IHSG sudah keluar dari all-time-highnya di 2830. Artinya antara lain adalah tidak ada resistance lagi di atasnya. Tentu saja kita harus waspada (ini yang paling penting), dan melindungi modal kita dengan trailing stop tidak lagi di harga modal, tapi dengan keuntungan yang cukup. Namun di sisi lain, kita juga mengharapkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari saham-saham kita. Berapa sebenarnya target IHSG selanjutnya? Menurut Elliott Wave, kita sekarang masih di wave 3, dengan target minor 2975, sebelum koreksi minor.
Kemarin ada yang menanyakan berapa target ADRO setelah menembus angka 2000. Jawaban kami adalah kita ikuti saja trend sampai trend tersebut berakhir. Tetapi, ada analis yang melihat ADRO masih di dalam wave 3 dari Elliott Wave, dengan target final wave 3 adalah 2250 sampai 2300.
Saat ini IHSG berada di titik tertingginya dalam sejarah yang tersentuh di 9 Januari 2008 yang lalu (berdasarkan data penutupan). Tentu kita masih ingat apa yang terjadi setelah itu, IHSG dan seluruh dunia turun dengan kecepatan yang mengerikan. Apa bedanya sekarang?
Ooookay… karena melihat animo masyarakat yang haus berita, maka kami turunkan analisa saham DOID, mungkin juga untuk “menyelamatkan” beberapa orang, lumayan. Mohon dicatat bahwa saham ini tidak pernah masuk dalam watchlist kami, tapi layak dibahas sebagai bahan pelajaran bagi kita semua akan tiga hal. Apa saja itu?
Halo ketemu lagi dengan kami di Pojok Saham dalam analisa mingguan IHSG. Dalam analisa IHSG minggu lalu kami menyarankan Anda untuk hold/tambah posisi, dengan dasar breakout di 2700, sudahkah Anda lakukan? Ternyata di hari Jumat, IHSG berhasil ditutup di atas level 2800. Bagaimana dengan minggu ini?
Siapa bilang software analisa teknikal mahal? Yahoo Finance adalah alat yang gratis untuk analisa saham di mana di dalamnya terdata alat analisa teknikal gratis yang dapat digunakan untuk analisa saham secara harian (juga mingguan atau bulanan) dengan cukup akurat.
Dua minggu yang lalu, level 2600 tembus, kami mengambil posisi speculative buy di saham-saham unggulan PojokSaham (masih sama dengan yang kemarin-kemarin, silakan lihat di analisa saham), dan minggu lalu ternyata terjadi breakout besar-besaran disertai volume yang juga besar di level 2700, menjadi konfirmasi bullish. Maka kami menambah posisi.
Kemarin baru saja IHSG break support dan konfirmasi berbalik ke downtrend. Chart di sini. Kami sebenarnya tidak mau cari sebabnya karena kemungkinan bisa saja rebound. Kami juga berharap di hari Valentine depan, kami masih bisa bersama dengan saham-saham IHSG. Namun, tidak bisa kami pungkiri ada sudut pandang lain untuk melihat IHSG yaitu dari skenario pesimis IHSG.
“The first rule is not to lose. The second rule is not to forget the first rule.”
~Warren Buffett
Anda pasti pernah mendengar kata “resiko”. Tapi apakah Anda pernah berpikir terlebih dahulu mengenai resiko ekstra dalam investasi Anda ketika membeli saham-saham Indonesia “laknat” berikut ini?
Saham SGRO adalah saham dari PT Sampoerna Agro Tbk. Saham ini listing di Bursa Efek Indonesia belum lama, yaitu pada 18 Juni 2007 di harga Rp.2900 per lembar sahamnya. Naik turun saham ini dipengaruhi oleh naik turunnya pasar CPO di bursa internasional. Puncak harganya di Rp.5000 pada 15 Januari 2008. Kemudian turun kena imbas krisis global hingga dasarnya di tanggal 28 Oktober 2008.



