu karena bisa jadi Anda akan ketinggalan trend nantinya.  Duduk diam, ikuti trend, pasang trailing stop, dan jangan buru-buru hitung profit Anda.  Trend itu persisten.  Trend itu kalau bertahan, bertahan lama.  Jadi, ikuti trend saja.
</p>
<p>Kami tutup dengan mengulang perkataan Jesse Livermore lagi:
</p>
<p>&#8220;It was the change in my own attitude toward the game that was of supreme importance to me. It taught me, little by little, the essential difference between betting on fluctuations and anticipating inevitable advances and declines, between gambling and speculating. I think it was a long step forward in my trading education when I realized at last that when old Mr. Partridge kept on telling the other customers, &#8220;Well, you know this is a bull market!&#8221; he really meant to tell them that the big money was not in the individual fluctuations but in the main movements that is, not in reading the tape but in sizing up the entire market and its trend. And right here let me say one thing: After spending many years in Wall Street and after making and losing millions of dollars I want to tell you this: <span style="text-decoration:underline"><strong>It never was my thinking that made the big money for me. It always was my sitting. Got that? My sitting tight!</strong></span> It is no trick at all to be right on the market. You always find lots of early bulls in bull markets and early bears in bear markets. I&#8217;ve known many men who were right at exactly the right time, and began buying or selling stocks when prices were at the very level which should show the greatest profit. And their experience invariably matched mine that is, they made no real money out of it. Men who can both be right and sit tight are uncommon. I found it one of the hardest things to learn. But it is only after a stock operator has firmly grasped this that he can make big money. It is literally true that millions come easier to a trader after he knows how to trade than hundreds did in the days of his ignorance.&#8221;
</p>
<p><strong>Bukan analisa saya yang membuat saya kaya.  Tetapi selalu posisi duduk saya.  Mengerti?  Posisi duduk diam saya!</strong></p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/07/23/5-tips-trading/">5 Tips Trading</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/07/23/5-tips-trading/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jago atau Just Lucky?</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/06/04/jago-atau-just-lucky/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/06/04/jago-atau-just-lucky/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 04:35:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[jesse livermore]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=1034</guid>
		<description><![CDATA[Kita sudah selesai yah bahas bahwa memang Anda harus selalu mandiri dan tidak menunggu rekomendasi dari siapapun.  Sekarang kita bahas...<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/04/jago-atau-just-lucky/">Jago atau Just Lucky?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita sudah selesai yah bahas bahwa memang Anda harus selalu mandiri dan tidak menunggu rekomendasi dari siapapun.  Sekarang kita bahas apakah main saham itu perlu keahlian atau cuma perlu keberuntungan.  Apakah orang-orang paling sukses di pasar modal  memang ahli dalam bidangnya (membaca chart atau membaca fundamental), atau cuma beruntung?</p>
<p><span id="more-1034"></span></p>
<p>Secara singkat, jawabannya adalah untuk sukses <strong>Anda akan perlu keduanya</strong>.  Tapi kalau Anda pikir lebih lanjut lagi, cuma satu dari dua yang bisa Anda kendalikan secara sadar:  keahlian Anda.  Coba kendalikan keberuntungan Anda&#8230;</p>
<p>Kami akan ambil contoh dua orang yang cukup terkenal yaitu Jesse Livermore dan Warren Buffett.  Tentukan dulu pilihan Anda siapa yang jago dan siapa yang just lucky&#8230;</p>
<h2>Jesse Livermore</h2>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/livermore.jpg"><img class="size-full wp-image-1004 aligncenter" title="livermore" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/livermore.jpg" alt="" width="259" height="229" /></a></p>
<p>Kita semua (sebagai <strong>trader</strong>) harus belajar dari JL.  Tidak bisa ditawar lagi.  Ilmunya sangat solid dan merupakan kunci <em>trading</em> di pasar modal dengan menguntungkan.  Dia mulai dari usia sangat muda, dari nol.  Pada usia 15 tahun, uangnya US$1000.  Dia mengalami dua kali crash di pasar modal, 1907 dan 1929.  Tapi jangan pikir dia rugi di kedua crash tersebut, karena dia mengambil posisi short di keduanya, dan uangnya berjumlah US$3 juta di tahun 1907 dan US$100 juta di tahun 1929, menjadikan ia <strong>orang terkaya di Amerika</strong> pada saat itu.  Jesse Livermore adalah Warren Buffett di awal abad 20.</p>
<blockquote><p>Livermore first became famous after the Panic of 1907, when he sold the market short as it crashed. He noticed conditions where a lack of capital existed to buy stock. Accordingly, he <strong>predicted </strong>that there would be a sharp drop in prices when many speculators were simultaneously forced to sell by margin calls and a lack of credit. With the lack of capital, there would be no buyers in sight to absorb the sold stock, further driving down prices. After the crash and its aftermath, he was worth $3 million.</p>
<p>Livermore continued to make money in the bull markets of the 1920s. In 1929, he <strong>noticed </strong>market conditions similar to that of the 1907 market. He began shorting various stocks and adding to his positions and they kept declining in price. When just about everyone in the markets lost money in the Wall Street crash of 1929, Livermore was worth $100 million after his short-selling profits.</p>
<p>Sumber: <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jesse_Lauriston_Livermore">http://en.wikipedia.org/wiki/Jesse_Lauriston_Livermore</a></p></blockquote>
<p>Dan, Anda tahu, JL mendapatkan semuanya dengan menginvestasikan uangnya sendiri&#8230; dari NOL.</p>
<p>Guru JL?  Pengalaman.  Dia lari dari ayahnya di desa dan bekerja serabutan sebelum &#8220;bertaruh&#8221; di pasar modal.</p>
<h2>Warren Buffett</h2>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/warren-buffet.jpg"><img class="size-full wp-image-1036 aligncenter" title="warren-buffet" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/warren-buffet.jpg" alt="" width="200" height="244" /></a></p>
<p>WB mungkin adalah icon pasar modal yang paling dikenal orang di abad 21.  Dan <strong>status selebritis</strong> di abad informasi ini sangat menguntungkan.  Percayalah&#8230; (sampai pada momen ketika <strong>kemunculan Anda semata</strong> bisa membuat Dow naik 2%)</p>
<p>WB mulai berinvestasi di usia muda juga, pada usia 11 tahun.  Namun karirnya sebenarnya dimulai ketika dia <strong>mulai menginvestasikan uang orang lain </strong>di tahun 1956, setelah beberapa tahun lulus kuliah.  Uangnya sendiri cuma US$100.  Oh ya, sebelumnya dia belajar dengan mentornya yang kurang terkenal yaitu Benjamin Graham.  Dan WB, menurut pengakuannya sendiri adalah pengikut setia Benjamin Graham.  Kenapa WB lebih kaya?</p>
<p>Jawabannya ada di chart.  1956 Dow Jones breakout dari high sebelumnya (sebuah konfirmasi <strong>teknikal</strong>):</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/dow-1900log.gif"><img class="size-full wp-image-1035 aligncenter" title="dow-1900log" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/dow-1900log.gif" alt="" width="494" height="306" /></a></p>
<p>Dan dari sana, Dow bergerak dari di bawah 500 ke empat digit (dan lima digit sekarang).  Perhatikan chart di atas adalah log chart.  Efeknya sangat sangat besar di dalam uang Anda jika Anda ikut di tahun 1956.  Ya, jika Anda menginvestasikan uang Anda sendiri mulai tahun 1956, Anda akan menjadi kaya juga.  <strong>Dijamin!</strong></p>
<p>Kembali ke WB.  Setelah berhasil melipatgandakan uang orang lain, tentu saja banyak orang yang berbondong-bondong mencarinya, dan itu berlangsung bertahun-tahun, sebelum dia menutup pintu masuknya dan melikuidasi semua asetnya (cash-out) untuk mulai investasi dengan uangnya sendiri (pada waktu itu sudah cukup banyak).</p>
<p>Dan setelah uangnya cukup banyak dia membeli pabrik tekstil bangkrut (Berkshire), pabrik permen, sebuah koran (kalau tidak salah), furniture, perusahaan asuransi milik Ben Graham, dan lainnya.</p>
<p>Tunggu.  Perusahaan asuransi?  Untuk kedua kalinya dia punya akses ke banyak uang orang lain&#8230;  Dan tunggu, Ben Graham mentor Buffett?  Dibeli perusahaannya oleh Buffett?  Bagaimana murid bisa mengalahkan guru?  Dengan menyalahi aturan gurunya.  &#8221;Jurus&#8221; Ben Graham adalah membeli saham di bawah nilai fundamentalnya, tapi ketika sudah sampai, dia jual.  Buffett, membeli saham di bawah harga fundamentalnya, dan buy and hold selamanya.</p>
<p>Terbukti dari chart, Buffett benar (pada saat itu).  Dia pasti tidak mau mengakui bahwa dia seorang chartist, tapi ya, tindakan kami pasti sama dengan Buffett pada saat itu.  Pasti.  Begitupun JL kalau dia masih hidup di tahun 1950.</p>
<h2>Kembali ke Livermore</h2>
<p>Jesse Livermore bunuh diri pada tahun 1940.  Tidak pernah disebutkan kenapa, tapi kemungkinan dia depresi.  Kenapa?  Kita tidak akan pernah tahu.  Dia meninggalkan warisan, sebuah buku &#8220;How To Trade In Stocks&#8221; dia tulis dan terbitkan di tahun 1939, sebelum dia bunuh diri.</p>
<p>Setelah menjadi orang terkaya di Amerika, dia bangkrut, kenapa, tidak ada yang pernah menulis atau mengcover, tapi kalau kita perhatikan lebih lanjut, ada yang aneh di satu waktu tahun 1933:</p>
<blockquote><p>The police are called when Jesse Livermore apparently goes missing. One day after disappearing he returns home, walking unsteadily. He says he spent the night in a hotel and awoke with a blank mind. Reading newspaper headlines about his disappearance brought him to his senses. His doctor&#8217;s verdict: &#8220;Amnesia nervous breakdown.&#8221;</p></blockquote>
<p>Livermore juga manusia.  Dia tidak akan mampu bertahan jika ada yang bermain dengan otaknya.   Apakah ada yang menculiknya (pemerintah, mafia)?  Dia kena penyakit?  Stres diceraikan istri?  Korban &#8220;black widow&#8221;?  Atau apa?  Kita tidak pernah tahu, yang jelas dia kena amnesia.  Dan sejenius apapun Anda dan JL, jika otak tiba-tiba rusak entah kenapa (faktor luar atau dalam), Anda akan rugi.  Dan bangkrut.</p>
<p>Aneh juga, karena sebelumnya JL sangat mematuhi aturannya dan terus beradaptasi, tapi sejak itu, dia &#8220;mati&#8221;.</p>
<p>1934:</p>
<blockquote><p>Jesse Livermore is bankrupt. He has lost his entire trading fortune. How he did this is unknown. He is not destitute &#8211; his family annuities save the day. He and his wife sail to Europe. &#8220;I hope to relieve my mind of some of my troubles.&#8221;</p></blockquote>
<p>Amanlah menyimpulkan, kejadian di 1933 membuat Livermore bangkrut, dengan berbagai alasan dan sebabnya.  Menjadi &#8220;selebritis&#8221; pada jaman dahulu sangat berbahaya.</p>
<h2>Siapa yang Jago, Siapa yang Beruntung?</h2>
<p>Warren Buffett, lahir pada waktu yang tepat, pada keluarga yang tepat (ayahnya broker saham), dimana ekonomi tumbuh, mengendalikan uang kolektif, menjadi orang terkaya.  Jesse Livermore, lahir di desa, keluarga miskin, kerja serabutan, dengan usaha sendiri, melalui dua crash, dengan uang sendiri, menjadi orang terkaya di Amerika.</p>
<p>WB, just lucky (and old).  <strong>Jesse Livermore, jago!</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/livermore.jpg"><img title="livermore" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/05/livermore.jpg" alt="" width="259" height="229" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>He is The Greatest Stock Trader We Ever Known</em></strong></p>
<h2>Anda ikut siapa?</h2>
<p>Ada berapa WB di dunia?  Satu.  Ada berapa buku tentang WB?  Banyak!  Ada berapa orang membacanya?  Banyak! (kami punya lima buku WB, membaca lima-limanya, dan tidak ada hasilnya)  Ada berapa orang kaya dengan mengikuti cara WB?  Tidak ada!</p>
<p>Ada berapa JL?  Satu.  Buku tentang JL?  Beberapa.  Yang baca?  Beberapa, cuma trader.  Berapa orang kaya karena &#8220;pengaruh&#8221; JL?  Banyak sekali!  William O&#8217;Neil, Richard Donchian, Paul Tudor Jones II, Martin Zweig, Alexander Elder, Dan Zanger, Richard Wyckoff, David Ryan, Ced Moses, Mark Minervini, dan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.</p>
<p>Beberapa hari ini mungkin Anda sudah setuju bahwa apa yang JL tulis dan beritahu adalah wisdom yang solid, berharga, dan layak kita simak.</p>
<p>Bakar buku WB Anda sekarang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/warren-buffet.jpg"><img class="size-full wp-image-1036 aligncenter" title="warren-buffet" src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/06/warren-buffet.jpg" alt="" width="200" height="244" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>You lucky bastard!</em></p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/04/jago-atau-just-lucky/">Jago atau Just Lucky?</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/06/04/jago-atau-just-lucky/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Average Man</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/06/03/the-average-man/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/06/03/the-average-man/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 09:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=1025</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;The average man doesn&#8217;t wish to be told that it is a bull or a bear market. What he desires...<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/03/the-average-man/">The Average Man</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;The average man doesn&#8217;t wish to be told that it is a bull or a bear market. What he desires is to be told specifically which particular stock to buy or sell. He wants to get something for nothing. He does not wish to work. He doesn&#8217;t even wish to have to think.&#8221;</p>
<p>-  Jesse Livermore</p>
<p><span id="more-1025"></span></p>
<h2><strong>Terjemahan bebasnya:</strong></h2>
<p>&#8220;Orang rata-rata tidak ingin diberitahu apakah ini adalah bull market atau bear market.  Apa yang dia benar-benar inginkan adalah diberitahu secara spesifik saham mana yang harus dia beli atau jual.  Dia menginginkan mendapatkan sesuatu secara gratis.  Dia tidak ingin bekerja.  Dia bahkan tidak ingin kalau harus berpikir.&#8221;</p>
<p>- Jesse Livermore</p>
<h2>Catatan Kaki</h2>
<p>Selalu dikutip dimana-mana, <strong>85% trader</strong> bangkrut.  Dalam statistik (salah satu ilmu tidak berguna), rata-rata dalam kurva dengan distribusi normal biasanya adalah sekitar 68%.  85% itu 17% lebih dari 68%!!!  Berarti <strong>jauh lebih dari rata-rata trader itu bangkrut</strong>.  Atau&#8230; dengan kata lain, &#8220;the average man&#8221; atau orang rata-rata dalam kutipan di atas <strong>PASTI BANGKRUT</strong>.</p>
<p>Bagaimana ciri  &#8221;the average man&#8221;?</p>
<ol>
<li>Ingin rekomendasi saham spesifik;</li>
<li>Tidak mau bekerja (analisa);</li>
<li>Tidak mau berpikir (belajar).</li>
</ol>
<p>Anda sudah tahu tiga ciri &#8220;the average man&#8221;.  Balik ketiga ciri tersebut, dan kami yakin, Anda akan berada di tempat pemenang.  Kalau Anda mau jadi pemenang, jauhi CNBC, jauhi FB, jauhi rekomendasi, jauhi forum, jauhi blog, jauhi &#8220;guru&#8221;, jauhi &#8220;insider&#8221;!  Rasakan pasar berada di fase mana, analisa saham-saham kesukaan Anda dengan baik dan jeli, tetapkan rencana trading yang baik (tidak perlu sempurna), eksekusi, dan duduk diam.  Belajar dan terus asah ilmu Anda agar Anda bisa mandiri.</p>
<p><strong>Jangan </strong>jadi &#8220;rata-rata&#8221;.</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/03/the-average-man/">The Average Man</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/06/03/the-average-man/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;It always was my sitting.&#8221;</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/06/01/it-always-was-my-sitting/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/06/01/it-always-was-my-sitting/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 03:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=994</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;It was the change in my own attitude toward the game that was of supreme importance to me. It taught...<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/01/it-always-was-my-sitting/">&#8220;It always was my sitting.&#8221;</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;It was the change in my own attitude toward the game that was of supreme importance to me. It taught me, little by little, the essential difference between betting on fluctuations and anticipating inevitable advances and declines, between gambling and speculating. I think it was a long step forward in my trading education when I realized at last that when old Mr. Partridge kept on telling the other customers, “Well, you know this is a bull market!” he really meant to tell them that the big money was not in the individual fluctuations but in the main movements that is, not in reading the tape but in sizing up the entire market and its trend. And right here let me say one thing: After spending many years in Wall Street and after making and losing millions of dollars I want to tell you this: <strong>It never was my thinking that made the big money for me. It always was my sitting. Got that? My sitting tight! </strong>It is no trick at all to be right on the market. You always find lots of early bulls in bull markets and early bears in bear markets. I’ve known many men who were right at exactly the right time, and began buying or selling stocks when prices were at the very level which should show the greatest profit. And their experience invariably matched mine that is, they made no real money out of it. Men who can both be right and sit tight are uncommon. I found it one of the hardest things to learn. But it is only after a stock operator has firmly grasped this that he can make big money. It is literally true that millions come easier to a trader after he knows how to trade than hundreds did in the days of his ignorance.&#8221;</p>
<p>- Jesse Livermore, 1923.</p>
<p><span id="more-994"></span></p>
<h2>Terjemahan bebasnya:</h2>
<p>&#8220;Perubahan dari sikap saya terhadap permainan trading inilah yang paling penting bagi saya.  Hal tersebut mengajari saya, sedikit demi sedikit, perbedaan dari bertaruh di dalam fluktuasi dan mengantisipasi kenaikan dan penurunan yang tidak terhindarkan, perbedaan antara berjudi dan spekulasi.  saya pikir itu adalah langkah besar di dalam pendidikan trading saya dimana saya sadar akhirnya ketika Tuan Patridge terus berkata konsumen lainnya, &#8220;Yah, Anda tahu ini adalah bull market!&#8221; dia bermaksud memberitahu mereka bahwa uang yang banyak tidak berada di dalam fluktuasi individual, tetapi di gerakan utama, yang tidak terdapat di membaca tape (baca: running trade), tetapi memperkirakan keseluruhan market dan trendnya.  Dan di sini biarkan saya mengatakan satu hal:  Setelah menghabiskan banyak waktu di Wall Street dan setelah menghasilkan dan menghilangkan jutaan dolar saya ingin memberitahu Anda ini:  <strong>Tidak pernah sekalipun apa yang saya pikir yang membuat uang besar untuk saya.  Selalu posisi duduk saya.  Mengerti?  Posisi duduk diam saya! </strong>Mudah sekali untuk benar di pasar.  Anda akan selalu menemukan banyak sekali saham yang naik terlebih dahulu di bull market, dan saham yang turun terlebih dahulu di bear market.  Saya kenal banyak orang yang benar di waktu yang tepat, dan mulai membeli atau menjual saham ketika harganya di level yang seharusnya akan mendapatkan keuntungan paling besar.  Dan pengalaman mereka ternyata cocok dengan saya yaitu, mereka tidak mendapat uang besar dari sana.  Orang yang bisa benar dan duduk diam itu jarang.  Saya menemukan bahwa ini adalah hal yang paling sulit untuk saya pelajari.  Tetapi hanya setelah seorang trader bisa melakukan hal ini dengan baik, dia bisa mendapatkan uang besar.  Benar sekali bahwa jutaan datang lebih mudah ke seorang trader setelah dia tahu bagaimana caranya, daripada ratusan dolar di hari-hari dimana dia masih belum mengerti.&#8221;</p>
<p>- Jesse Livermore, 1923.</p>
<p>Bagi Anda yang ingin sukses, selain belajar menjadi benar dalam analisa dan Anda juga harus belajar &#8220;<strong>duduk diam</strong>&#8220;.  Percaya pada analisa Anda, taruh money management yang baik, dan duduk diam!  Sebuah sistem yang baik bisa melatih Anda untuk hal itu.  Salah satu sistem yang kami anjurkan adalah sistem <a href="http://www.investorsibuk.com/?id=182">Investor Sibuk</a>.  Pastikan Anda menginvestasikan waktu Anda (untuk belajar) sebelum Anda menginvestasikan uang Anda.</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/06/01/it-always-was-my-sitting/">&#8220;It always was my sitting.&#8221;</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/06/01/it-always-was-my-sitting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Cut Loss (dan hubungannya dengan monyet Capuchin)</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/04/27/pentingnya-cut-loss/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/04/27/pentingnya-cut-loss/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 13:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[cutloss]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=693</guid>
		<description><![CDATA[Halo!  Kami tahu, belum saatnya bicara hal ini, karena di masa bullish ini, even monkey can make money. (monyet pun...<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/04/27/pentingnya-cut-loss/">Pentingnya Cut Loss (dan hubungannya dengan monyet Capuchin)</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halo!  Kami tahu, belum saatnya bicara hal ini, karena di masa bullish ini, <em><strong>even monkey can make money</strong></em>. (monyet pun bisa untung).  Tapi mau bagaimanapun juga, ini satu keahlian yang perlu Anda kuasai sebagai trader, yaitu keahlian <strong>cut loss</strong>.</p>
<p><span id="more-693"></span>Anda kalau sudah beberapa bulan di pasar modal pasti pernah paling tidak coba-coba membeli saham-saham &#8220;gorengan&#8221; yang naiknya cepat, turunnya juga cepat.  Pernahkah mengalami beli di puncak harga?  Contoh:  DOID 1800?  ENRG?  Pernah?  Kenapa Anda tidak cut-loss?  Mungkin karena Anda tidak mengetahui seni cut-loss di dalam pikiran Anda, atau Anda tidak <a href="http://pojoksaham.com/2010/04/15/2-aturan-manajemen-modal-yang-harus-anda-patuhi/">mengelola modal</a> Anda dengan baik?  Atau kasus lainnya&#8230; Anda kecepatan taking profit dan saham tersebut naik terus dan &#8220;diluar jangkauan Anda&#8221;.  Jika begitu, baca terus, namun sebelumnya ijinkan kami membagi sebuah cerita.</p>
<p>Ceritanya bukan tentang manusia, tapi tentang monyet.  Ya, <strong>monyet</strong>.  Cerita ini kami ambil dari bab terakhir buku &#8220;<a href="http://www.amazon.com/gp/product/0060889578?ie=UTF8&amp;tag=pojsah-20&amp;linkCode=as2&amp;camp=1789&amp;creative=390957&amp;creativeASIN=0060889578" target="_blank">Superfreakonomics</a>&#8221; karya Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner, duo pengarang favorit kami, dan junto sebuah penelitian akademik berjudul &#8220;<a href="http://www.jstor.org/pss/117424" target="_blank">Are Investors Reluctant to Realize Their Losses?</a>&#8221; Anda akan mengerti nanti hubungannya.</p>
<h2>Monyet</h2>
<p>Seorang ilmuwan yang bernama Keith Chen meneliti sekelompok monyet Capuchin yang lucu dengan memberikan sejenis logam yang ada lubang di tengahnya, seperti uang logam Cina, kemudian memberikan perlakuan khusus, buah anggur, dan makanan.  Ilmuwan ini dengan sabar mengajari monyet-monyet tersebut tentang nilai logam tersebut sebagai uang.  Kesimpulan dari penelitian berbulan-bulan tersebut secara singkat adalah&#8230; monyet pun bisa mengerti nilai uang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/04/monyet-capuchin.jpg"><img class="size-full wp-image-695 aligncenter" title="Saya pun mengerti tentang uang jika diajarkan." src="http://pojoksaham.com/wp-content/uploads/2010/04/monyet-capuchin.jpg" alt="" width="400" height="293" /></a></p>
<p>Namun bukan itu yang kami soroti di sini.  Yang kami soroti adalah setelah mengerti uang, Chen melanjutkan penelitiannya tentang perilaku monyet tersebut jika dihadapkan dengan dua pilihan yang irasional.  Bentuknya undian dengan dua ilmuwan:</p>
<ol>
<li>Ilmuwan yang pertama mulai dengan memegang satu buah anggur, kemudian dilakukan undian lempar koin.  Jika koin menghadap ke atas, maka si monyet mendapatkan anggur yang dipegang, dan diberikan satu anggur tambahan, jadi satu keping &#8220;uang&#8221; miliknya bisa ditukar dua anggur.</li>
<li>Ilmuwan yang kedua <strong>mulai dengan memegang dua buah anggur</strong>, kemudian sama, dilakukan undian lempar koin.  Bergantung pada undian, maka kadang-kadang ilmuwan mengambil satu anggur yang dijanjikan dan hanya membolehkan menukar satu &#8220;uang&#8221; dengan satu anggur.</li>
</ol>
<p>Jadi, secara rata-rata, monyet tersebut entah mendapat sebuah anggur atau dua buah anggur.  Secara rasional, pilihan pertama dan kedua sebenarnya sama saja&#8230;  Tapi hal ini yang menarik dan tampaknya irasional.  Monyet-monyet tersebut <strong>jauh lebih suka (&#8220;preferensi kuat&#8221;) ilmuwan yang pertama</strong>.   Tidak rasional!</p>
<h2>Manusia</h2>
<p>Sekarang kita lanjutkan ke penelitian kedua, yang ini tentang manusia.  Untuk menulis artikel &#8220;<a href="http://www.jstor.org/pss/117424">Are Investors Reluctant to Realize Their Losses</a>&#8220;, Terrance Odean telah meneliti 10.000 investor</p>
<p>Kesimpulan yang dia ambil:  &#8221;<strong>these investors demonstrate a strong preference for realizing winners rather than the losers</strong>&#8221; (terjemahan: investor-investor ini menunjukkan preferensi/lebih suka untuk merealisasikan keuntungan daripada kerugian).</p>
<p>Wah, ternyata perilaku monyet dan investor secara kebanyakan sama tentang uang!</p>
<h2>Trader</h2>
<p>Setelah Anda baca tulisan di atas, tentu Anda tidak mau disamakan dengan monyet.  Lalu, ilmu trading yang benar bagaimana?  <strong>Cut losses short, let profits run</strong>.  (terjemahan: potong rugi secepatnya, biarkan laba terus berjalan).</p>
<p>Dalam trading saham, apalagi trend trading, Anda <strong>mengikuti sebuah kecenderungan</strong>.  Sebuah saham yang sedang naik, cenderung untuk terus naik, dan saham yang turun, cenderung terus turun.  Dari sini sudah terlihat bahwa sekali Anda salah, maka Anda akan cenderung terus rugi jika tidak cut loss, dan sebaliknya.</p>
<p>Dalam praktek, Anda perlu mengikuti kereta saham yang naik, dan keluar dari saham turun dengan cepat.  Setelah naik kereta saham naik tersebut, Anda tinggal berpegangan erat dan average pada titik-titik tertentu, tapi tidak merealisasikan keuntungan.  Tapi bagaimana kalau market ternyata melawan Anda?  Anda perlu cut loss dengan cepat, karena cut loss pertama adalah yang paling baik.  Semakin jauh Anda merugi, semakin tidak ingin Anda cut loss.  Ini psikologi manusia (investor), dan monyet.  Sama saja!</p>
<p>Istilahnya, <strong>Anda malas untuk cut loss. &#8220;reluctant to realize their losses&#8221;</strong></p>
<p><strong>Pesan moralnya:  Jangan malas donk.  Ini uang Anda yang sedang berjatuhan nilainya&#8230;</strong></p>
<p>Mari kita asumsikan bahwa alami untuk malas cutloss karena menyakitkan.  Tapi berbeda dengan slogan Body Shop, yang alami sangat tidak baik di dunia trading saham.  Trader yang baik telah berhasil menggunakan <strong>otaknya </strong>untuk melakukan yang <strong>tidak alami</strong>.  Kenapa kami bilang begitu?  Karena dia tahu bahwa dengan <em>cut losses short</em> (walaupun sakit), dan <em>let profits run</em> (walaupun gatal), secara finansial dia akan lebih baik.  Lama-lama dia akan kebal.  Kalau menang dia tidak sombong dan buat pengumuman, kalau kalah pun dia tidak pasang wajah seram.  Ini adalah <strong>kedewasaan</strong> pikiran seseorang dalam trading, yang cuma bisa didapatkan dari jam terbang.</p>
<p>Sebagai ilustrasi, anak kecil kalau disuruh gosok gigi sebelum tidur juga tidak mau, karena gosok gigi sebelum tidur itu tidak natural.  Tapi karena dididik terus oleh orang tuanya, lama-lama dia mengerti dan melakukan hal yang tidak natural tersebut karena keuntungannya (tidak sakit gigi) jauh melebihi kerugiannya (lima menit sebelum tidur bergumul dengan odol).  Lama-lama gosok gigi sebelum tidur menjadi <em>second nature</em>&#8230;</p>
<p>M. Scott Peck dalam sebuah buku self-help berjudul &#8220;<a href="http://www.amazon.com/gp/product/0743243153?ie=UTF8&amp;tag=pojsah-20&amp;linkCode=as2&amp;camp=1789&amp;creative=390957&amp;creativeASIN=0743243153" target="_blank">The Road Less Travelled</a>&#8221; pernah berujar, satu-satunya cara untuk mengatasi penderitaan adalah dengan disiplin.  Salah satu alat disiplin adalah menunda pemuasan (delaying gratification).  Kami tulis ulang, satu-satunya cara untuk mengatasi rugi di bursa saham adalah dengan disiplin.  Let profits run adalah bentuk <em>delaying gratification</em> di bursa saham.</p>
<p>Jika cuma mengikuti ego, maka hasilnya adalah <strong>rugi banyak dan untung sedikit </strong>sebagai hasil dari cut profits short dan let losses run (cara alami, monyet juga bisa), bukannya rugi sedikit dan untung banyak dari <em>cut losses short and let profits run</em>!  (yang benar yang kedua ya&#8230;)</p>
<p>Cutloss memang sakit, dan kita sering gatal untuk profit taking (untuk pamer dan traktir teman, istri, dan sahabat).  Dan cutloss artinya mengakui &#8220;Saya salah!&#8221;  Kadang ini yang sulit, terutama bagi pria.  Tapi Anda harus sadar, Anda harus cepat-cepat cutloss, dan menunda merealisasikan keuntungan, karena cuma dengan begitu portofolio Anda akan terus naik dan tumbuh.  Biarkan hal tersebut menjadi <em>second nature</em> Anda.</p>
<p>Hanya dengan begini, Anda akan jadi trader yang jadi pemenang, bukan monyet, dan bukan trader kebanyakan (85%) yang terus merugi.  Baca juga:  <a href="http://pojoksaham.com/2010/04/15/2-aturan-manajemen-modal-yang-harus-anda-patuhi/">2 Aturan Manajemen Modal yang Harus Anda Patuhi</a>.</p>
<p>Salam cuan.  :)</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/04/27/pentingnya-cut-loss/">Pentingnya Cut Loss (dan hubungannya dengan monyet Capuchin)</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/04/27/pentingnya-cut-loss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Dividen Saham</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/04/22/mengenal-dividen-saham/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/04/22/mengenal-dividen-saham/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 01:17:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Saham]]></category>
		<category><![CDATA[dividen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[Dividen adalah bagian keuntungan dari perusahaan yang dibagikan secara langsung kepada investor, biasanya dalam bentuk uang tunai, namun bisa juga...<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/04/22/mengenal-dividen-saham/">Mengenal Dividen Saham</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dividen adalah bagian keuntungan dari perusahaan yang dibagikan secara langsung kepada investor, biasanya dalam bentuk uang tunai, namun bisa juga berupa saham.</p>
<p><span id="more-638"></span>Anda mungkin sering mendengar kata dividen, tapi pernahkah Anda mendapatkan dividen?  Sebenarnya pada awalnya harapan keuntungan dari saham ini adalah dari dividennya.  Bayangkan, jika harga saham tetap dan tidak diperdagangkan bebas, darimana investor mendapatkan keuntungan?  Tidak lain tidak bukan adalah dari dividennya.</p>
<p>Kemudian apakah perusahaan yang membagikan dividen sahamnya mahal?  Ya, biasanya perusahaan yang rajin membagikan dividen sudah cukup established sehingga mampu membagikan dividen.</p>
<p>Apakah perusahaan yang mahal membagikan dividen?  Tidak.  Banyak perusahaan growth company yang menginvestasikan kembali keuntungannya dengan harapan perusahaan tersebut bisa berkembang.</p>
<h2>Siapa yang menentukan pembagian dividen?</h2>
<p>Besar dividen ditentukan di dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).</p>
<h2>Bagaimana agar saya mendapatkan dividen?</h2>
<p>Anda harus membeli dan memegang saham perusahaan tersebut sampai akhir hari cum-datenya (16.00), dan boleh menjualnya di ex-date.</p>
<p>Pada saat cum-date, investor yang memegang saham dicatat dan dilaporkan nama-namanya menjadi yang berhak mendapatkan dividen.</p>
<p>Pada hari ex-date, investor yang membeli tidak lagi berhak atas dividen.</p>
<p>Misalkan, saham MPPA dengan data sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Cum-dividen di pasar reguler dan negosiasi pada tanggal 28 April 2010;</li>
<li>Ex-dividen di pasar reguler dan negosiasi pada tanggal 29 April 2010.</li>
</ul>
<p>Maka Anda perlu menahan penjualan saham tersebut sampai tanggal 29 April 2010 jika Anda ingin mendapatkan dividennya.</p>
<h2>Dimana saya bisa melihat informasi tentang dividen?</h2>
<p>Anda dapat mampir ke situs <a href="http://www.ksei.co.id" target="_blank">http://ksei.co.id</a> kemudian ke menu Publikasi &gt; Pengumuman Corporate Action &gt;Dividen Tunai.  Di sana Anda bisa melihat daftar dividen yang terbaru.  Klik nomor suratnya untuk melihat detil tanggal-tanggalnya.</p>
<h2>Sebenarnya dividen penting nggak sih?</h2>
<p>Dividen <strong>sangat penting</strong> bagi <strong>investor </strong>karena mereka menahan saham tersebut dalam jangka waktu yang sangat lama, dan tidak merealisasikan keuntungan dari capital gain dalam jangka waktu yang sangat lama juga (contoh:  Warren Buffett).</p>
<p>Pada umumnya* ada tidaknya dividen itu sendiri setidaknya menunjukkan dua hal:</p>
<ol>
<li>Performa perusahaan tersebut bagus;</li>
<li>Arus kas perusahaan tersebut lancar.</li>
</ol>
<p>Sehingga untuk trader (yang mengincar <em>capital gain</em>), dividen juga penting untuk menentukan perusahaan yang bagus, selain juga pengumuman akan adanya dividen dapat menyebabkan lonjakan permintaan akan saham yang bersangkutan.  Banyak permintaan, artinya harga saham terangkat.  Namun, berhati-hatilah, jika banyak orang yang berharap dividen namun tidak ingin memegang sahamnya dalam jangka waktu lama, maka setelah pembagian dividen, harga saham tersebut juga sering turun, bisa-bisa sebesar dividennya sendiri.</p>
<p>Catatan:  *Ada catatan khusus untuk MPPA yang membagikan dividen adri penjualan asetnya yaitu Matahari Department Store</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/04/22/mengenal-dividen-saham/">Mengenal Dividen Saham</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/04/22/mengenal-dividen-saham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bijak Menyikapi Rumor</title>
		<link>http://pojoksaham.com/2010/04/20/bijak-menyikapi-rumor/</link>
		<comments>http://pojoksaham.com/2010/04/20/bijak-menyikapi-rumor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 04:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dosen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rumor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojoksaham.com/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[Rumor adalah cerita yang menarik.  Membosankan memang jika cuma berbicara saham melulu melalui chart dan banyak orang (termasuk istri saya)...<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/04/20/bijak-menyikapi-rumor/">Bijak Menyikapi Rumor</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rumor adalah cerita yang menarik.  Membosankan memang jika cuma berbicara saham melulu melalui chart dan banyak orang (termasuk istri saya) yang hanya akan melongo jika ditunjukkan chart dan indikator-indikatornya.  Tapi kalau ada rumor, maka lebih mudah baginya mengambil posisi di salah satu saham.</p>
<p><span id="more-472"></span>Mulai hari ini di Pojok Saham akan dipostkan juga rumor yang beredar di Bursa Efek Indonesia.  Maksudnya tentu saja bukan untuk menyesatkan Anda, tapi agar Anda lebih update dengan rumor sehingga bisa <strong>menangkis</strong> rumor tersebut jika diperlukan, atau setidaknya melawannya dalam pikiran Anda.</p>
<p><strong>Rumor tersebut bukan kami yang tulis dan bukan kami yang buat. </strong>Sekuritas, broker, sumber online, website, koran, semuanya sumber rumor.  Hati-hati terhadap yang menyebut rumor dengan berita yang harusnya berisi fakta.  Kategorikan rumor sebagai rumor, dan berita sebagai berita.  Pojok Saham tidak sanggup menjadi situs berita karena tidak sanggup menulis hal-hal yang berisi &#8220;fluff&#8221;.  Kami sedang membangun gudang artikel yang harapannya akan membantu Anda membuat keputusan yang benar.</p>
<p>Kami menyarankan Anda baca analisa dulu, baru rumor.  Rumor sering tidak punya sumber dan tidak bisa dipertanggung-jawabkan (maka namanya rumor).</p>
<p>Tapi, memang rumor menarik, bukan?  Kadang juga dengan adanya rumor, perhatian tertuju pada saham tersebut, dan ternyata cocok (bukan dicocok-cocokkan) dengan analisa teknikal.  Kalau yang begini tentu saja Anda boleh bertransaksi pada saham tersebut.</p>
<p>Bisa juga rumor disebarkan untuk mengangkat harga saham secara jangka pendek untuk selanjutnya yang menyebar rumor melakukan <em>profit taking</em>.  Kalau begini, kalau kebetulan Anda sudah berada di dalamnya, Anda harus ikut profit taking.  Istilahnya &#8220;<em>sell on strength</em>&#8220;.  Ini biasanya terjadi pada saham-saham Grup Bakrie.  Salah satu teman saya beli DOID di 1800 (ini topnya lho) karena rumor!  Kalau kita ingat dulu sekali juga BUMI menyentuh 8000 karena rumornya akan menuju 10.000.  Selagi artikel ini ditulis ada rumor lagi soal BUMI ke 3000.  <strong>Rumor!  Hati-hati.</strong></p>
<p>Rumor adalah cerita yang menarik, dan sudah ada sejak dahulu kala sebelum chart diciptakan.  <strong>Anda harus bijak menyikapi rumor! </strong>80% rumor salah atau sangat menyesatkan.   Hati-hati!  Tapi rumor adalah bagian dari pasar modal.  Anda harus belajar juga menanggapinya.  Pembelajaran yang &#8220;steril&#8221; terhadap analisa teknikal saja sangat baik untuk jangka waktu tertentu, terutama enam bulan pertama Anda belajar saham, agar Anda tidak &#8220;sesat&#8221;.  Setelah analisa teknikal Anda kuat, Anda bisa melihat-lihat rumor.</p>
<p>Contoh:</p>
<ol>
<li>Jangan beli saham yang dirumorkan naik padahal trendnya sedang downtrend parah;</li>
<li>Jangan jual saham yang dirumorkan turun padahal trendnya sedang strong bullish;</li>
<li>Jangan beli saham karena rumornya bagi dividen besar;</li>
<li>Jangan jual saham karena rumor rights issue;</li>
<li>Beli saham rumor jika memang terjadi golden cross dengan volume besar;</li>
<li>Beli saham rumor jika terjadi breakout;</li>
<li>Beli saham rumor jika Anda mengenal saham tersebut memang bergerak karena rumor;</li>
<li>Beli saham rumor tidak lebih dari 3% dari seluruh modal Anda.</li>
</ol>
<p>Ngerti maksud  saya?</p>
<p>OK kalau sudah, silakan kunjungi <a href="http://pojoksaham.com/category/rumor/">bagian rumor</a>.</p>
<p>Mau tahu gudangnya rumor?  Coba sambangi <a href="http://klubsaham.com" target="_blank">klubsaham.com</a> (perhatian:  jumlah rumor di sana sangat banyak, dan suka tersembunyi di thread-thread percakapan, analisa bandar, dan sering cuma akan membuat Anda pusing, kami sarankan tetap <strong>fokus ke chart saja kalau waktu Anda sempit</strong>).</p>
<p><a href="http://pojoksaham.com/2010/04/20/bijak-menyikapi-rumor/">Bijak Menyikapi Rumor</a> oleh <a href="http://pojoksaham.com">Pojok Saham</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojoksaham.com/2010/04/20/bijak-menyikapi-rumor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

